cirebontrust.id – Razia tempat hiburan malam di Cirebon digelar Polres Cirebon Kota bersama instansi terkait pada Sabtu (8/8/2026) malam hingga Minggu (9/8/2026) dini hari. Razia yang berlangsung di dua lokasi tersebut menyasar peredaran minuman keras, narkotika, serta keberadaan pelajar di bawah umur.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 22.00 WIB hingga 01.30 WIB. Petugas menyasar dua tempat hiburan malam yang berada di Jalan Kesambi dan Jalan Tuparev, Kabupaten Cirebon.
Dalam razia tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap para pengunjung sekaligus tes urine sebagai langkah deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika.
Kasat Resnarkoba Polres Cirebon Kota AKP Shindi Al Afghany, S.H., M.H., M.M. mengatakan, razia tersebut merupakan upaya kepolisian memperkuat pengawasan terhadap aktivitas di tempat hiburan malam.
“Tempat hiburan malam menjadi salah satu lokasi yang perlu mendapat pengawasan secara berkala. Kami ingin memastikan tidak terjadi penyalahgunaan narkotika maupun aktivitas lain yang dapat merugikan masyarakat, terutama keterlibatan anak di bawah umur,” ujar AKP Shindi.
Dari hasil pemeriksaan di dua lokasi, petugas mengamankan sejumlah barang bukti minuman keras. Barang bukti tersebut terdiri atas 1 botol Red Label, 4 botol Seven Days, 1 botol JagerMeirter, 2 botol Jameson, 1 botol Beilays dalam keadaan kosong, dan 1 botol Captain Morgan.
Dari empat botol Seven Days, dua botol telah terbuka dengan sisa sekitar setengah botol, sedangkan dua lainnya masih tersegel. Sementara itu, satu botol JagerMeirter telah terbuka dengan sisa sekitar setengah botol.
Untuk dua botol Jameson, satu botol telah terbuka dengan sisa sekitar setengah botol dan satu lainnya masih tersegel.
Selain menemukan minuman keras, petugas juga melakukan tes urine terhadap 16 orang pengunjung. Mereka terdiri atas 10 laki-laki dan 6 perempuan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh 16 pengunjung tersebut dinyatakan negatif narkoba.
Namun, dalam pemeriksaan di tempat hiburan malam di Jalan Tuparev, petugas menemukan tiga pelajar yang masih berusia di bawah umur. Ketiganya masing-masing berinisial MZA, laki-laki berusia 16 tahun yang berdomisili di Kabupaten Cirebon; FEH, laki-laki berusia 14 tahun yang berdomisili di Kabupaten Kuningan; serta F, perempuan berusia 14 tahun yang berdomisili di Kabupaten Kuningan.
Kasat Resnarkoba AKP Shindi menjelaskan, ketiga pelajar tersebut telah diamankan untuk dilakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan urine terhadap ketiganya juga menunjukkan negatif narkoba.
“Walaupun hasil tes urine ketiga pelajar tersebut negatif, keberadaan anak di bawah umur di tempat hiburan malam tetap menjadi perhatian serius. Kami akan melakukan penanganan sesuai ketentuan dan mengingatkan pengelola agar memperketat pengawasan terhadap usia pengunjung,” tegas AKP Shindi.
Polres Cirebon Kota mengingatkan pengelola tempat hiburan malam agar ikut bertanggung jawab menciptakan lingkungan usaha yang sehat. Pengelola diminta mencegah masuknya anak di bawah umur serta tidak memberikan ruang bagi peredaran narkotika dan minuman keras.
“Kami akan terus melakukan pengawasan dan penindakan secara terukur. Pengelola tempat hiburan juga harus menjadi mitra kepolisian dalam mencegah narkoba, minuman keras, dan aktivitas yang melibatkan anak di bawah umur,” pungkas Kasat Resnarkoba.
Razia tempat hiburan malam di Cirebon tersebut menjadi bagian dari upaya pengawasan kepolisian terhadap potensi penyalahgunaan narkotika, peredaran minuman keras, dan keterlibatan anak di bawah umur. Hasil pemeriksaan menunjukkan 16 pengunjung yang menjalani tes urine dinyatakan negatif narkoba, sementara tiga pelajar yang ditemukan di lokasi menjalani pendataan dan penanganan lebih lanjut. (Haris)
cirebontrust.id – Dugaan pencurian sepeda motor di kawasan Bedeng Baru, Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, berhasil digagalkan setelah korban memergoki seorang pria yang diduga mengambil kunci kendaraan miliknya, Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 22.50 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi di samping Mushola Al-Hidayah, Gang Bedeng Baru, RT 003/RW 012, Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon. Respons cepat warga bersama kepolisian kemudian mencegah terduga pelaku menjadi sasaran tindakan main hakim sendiri.
Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP Juntar Hutasoit, S.H., M.H. menerangkan, pengungkapan dugaan pencurian motor tersebut bermula ketika korban bernama Fahri Gunawan, laki-laki berusia 18 tahun, warga Bedeng Baru, RT 003/RW 012, Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, memergoki seorang laki-laki yang diduga mengambil kunci sepeda motornya.
Terduga pelaku berinisial AM, laki-laki berusia 35 tahun, warga Kelurahan Drajat, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. AM diduga mengambil kunci kendaraan milik korban yang masih tergantung pada sepeda motor, kemudian mondar-mandir di sekitar rumah korban sambil memperhatikan keadaan sekitar.
Berdasarkan keterangan korban, sebelum diamankan, AM berjalan kaki dari wilayah Kampung Warnasari, Kelurahan Drajat, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, menuju kawasan Bedeng Baru, Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon.
Setibanya di kawasan tersebut, AM disebut melihat kunci sepeda motor korban dan mengambilnya. Korban yang mengetahui perbuatan tersebut kemudian memergoki AM dan membawanya ke Baperkam Pekalipan untuk menghindari terjadinya tindakan main hakim sendiri.
Korban selanjutnya meminta bantuan kepolisian untuk menangani kejadian tersebut. Petugas Unit Reskrim Polsek Cirebon Selatan Timur di bawah pimpinan Panit 1 Reskrim Iptu F. Heru Purwandhali bersama piket Pamapta 1 Polres Cirebon Kota dan personel terkait kemudian bergerak cepat menuju lokasi.
Petugas mengamankan AM dari massa. Setelah berhasil diamankan, AM beserta barang bukti dibawa ke Polres Cirebon Kota untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut.
Barang bukti yang diamankan dalam kasus dugaan pencurian motor tersebut berupa satu unit sepeda motor Yamaha Mio IM3 beserta kunci kendaraan.
Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP Juntar Hutasoit mengatakan, kecepatan respons petugas setelah menerima informasi dari masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah situasi berkembang menjadi tindakan main hakim sendiri.
Menurutnya, penanganan cepat juga diperlukan agar dugaan tindak pidana dapat diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Begitu mendapat informasi, personel segera mendatangi lokasi dan mengamankan terduga pelaku beserta barang bukti. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kendaraan dan kunci kontak serta segera menghubungi kepolisian apabila menemukan kejadian yang mencurigakan,” ujar Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto.
Kasus dugaan pencurian motor di Pekalipan, Kota Cirebon, tersebut selanjutnya ditangani kepolisian. AM bersama barang bukti telah diamankan di Polres Cirebon Kota untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. (Haris)
cirebontrust.id – Dugaan penyimpangan proyek pengadaan senilai sekitar Rp39 miliar di Perumdam Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu mendapat perhatian Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat setelah Aliansi Mahasiswa Pembela Rakyat (AMPERA) menyampaikan aspirasi dalam aksi demonstrasi di Kantor Kejati Jawa Barat, Kamis (6/8/2026).
Dugaan penyimpangan tersebut disebut terjadi saat Pejabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu dijabat Jojo Sutarjo. Jojo Sutarjo kini menjabat sebagai Direktur Teknik perusahaan daerah tersebut.
Dalam aksinya, AMPERA mendesak Kejati Jawa Barat memberikan supervisi dan pengawasan terhadap penanganan dugaan tindak pidana korupsi yang sebelumnya telah dilaporkan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu.
Koordinator aksi AMPERA menyebut perkara tersebut perlu mendapat perhatian khusus karena nilai proyek yang dipersoalkan mencapai sekitar Rp39 miliar. Proyek itu berkaitan dengan pengelolaan pengadaan di lingkungan Perumdam Tirta Darma Ayu.
Setelah menyampaikan aspirasi melalui aksi damai, perwakilan AMPERA diterima Kejati Jawa Barat untuk mengikuti audiensi di Ruang Media Center Kejati Jawa Barat.
Audiensi berlangsung secara terbuka dan dialogis. Dalam pertemuan tersebut, AMPERA memaparkan kronologi dugaan penyimpangan yang menurut mereka terjadi ketika Jojo Sutarjo menjabat sebagai Pjs. Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu.
Selain menyampaikan aspirasi, AMPERA juga menyerahkan sejumlah dokumen kepada pihak Kejati Jawa Barat. Mereka meminta Kejati Jabar turut mengawal proses penanganan perkara yang saat ini berada dalam kewenangan Kejari Indramayu.
Perwakilan Kejati Jawa Barat menyambut baik aksi dan audiensi yang dilakukan AMPERA. Dalam pertemuan tersebut, pihak Kejati menyampaikan bahwa dugaan korupsi proyek Perumdam Tirta Darma Ayu dengan nilai sekitar Rp39 miliar akan menjadi perhatian.
Kejati Jawa Barat juga menyatakan akan memantau penanganan perkara tersebut sesuai dengan kewenangannya dalam melakukan supervisi terhadap proses penegakan hukum di wilayah Jawa Barat.
Koordinator aksi AMPERA berharap perhatian dari Kejati Jawa Barat dapat memperkuat proses penanganan perkara sehingga berjalan secara profesional, transparan, dan objektif.
“Kami berharap proses penanganan perkara ini dapat berjalan secara profesional, transparan, objektif, dan bebas dari intervensi,” ujar Koordinator AMPERA.
Menurutnya, apabila dalam proses penyelidikan maupun penyidikan nantinya ditemukan alat bukti yang cukup, aparat penegak hukum diharapkan menindak pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Jika nantinya ditemukan alat bukti yang cukup, kami berharap siapa pun yang bertanggung jawab dapat ditindak sesuai hukum dan tanpa pandang bulu,” katanya.
Hingga saat ini, dugaan penyimpangan proyek pengadaan sekitar Rp39 miliar tersebut masih dalam proses penanganan dan belum terdapat putusan pengadilan yang menyatakan pihak tertentu bersalah.
Dengan demikian, seluruh pihak yang disebut dalam perkara tersebut tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan pembelaan sesuai dengan ketentuan hukum. Perhatian Kejati Jawa Barat terhadap perkara ini diharapkan dapat memastikan proses penanganan berjalan sesuai kewenangan, profesional, transparan, dan objektif. (Haris)
cirebontrust.id – Jazirah Global Umrah memastikan keberangkatan 25 jemaah dari Cirebon menuju Tanah Suci pada 20 Agustus 2026. Kepastian tersebut disampaikan Direktur Utama PT Jazirah Nusantara Global, H. Abdi Kurnia, dalam manasik umrah bertema “Berbisik di Dinding Ka’bah” di Rumah Makan Bandar Jakarta, Kota Cirebon, Minggu (9/8/2026).
Manasik tersebut menjadi rangkaian pembekalan terakhir bagi jemaah yang akan mengikuti program umrah Agustus. Kegiatan menghadirkan motivator H. Edy Darmoyo, S.E., serta tausiah dari Al-Habib Ahmad bin Abdullah Alkaff.
H. Abdi Kurnia mengatakan, manasik kali ini menggabungkan peserta program Agustus dan Oktober. Sebanyak 25 jemaah akan diberangkatkan pada Agustus, sedangkan program Oktober diikuti 35 jemaah.
“Hari ini itu rangkaian manasik terakhir Jazirah Global Umroh. Alhamdulillah, hari ini kita menggabungkan program Agustus ada 25 orang dan program Oktober ada 35 orang,” ujar H. Abdi Kurnia.
Untuk rombongan Agustus, jemaah akan berangkat dari Cirebon pada 19 Agustus 2026 untuk kemudian melakukan penerbangan pada 20 Agustus pukul 00.40 WIB dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta langsung menuju Jeddah.
Sementara itu, peserta program Oktober dijadwalkan berangkat pada 1 Oktober 2026. Menurut H. Abdi Kurnia, pembekalan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga penguatan spiritual agar jemaah memperoleh pengalaman ibadah yang berdampak setelah kembali ke Indonesia.
“Kita tidak hanya ingin niat mereka kuat, tetapi kita tanamkan hatinya supaya kuat bahwa dengan berumrah ini mereka akan mendapatkan sesuatu yang baik, mulai berangkat sampai pulang lagi dengan ada perubahan-perubahan di diri mereka sendiri,” katanya.
Selain manasik, Jazirah Global Umrah memberikan pembekalan spiritual dan fikih kepada jemaah. Para jemaah juga dihimpun dalam satu jamiah untuk mendapatkan penguatan terkait ibadah dan syariat.
Setelah jemaah kembali dari Tanah Suci, perusahaan juga mempertahankan komunikasi melalui wadah alumni. Langkah tersebut dilakukan agar perubahan positif yang diharapkan setelah ibadah umrah dapat terus dipelihara.
H. Abdi Kurnia berharap para alumni tidak berhenti pada pengalaman pribadi setelah menjalankan ibadah umrah. Mereka juga diharapkan dapat merefleksikan perjalanan spiritual tersebut sekaligus ikut menyebarkan syiar Baitullah kepada orang-orang terdekat dan calon jemaah lainnya.
Direktur Utama PT Jazirah Nusantara Global, H. Abdi Kurnia.
“Yang paling utama adalah bagaimana mereka mau bisa merefleksikan setelah umrah dan kembali ke Indonesia. Yang pertama, merefleksikan agar ada perubahan di individu, pribadi. Yang kedua, kita harap mereka syiar untuk Baitullah ke orang terdekatnya dan calon-calon jemaah yang lain,” tuturnya.
Pada 2026, PT Jazirah Nusantara Global menghadirkan dua pilihan layanan, yakni Jazirah Global Umrah sebagai paket premium dan An Nahl Umrah sebagai paket ekonomis. Kedua merek tersebut berada di bawah satu perusahaan dengan fasilitas, konsep layanan, dan pelaksanaan manasik yang disesuaikan dengan kebutuhan calon jemaah.
Jazirah Global Umrah menawarkan sejumlah fasilitas tambahan, antara lain hotel berbintang empat dengan jarak sekitar 50 meter dari lokasi ibadah, penerbangan menggunakan Saudi Airlines, perjalanan antarkota menggunakan kereta cepat, serta city tour dan kunjungan ke Badar serta Thaif.
“Jazirah Global Umrah memang paket premium. Hotelnya sekitar 50 meter, menggunakan Saudi Airlines, naik kereta api, kemudian ada city tour serta perjalanan ke Badar dan Thaif,” ujar H. Abdi Kurnia.
Adapun An Nahl Umrah diposisikan sebagai paket yang lebih ekonomis. Hotel yang digunakan berjarak sekitar 200 meter, sedangkan manasiknya dilaksanakan di Cirebon tanpa praktik di miniatur Ka’bah seperti yang diterapkan dalam program Jazirah Global Umrah.
“Kalau Jazirah Global Umrah, manasiknya plus praktik di miniatur Ka’bah. Biasanya di Semarang, tetapi kali ini dipindahkan ke Bandung karena ada destinasi baru, yakni Plaza Haji Qol Al-Qosbah dan kawasan Al-Jabbar. Sedangkan An Nahl Umrah manasiknya dilakukan di Cirebon,” katanya.
Untuk 2026, PT Jazirah Nusantara Global telah menyiapkan empat jadwal keberangkatan. Keberangkatan pertama telah terlaksana pada awal Ramadan atau Februari 2026.
Selanjutnya, rombongan An Nahl Umrah asal Kota Pemalang dijadwalkan berangkat pada 17 Agustus 2026 dengan jumlah 37 jemaah. Kemudian, Jazirah Global Umrah dari Cirebon dan sekitarnya akan berangkat pada 20 Agustus 2026 dengan 25 jemaah.
Sementara itu, program keberangkatan 1-12 Oktober 2026 telah terisi penuh. Perusahaan masih mengupayakan penambahan kuota kursi pesawat untuk menampung calon jemaah tambahan dengan penyesuaian harga.
“Program 1 Oktober sampai 12 Oktober sudah full booking. Kami sedang mengupayakan penambahan kuota kursi pesawat sehingga masih bisa menerima jemaah tambahan, tetapi dengan penyesuaian harga,” ungkapnya.
Manasik umrah PT Jazirah Nusantara Global, Minggu (9/8/2026), di Bandar Jakarta, Cirebon.
H. Abdi Kurnia menegaskan, penyesuaian harga hanya berlaku bagi calon jemaah yang mendaftar setelah kuota awal terpenuhi. Jemaah yang sudah melakukan pemesanan dan membayar uang muka sesuai kuota sebelumnya tidak dikenakan biaya tambahan.
“Yang sudah booking dan sudah DP sebelumnya tidak ada penambahan biaya sama sekali. Penyesuaian hanya berlaku bagi pendaftar baru karena harga tiket dipengaruhi kenaikan biaya bahan bakar pesawat dan penyesuaian nilai tukar dolar,” jelasnya.
Dalam persiapan keberangkatan, H. Abdi Kurnia menekankan kepastian jadwal sebagai salah satu keunggulan Jazirah Global Umrah. Menurut dia, perusahaan terlebih dahulu menyiapkan dan memastikan program, termasuk tanggal keberangkatan, pesawat, serta hotel, sebelum mencari jemaah.
“Keunggulannya yang pasti adalah keberangkatan yang sudah terencana. Insyaallah pasti, tanggalnya pasti, pesawatnya pasti, dan hotelnya pasti. Jadi biasanya setiap program itu kita sudah memastikan tanggal berangkatnya,” katanya.
Ia menjelaskan, konsep tersebut berbeda dengan pola yang mencari jemaah terlebih dahulu sebelum menyiapkan program perjalanan. Selain kepastian keberangkatan, Jazirah Global Umrah berupaya membangun hubungan dengan jemaah seperti keluarga sejak masa persiapan, selama berada di Tanah Suci, hingga kembali ke Indonesia.
Menurut H. Abdi Kurnia, Jazirah Global Umrah berada di bawah naungan PT Murida Umroh Haji Langsung dan telah memiliki izin. Kepastian administrasi tersebut dinilai penting untuk memberikan rasa aman kepada calon jemaah.
“Kita bagaimana menjadikan jemaah ini seperti keluarga. Sehingga ketika sebelum berangkat, saat persiapan berangkat, saat di sana pun, sehingga pulang pun kemari itu sudah kayak keluarga,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan memilih penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Calon jemaah diminta memastikan legalitas travel, kepastian tanggal keberangkatan, maskapai, hotel, serta fasilitas yang diperoleh.
“Saya mengimbau kepada calon jemaah agar benar-benar memilih travel yang membuat Bapak dan Ibu nyaman, berizin, serta memastikan tanggal keberangkatan sudah jelas. Kalau tanggal, pesawat, hotel, dan fasilitas sudah pasti, berarti travel tersebut umumnya sudah melakukan blocking seat dan pemesanan fasilitas lainnya,” ucapnya.
Masyarakat juga diingatkan tidak hanya tergiur harga murah. Seluruh komponen biaya perlu dipastikan sejak awal dan dijelaskan secara terbuka agar calon jemaah tidak menghadapi biaya tambahan yang sebelumnya tidak diinformasikan.
Memasuki 2027, PT Jazirah Nusantara Global telah menyiapkan lima program umrah, yakni keberangkatan awal Ramadan, awal musim pada Juli, program bulan Maulid, Oktober, dan Desember. Perusahaan juga akan meluncurkan program Umrah Plus Turki bagi alumni Jazirah Global Umrah maupun An Nahl Umrah.
“Insyaallah tahun 2027 kami meluncurkan lima paket umrah sekaligus serta program Umrah Plus Turki. Alumni Jazirah Global Umrah dan An Nahl Umrah akan terus mendapatkan informasi terbaru mengenai seluruh program tersebut,” tutup H. Abdi Kurnia. (Haris)
cirebontrust.id – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, mendorong kebiasaan membaca anak dibangun sejak usia dini melalui kegiatan literasi yang menyenangkan. Pesan itu disampaikan saat ia mengunjungi Teras Ngabaca di RT 05, Kelurahan Kalijaga, Kota Cirebon, Jumat (7/8/2026).
Siti Farida hadir bersama jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon. Ia berinteraksi dengan anak-anak sekaligus mengikuti kegiatan membaca dan dongeng yang berlangsung di ruang baca tersebut.
Menurut Farida, antusiasme anak-anak menjadi hal yang menggembirakan karena proses belajar akan lebih mudah diterima ketika dilakukan dalam suasana yang menyenangkan.
“Alhamdulillah saya berkesempatan bertemu dengan anak-anak di RT 05 Kelurahan Kalijaga. Saya bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan hadir untuk memberikan pelayanan sekaligus sosialisasi tentang literasi,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemahaman mengenai literasi perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman. Saat ini, anak tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui buku, tetapi juga dari berbagai sumber digital.
“Literasi memang tidak hanya dari buku saja. Sekarang sudah masuk ke era digitalisasi, sehingga anak-anak juga perlu dikenalkan dengan berbagai bentuk literasi. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana minat membaca dan rasa ingin tahu mereka terus tumbuh,” katanya.
Farida menilai kebiasaan membaca sejak kecil dapat membantu anak memperluas pengetahuan sekaligus mengembangkan imajinasi. Karena itu, aktivitas seperti membaca bersama dan mendengarkan dongeng dinilai dapat menjadi cara untuk membuat anak lebih dekat dengan dunia literasi.
Dalam kunjungan tersebut, Farida juga mengapresiasi keberadaan Teras Ngabaca. Menurutnya, ruang seperti itu menunjukkan adanya kepedulian masyarakat terhadap pendidikan serta proses tumbuh kembang anak.
“Saya memberikan apresiasi dan berharap kegiatan pembinaan seperti ini bisa terus ditingkatkan dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan kegembiraannya dapat bertemu dengan anak-anak yang disebutnya sebagai bagian dari generasi penerus Kota Cirebon.
“Saya sangat senang bisa bertemu dengan anak-anak yang membanggakan. Mereka adalah generasi emas yang sedang kita siapkan, salah satunya melalui budaya membaca. Semoga apa yang dilakukan hari ini bisa menjadi kebiasaan baik bagi mereka,” tuturnya.
Selain kegiatan literasi di Teras Ngabaca, Farida menyampaikan rencana pelaksanaan program FARIDA atau Festival Anak Riang dalam Dongeng Kemerdekaan. Program tersebut dirancang untuk menghadirkan suasana kemerdekaan yang dekat dengan dunia anak, termasuk melalui pendidikan dan literasi.
“Bismillah, mohon doanya. Saya punya program FARIDA, Festival Anak Riang dalam Dongeng Kemerdekaan. Merdeka itu bukan hanya dalam satu bidang, tetapi juga dalam pendidikan,” jelasnya.
Farida berharap kegiatan literasi yang hadir di lingkungan masyarakat dapat membuat budaya membaca menjadi bagian dari keseharian anak. Perpustakaan, ruang baca, komunitas, hingga kegiatan kreatif diharapkan dapat menjadi tempat bagi anak untuk belajar sekaligus mengembangkan diri.
“Kita ingin hadir bersama-sama, bagaimana menumbuhkan rasa suka dan bakat minat anak dalam membaca buku. Jadi anak-anak bisa belajar dengan cara yang menyenangkan, bisa mengenal cerita, berimajinasi, dan tetap merasa bahagia,” pungkasnya. (Haris)
cirebontrust.id – Partai Demokrat menggelar Gerakan Pangan Murah di Lapangan Kebon Pelok, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jumat (7/8/2026). Program yang digagas Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Barat, dr. Ratnawati, tersebut menyediakan sekitar 3.000 paket kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar sehingga mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Dalam kegiatan itu, berbagai kebutuhan pokok seperti beras, telur, sayuran, hingga daging dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, mengatakan Gerakan Pangan Murah menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat yang puncaknya akan digelar pada 9 September 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta.
Menurut Herman, Partai Demokrat telah menyiapkan 25 rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara nasional maupun dipusatkan di Jakarta. Salah satu programnya adalah Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI sebagai bentuk dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto tentang Indonesia ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
“Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI merupakan kontribusi Partai Demokrat terhadap program yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Kami memadukannya dengan berbagai kegiatan sosial seperti pengobatan gratis, donor darah, dan Gerakan Pangan Murah yang hari ini digagas oleh dr. Ratnawati,” ujar Herman.
Herman menjelaskan, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Kota Cirebon merupakan titik keenam yang diselenggarakan oleh dr. Ratnawati sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Ia menambahkan, seluruh komoditas yang dijual rata-rata lebih murah sekitar Rp2.000 dibandingkan harga pasar. Selain itu, Partai Demokrat memberikan subsidi tambahan melalui pembagian 2.000 kupon senilai Rp5.000 per kupon.
Tak hanya itu, Anggota DPRD Kota Cirebon, Handarujati Kalamullah, turut memberikan tambahan voucher sebesar Rp3.000. Dengan demikian, masyarakat memperoleh subsidi hingga Rp10.000 untuk setiap item tertentu.
“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias. Kita lihat warga berbondong-bondong datang untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Hari ini tersedia sekitar 3.000 paket,” katanya.
Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Barat, dr. Ratnawati, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan program nasional Partai Demokrat yang bertujuan membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.
“Di tengah situasi ekonomi saat ini, masyarakat membutuhkan dukungan nyata. Karena itu kami mengambil inisiatif menghadirkan Gerakan Pangan Murah di daerah pemilihan kami, yakni Kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu,” ujar Ratnawati.
Ratnawati menjelaskan, kegiatan di Kota Cirebon menjadi titik keenam pelaksanaan program setelah sebelumnya digelar di sejumlah lokasi di wilayah Cirebon Timur dan Kabupaten Indramayu.
Ke depan, Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Barat berencana memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah melalui kerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat.
“Kami mengusulkan agar pada perubahan anggaran nanti dapat dilaksanakan sekitar 64 titik Gerakan Pangan Murah di seluruh Jawa Barat. Khusus wilayah Cirebon dan Indramayu diperkirakan akan mencapai sekitar 10 titik, bahkan berpeluang bertambah lagi,” jelasnya.
Ratnawati berharap Gerakan Pangan Murah dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat merasakan manfaatnya. Melalui program tersebut, Partai Demokrat menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan dan menjaga daya beli warga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. (Haris)
cirebontrust.id – BNN RI dan Pemerintah Kabupaten Majalengka memperkuat sinergi dalam memerangi peredaran gelap narkotika melalui kunjungan kerja dan kuliah umum pencegahan narkoba di Auditorium Universitas Majalengka (UNMA), Kamis (6/8/2026). Kegiatan yang dihadiri Kepala BNN RI, Komjen Pol. Dr. H. Suyudi Aryo Seto, S.I.K., S.H., M.Si., bersama jajaran Pemkab Majalengka, civitas akademika, kepala desa, dan para undangan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat upaya pencegahan narkoba di daerah.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala BNN RI yang memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Majalengka. Menurutnya, Komjen Pol. Dr. H. Suyudi Aryo Seto pernah menjabat sebagai Kapolres Majalengka pada 2014 sehingga memiliki ikatan tersendiri dengan daerah tersebut.
Dalam sambutannya, Eman menjelaskan bahwa Majalengka saat ini mengalami perkembangan pesat di berbagai sektor. Kemajuan itu ditopang oleh beroperasinya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, konektivitas Tol Cisumdawu dan Tol Cipali, akses menuju Pelabuhan Patimban, serta Jalur Timur Lingkar Majalengka (Jatilima) sepanjang 44 kilometer yang menghubungkan 72 destinasi wisata.
Selain pembangunan infrastruktur, Majalengka juga memiliki bonus demografi karena hampir separuh penduduknya berada pada usia produktif. Namun, di balik pesatnya pertumbuhan tersebut, muncul tantangan berupa potensi meningkatnya peredaran gelap narkotika.
Berdasarkan data Satresnarkoba Polres Majalengka, sepanjang 2025 berhasil diungkap 61 kasus peredaran narkoba. Sementara pada tahun berjalan 2026, sebanyak 36 kasus telah terungkap dengan barang bukti berupa sabu, tembakau sintetis, psikotropika, dan obat keras terbatas (OKT).
Menyikapi kondisi tersebut, Pemkab Majalengka menegaskan komitmennya untuk mengedepankan pendekatan pencegahan primer. Pemerintah daerah juga meminta dukungan dan penguatan sinergi dari BNN RI, BNN Provinsi Jawa Barat, serta BNN Kabupaten Kuningan dalam upaya menekan penyalahgunaan narkotika.
Sementara itu, Kepala BNN RI, Komjen Pol. Dr. H. Suyudi Aryo Seto, menegaskan bahwa pemberantasan dan pencegahan narkotika bukan hanya menjadi tugas BNN, tetapi tanggung jawab seluruh elemen bangsa.
“Perang melawan narkotika adalah tanggung jawab kita bersama. Kemajuan ekonomi, infrastruktur, bandara, maupun jalan tol tidak akan ada artinya apabila generasi mudanya kehilangan kesehatan, karakter, integritas, dan produktivitas. Melindungi generasi muda dari ancaman narkoba adalah bagian utama dari menjaga kedaulatan bangsa menuju Visi Indonesia Emas 2045,” tegas Kepala BNN RI.
Ia juga mengingatkan bahwa modus operandi jaringan narkotika semakin kompleks dan terorganisasi. Para pelaku memanfaatkan teknologi digital, media sosial, sistem keuangan modern, hingga penyalahgunaan jasa logistik legal untuk menjalankan aksinya.
Mengutip World Drug Report, Kepala BNN RI menyebut lebih dari 331 juta orang di dunia terpapar narkoba. Sementara di Indonesia, angka prevalensi penyalahgunaan narkotika masih berada pada tingkat yang mengkhawatirkan dan didominasi kelompok usia produktif 15–24 tahun.
Karena itu, BNN RI mengajak mahasiswa di Majalengka serta seluruh elemen masyarakat menjadi agent of change dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Sinergi antara BNN, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan kalangan akademisi diharapkan mampu membentengi Majalengka dari ancaman peredaran gelap narkotika sekaligus mewujudkan kawasan yang aman, sehat, dan bersih dari narkoba (Bersinar).
Pada kesempatan tersebut, Kepala BNN RI juga memberikan hadiah sepeda gunung dan berbagai doorprize kepada mahasiswa serta pelajar yang berhasil menjawab pertanyaan, sebagai bentuk apresiasi sekaligus penyemangat untuk terus berperan aktif dalam kampanye pencegahan narkoba. (Abduh)
cirebontrust.id – Perumda Tirta Darma Ayu Indramayu terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) demi meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan In-House Training bekerja sama dengan lembaga pendidikan keairminuman, Akademi Teknik Tirta Widya (AKATIRTA) Magelang, yang digelar pada Jumat (7/8/2026).
Pelatihan ini diikuti jajaran manajemen, mulai dari manajer cabang, manajer unit, hingga manajer bidang. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan, disiplin, integritas, dan kemampuan menyelesaikan persoalan operasional di lapangan.
Direktur Umum Perumda Tirta Darma Ayu, Dr. Ir. Sunaryo, ST, MT, mengatakan pelatihan internal ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun manajemen yang lebih profesional.
“Ini ada beberapa manfaat dan tujuannya ya. Pertama, dengan diadakannya in-house training ini adalah dalam rangka sebagai wujud perusahaan untuk meningkatkan kemampuan para manajer cabang dan unit. Meningkatkan kemampuan disiplin, meningkatkan kinerja, dan juga tentunya untuk meningkatkan integritas daripada masing-masing manajer cabang,” ujar Sunaryo.
Menurutnya, pelatihan tersebut diharapkan mampu membekali para pengambil keputusan di tingkat cabang dan unit agar lebih siap menghadapi berbagai tantangan operasional, baik yang sedang dihadapi maupun yang berpotensi muncul di masa mendatang.
“Harapannya, ini menjadi manfaat yang baik dalam rangka manajer cabang dan unit konsen dan panteng terhadap permasalahan yang kini maupun akan datang yang akan dihadapi,” katanya.
Sunaryo menjelaskan, peserta pelatihan berasal dari hampir seluruh jajaran manajemen operasional perusahaan.
“Kita hampir semua manajer, baik manajer cabang maupun manajer unit, dan juga manajer bidang. Semuanya terkumpul, terangkum di acara in-house training ini. Total sekitar ada 30 cabang dan unit,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Perumda Tirta Darma Ayu menggandeng AKATIRTA karena merupakan lembaga resmi di bawah naungan Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) yang memiliki spesialisasi di bidang keairminuman.
“Ini adalah lembaga resmi yang dimiliki oleh PERPAMSI, satu-satunya di Indonesia. Dan ini konsen, konsentrasi, keahliannya di bidang keairminuman,” ungkap Sunaryo.
Ia menerangkan, metode pelatihan yang diterapkan terdiri atas tiga tahapan utama, yakni delivery, interaksi, dan assessment.
Pada tahap delivery, para pemateri menyampaikan teori, pengalaman, pengetahuan, hingga berbagai solusi terkait pengelolaan perusahaan air minum.
“Pertama adalah terkait dengan delivery. Delivery itu adalah penyampaian daripada pemateri ataupun narasumber kepada para manajer, pada para trainer, apa pun permasalahan, teori-teori, maupun pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan terkait dengan keairminuman, baik di PDAM lain maupun di semua yang sudah ada dampak ataupun solusi,” paparnya.
Tahap berikutnya adalah interaksi, yakni diskusi dua arah antara narasumber dan peserta untuk membahas persoalan yang dihadapi di lapangan.
“Kemudian yang kedua adalah interaksi. Jadi tidak hanya melulu dari teori dari mentor ataupun narasumber, tapi ini juga diskusi, ada timbal balik interaktif daripada manajer dan cabang untuk menyampaikan segala permasalahan, kendala, dan persoalan di lapangan. Jadi ada solusi dan pemandangan-pemandangan dari narasumber,” tambah Sunaryo.
Sementara itu, tahap assessment dilakukan sebagai bentuk evaluasi terhadap kemampuan peserta setelah mengikuti pelatihan.
“Kemudian yang terakhir tentunya assessment. Assessment itu adalah bentuk penilaian daripada mentor ataupun narasumber kepada para manajer dan cabang,” sambungnya.
Sunaryo menambahkan, pelatihan berlangsung selama satu hari dan akan dilanjutkan dengan proses penilaian pada pekan-pekan berikutnya.
“Ini satu hari. Kalau in-house training ini satu hari, nanti ke depan, di minggu-minggu depan kita akan mengadakan assessment sama dari Aka Tirta juga,” jelasnya.
Ia optimistis program tersebut mampu meningkatkan kemampuan manajer dalam menyelesaikan persoalan di setiap cabang dan unit sekaligus memperkuat sinergi antarbagian.
“Goal-nya adalah agar manajer cabang dan unit ini mampu mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh cabang dan unit di lapangan. Kemudian adalah untuk menguatkan sinergitas daripada cabang dan unit, tentunya dalam rangka mewujudkan Perumda Tirta Darma Ayu yang lebih baik, maju, profesional, sehat, dan juga sejahtera. Dan terakhir tentunya dapat melayanan kepada pelanggan dengan baik serta meningkatkan pendapatan juga,” tutup Sunaryo.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Darma Ayu Indramayu, H. Nurpan, SE, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum untuk meningkatkan kapasitas, memperkuat karakter kepemimpinan, mempererat kebersamaan, dan menyatukan visi dalam menjalankan amanah perusahaan.
“Melalui kegiatan ini, kita diharapkan tidak hanya memperoleh ilmu dan keterampilan baru, tetapi juga memiliki semangat untuk terus berkontribusi bagi kemajuan perusahaan. Saya mengajak seluruh peserta agar mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, saling menghargai, dan membangun kerja sama yang baik,” tegas Nurpan.
Nurpan juga mengajak seluruh peserta menjadikan pelatihan tersebut sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat komitmen, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada perusahaan maupun masyarakat. Dengan pelatihan yang berlanjut hingga tahap assessment, Perumda Tirta Darma Ayu menargetkan peningkatan profesionalisme SDM dan pelayanan pelanggan secara berkelanjutan. (Haris)
cirebontrust.id – Kasus pengeroyokan di depan tempat hiburan malam Wahaha, Kota Cirebon, yang menimpa seorang warga Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, hingga kini belum menunjukkan perkembangan. Korban mengaku telah melaporkan peristiwa tersebut ke kepolisian, tetapi belum menerima panggilan pemeriksaan lanjutan maupun informasi terbaru terkait penanganan kasus.
Korban bernama Soleman (33), warga Gambirlaya, Kelurahan Kasepuhan, mengatakan peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada dini hari, Minggu (26/7), saat dirinya hendak pulang setelah berada di lokasi.
Menurut Soleman, ketika itu ia sedang duduk di luar tempat hiburan malam Wahaha. Tidak lama kemudian, rombongan pria yang tidak dikenalnya keluar dari lokasi tersebut. Saat ia berdiri, para pria itu diduga menganggap tindakannya sebagai bentuk tantangan hingga terjadi adu mulut yang berujung aksi kekerasan.
“Saya lagi duduk di luar, mau pulang. Terus rombongan itu keluar. Saya berdiri, mungkin disangka nantang. Setelah sempat cekcok, mereka langsung main pukul,” ujar Soleman, Kamis (6/8/2026).
Soleman menegaskan dirinya tidak mengenal seorang pun dari rombongan tersebut. Ia memperkirakan jumlah mereka lebih dari lima orang, sedangkan yang melakukan pemukulan terhadap dirinya sekitar tiga hingga empat orang.
“Yang saya rasakan mukul saya sekitar tiga atau empat orang. Mereka datang lebih dari lima orang, sedangkan saya sendirian,” katanya.
Aksi pengeroyokan itu akhirnya berhenti setelah sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi turun tangan melerai kedua belah pihak.
Soleman menduga para pelaku juga berada dalam pengaruh minuman beralkohol. Meski demikian, ia memastikan tidak pernah memiliki persoalan ataupun mengenal para pelaku sebelum kejadian tersebut.
“Mereka juga sepertinya abis minum. Tapi tidak ada masalah sebelumnya, saya juga tidak kenal mereka,” ungkapnya.
Usai mengalami pengeroyokan, Soleman langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Menurutnya, petugas sempat mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Namun, hingga Kamis (6/8/2026), ia mengaku belum pernah dipanggil kembali untuk pemeriksaan lanjutan maupun menerima informasi mengenai perkembangan penyelidikan kasus yang dilaporkannya.
“Waktu pertama laporan, polisi langsung cek TKP. Tapi sampai sekarang saya belum pernah dipanggil lagi untuk pemeriksaan dan belum ada kejelasan soal penanganan kasusnya,” ujarnya.
Soleman berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporannya, mengungkap identitas para pelaku, serta memberikan kepastian hukum atas kasus pengeroyokan yang dialaminya. Hingga kini, korban masih menunggu perkembangan penanganan perkara tersebut dari aparat penegak hukum. (Haris)
cirebontrust.id – KAI Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan keandalan perjalanan kereta api melalui program perawatan berkala pada sistem persinyalan, telekomunikasi, serta berbagai peralatan pendukung operasional. Hingga periode berjalan tahun 2026, seluruh target perawatan yang menjadi tanggung jawab Unit Sinyal, Telekomunikasi, dan Listrik (Sintelis) Daop 3 Cirebon telah berhasil direalisasikan sesuai rencana.
Program perawatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh perangkat operasional bekerja secara optimal sehingga mampu mendukung perjalanan kereta api yang selamat, aman, tepat waktu, dan nyaman bagi pelanggan.
Berdasarkan realisasi hingga periode berjalan tahun 2026, Unit Sintelis Daop 3 Cirebon telah melaksanakan perawatan wesel elektrik sebanyak 4.227 kali, sinyal elektrik 3.531 kali, Peralatan Dalam Sinyal Elektrik (PDSE) 264 kali, catu daya 317 kali, Wesel Terlayan Setempat Elektrik (WLSE) 116 kali, pintu perlintasan 442 kali, serta pendeteksi kereta api sebanyak 5.328 kali.
Selain itu, perawatan juga dilakukan terhadap berbagai sistem telekomunikasi yang menjadi infrastruktur vital dalam operasional kereta api. Realisasinya meliputi perawatan radio lokomotif harian sebanyak 893 kali, telekomunikasi stasiun 215 kali, telekomunikasi luar stasiun 43 kali, telekomunikasi jalan perlintasan (JPL) 377 kali, serta jaringan fiber optik sebanyak 340 kali.
Seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya KAI Daop 3 Cirebon dalam menjaga keandalan sistem persinyalan dan telekomunikasi guna mendukung keselamatan, keamanan, serta kelancaran operasional perjalanan kereta api.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan bahwa pelaksanaan perawatan secara konsisten menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh perangkat persinyalan dan telekomunikasi berfungsi optimal.
“Keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama KAI. Oleh karena itu, seluruh peralatan pendukung operasional terus kami rawat secara berkala sesuai standar yang berlaku. Melalui program perawatan yang berkesinambungan, KAI Daop 3 Cirebon berupaya menjaga keandalan sistem persinyalan dan telekomunikasi agar perjalanan kereta api tetap berlangsung dengan selamat, aman, tepat waktu, dan nyaman bagi pelanggan,” ujar Muhib.
Ia menjelaskan, selain sistem persinyalan, KAI Daop 3 Cirebon juga secara rutin melakukan perawatan terhadap sistem telekomunikasi yang mencakup telekomunikasi stasiun, telekomunikasi luar stasiun, telekomunikasi di jalan perlintasan, hingga jaringan fiber optik sebagai bagian dari infrastruktur vital yang menunjang komunikasi operasional kereta api.
Muhib menegaskan, KAI Daop 3 Cirebon akan terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelaksanaan perawatan agar seluruh target tahunan dapat dicapai secara optimal.
“KAI Daop 3 Cirebon akan terus melakukan evaluasi serta meningkatkan kualitas pelaksanaan perawatan agar seluruh target tahunan dapat tercapai secara optimal. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi kereta api yang semakin andal, berkeselamatan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutup Muhib. (Haris)