Bulan: Agustus 2026

  • Jagara Kuningan Bidik Ekonomi Desa dari Potensi Wisata Waduk Darma

    Jagara Kuningan Bidik Ekonomi Desa dari Potensi Wisata Waduk Darma

    cirebontrust.id – Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, resmi ditetapkan sebagai Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI) dalam rangkaian BUMDes Festival Jawa Barat 2026 pada 29–30 Agustus 2026. Penetapan ini dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bank Indonesia, industri jasa keuangan, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat literasi dan akses keuangan masyarakat desa.

    Peresmian Desa EKI Jagara ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. dan Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib. Prosesi tersebut disaksikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si., Kepala Desa Jagara Umar Hidayat, unsur Forkopimda, perangkat daerah, pelaku industri jasa keuangan, pemerintah desa, BUMDes, UMKM, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.

    Program tersebut diarahkan untuk membuat layanan keuangan lebih dekat dengan kebutuhan warga. Tidak hanya membuka akses terhadap produk jasa keuangan, Desa EKI juga dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan masyarakat, pemerintah desa, BUMDes, UMKM, petani, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan pemerintah daerah.

    Melalui pola tersebut, masyarakat diharapkan semakin mampu mengelola keuangan, memilih layanan yang sesuai, mengembangkan kegiatan usaha secara produktif, sekaligus memahami berbagai risiko dalam pengelolaan keuangan.

    Desa Jagara dinilai memiliki modal ekonomi yang cukup kuat untuk dikembangkan. Letaknya sebagai salah satu desa penyangga Waduk Darma membuka peluang bagi warga untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan wisata, selain mengembangkan perdagangan, kuliner, jasa, dan usaha mikro, kecil, dan menengah.

    Keberadaan BUMDes turut menjadi bagian dari pengelolaan potensi ekonomi yang telah tumbuh di desa tersebut. Namun, perkembangan aktivitas usaha perlu dibarengi kemampuan masyarakat dalam mengatur keuangan serta mendapatkan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.

    Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan, pembentukan Desa EKI tidak berhenti pada penyediaan akses layanan keuangan. Literasi masyarakat menjadi bagian penting agar produk keuangan yang tersedia dapat digunakan secara tepat.

    “Desa EKI bukan sekadar membuka akses keuangan. Yang kita bangun adalah ekosistem, bagaimana masyarakat memiliki literasi yang baik, mendapatkan akses terhadap layanan keuangan yang sesuai dan mampu memanfaatkannya untuk kegiatan ekonomi produktif,” ujar Agus.

    Menurut Agus, sejumlah potensi yang sudah dimiliki Jagara menjadi modal untuk memperkuat ekosistem tersebut.

    “Di Jagara sudah ada potensi wisata, BUMDes, UMKM dan aktivitas ekonomi masyarakat. Ini yang kemudian kita perkuat dengan ekosistem keuangan, sehingga potensi yang sudah ada dapat berkembang lebih optimal,” tambah Agus.

    Penguatan Desa EKI dilakukan antara lain melalui edukasi dan product matching. Pendekatan ini mempertemukan kebutuhan masyarakat serta pelaku usaha dengan produk dan layanan jasa keuangan yang dinilai sesuai.

    Bagi pelaku usaha, akses tersebut dapat dimanfaatkan untuk menunjang transaksi, tabungan, maupun pembiayaan. Sementara bagi masyarakat, peningkatan literasi diharapkan membantu pengelolaan pendapatan, perencanaan kebutuhan keuangan, serta pengambilan keputusan finansial secara lebih bijak.

    Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. mengapresiasi penetapan Jagara sebagai Desa EKI. Ia menilai potensi yang dimiliki desa perlu dikelola dan dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

    “Potensi desa sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut kita kelola, kita kemas dan kita kembangkan sehingga memberikan nilai tambah dan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar Dian.

    Menurut Dian, posisi Jagara sebagai desa penyangga Waduk Darma dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi yang berkembang di kawasan wisata tersebut.

    Pemerintah Kabupaten Kuningan, kata Dian, juga berkomitmen mendukung pengembangan Desa Jagara melalui kerja sama lintas sektor. Ia menekankan bahwa pembangunan desa membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

    “Kita hebat bukan karena menjadi Superman, tetapi karena mampu bersinergi menjadi Superteam. Tidak ada satu pihak yang bisa bekerja sendiri. Ketika pemerintah, OJK, Bank Indonesia, BUMDes, industri jasa keuangan, dan masyarakat bergerak dalam satu visi, maka desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi menjadi kekuatan utama pembangunan,” tambah Dian.

    Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si. turut menyoroti posisi desa penyangga dalam pengembangan pariwisata. Menurut dia, pertumbuhan kunjungan wisata perlu menghasilkan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat desa.

    “Pariwisata bukan hanya bagaimana orang datang, tetapi bagaimana ketika orang datang ada nilai ekonomi yang tinggal di desa dan dirasakan masyarakat,” ujar Herman.

    Ia mengatakan masyarakat perlu memperoleh kesempatan untuk masuk dalam rantai ekonomi yang terbentuk dari kegiatan pariwisata. Karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat dan pelaku usaha perlu berjalan beriringan dengan pengembangan destinasi.

    Herman juga mengingatkan pentingnya pengelolaan pendapatan yang diperoleh masyarakat dari kegiatan ekonomi. “Pendapatan perlu ditingkatkan, tetapi pengeluaran juga harus dikelola. Karena itu, literasi keuangan menjadi penting agar peningkatan pendapatan benar-benar bermuara pada peningkatan kesejahteraan,” tambah Herman.

    Peresmian Desa EKI Jagara berlangsung bersamaan dengan BUMDes Festival Jawa Barat 2026. Festival yang digelar pada 29–30 Agustus 2026 tersebut menjadi wadah bagi BUMDes dan pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, memperluas jejaring, serta membuka akses pasar.

    Sejumlah produk lokal turut ditampilkan, termasuk kuliner masyarakat melalui “Ngecrok Tutut Sajagat Sajedingna”. Kehadiran produk tersebut menunjukkan potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan melalui kreativitas masyarakat sekaligus diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas.

    Bagi Jagara, penetapan sebagai Desa EKI menjadi langkah untuk memperkuat kegiatan ekonomi yang sudah berjalan. Potensi wisata, BUMDes, UMKM, dan usaha masyarakat diarahkan agar dapat berkembang dengan dukungan kapasitas usaha, akses pasar, serta pengelolaan keuangan yang lebih baik.

    OJK Cirebon bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Kuningan, Pemerintah Desa Jagara, BUMDes, industri jasa keuangan, pelaku UMKM, dan masyarakat akan melanjutkan kolaborasi dalam memperkuat ekosistem keuangan di desa tersebut.

    Ke depan, pengembangan Desa EKI Jagara diarahkan pada peningkatan literasi keuangan, perluasan akses terhadap layanan jasa keuangan formal, serta pemanfaatan produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat. Penetapan ini menjadi pijakan untuk memperkuat potensi ekonomi yang telah tumbuh sekaligus menempatkan masyarakat dan pelaku usaha sebagai aktor utama dalam pengembangan ekonomi Desa Jagara. (Haris)

  • Penumpang Kereta Bisa Isi Air Minum Gratis di Tiga Stasiun

    Penumpang Kereta Bisa Isi Air Minum Gratis di Tiga Stasiun

    cirebontrust.id – KAI Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon menyediakan Water Station di tiga stasiun sebagai fasilitas air minum gratis bagi pelanggan kereta api. Fasilitas yang berada di Stasiun Cirebon, Stasiun Cirebon Prujakan, dan Stasiun Jatibarang itu sekaligus diarahkan untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.

    Melalui fasilitas tersebut, pelanggan dapat mengisi kembali air minum sebelum maupun selama perjalanan. Air tersedia dalam tiga pilihan, yaitu panas, suhu normal, dan dingin, sehingga dapat digunakan sesuai kebutuhan.

    Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan keberadaan Water Station menjadi bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), terutama pada aspek lingkungan.

    “Penyediaan Water Station merupakan bentuk nyata komitmen KAI Daop 3 Cirebon dalam menerapkan prinsip ESG, khususnya dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kami mengajak para pelanggan untuk membiasakan diri membawa tumbler saat bepergian dengan kereta api sehingga dapat mengisi ulang air minum secara gratis di stasiun,” ujar Muhibbuddin.

    Fasilitas tersebut tidak hanya ditujukan untuk memberikan akses air minum kepada penumpang. KAI juga mendorong perubahan kebiasaan dengan mengajak pelanggan membawa tumbler yang dapat digunakan berulang kali.

    Dari sisi pengolahan, Water Station menggunakan water purifier yang terhubung dengan sumber air perpipaan atau air tanah yang telah diolah. Sistem ini memungkinkan penyediaan air minum tanpa bergantung pada galon isi ulang.

    Air yang tersedia terlebih dahulu melewati proses filtrasi berlapis. KAI juga melakukan pengujian melalui Water Quality Laboratory (WQL) untuk memastikan air memenuhi parameter kualitas air minum dan aman dikonsumsi pelanggan.

    Dalam penyediaan fasilitas tersebut, KAI menggandeng pihak yang memiliki kompetensi dalam pengolahan dan pemeriksaan kualitas air, di antaranya Coway International Indonesia dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

    Kerja sama itu mendukung penyelenggaraan layanan drinking water station, termasuk proses pengujian kualitas air sebelum fasilitas dimanfaatkan pelanggan.

    “Water Station ini bukan sekadar fasilitas untuk mengisi air minum. Di dalamnya terdapat sistem pengolahan dan filtrasi berlapis serta proses pengujian kualitas air yang dilakukan secara terukur. Kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman kepada pelanggan ketika memanfaatkan fasilitas ini,” kata Muhibbuddin.

    Kualitas air pada fasilitas tersebut diperiksa melalui serangkaian pengujian laboratorium. Parameter yang diperiksa mencakup mikrobiologi, kimia anorganik, fisik, dan kimiawi untuk memastikan air memenuhi persyaratan kualitas air minum sesuai ketentuan yang berlaku.

    Sistem water purifier juga berfungsi membantu melindungi air dari potensi kontaminasi zat berbahaya, termasuk mikroplastik dan Bisphenol A (BPA) yang dapat berkaitan dengan penggunaan jenis wadah plastik tertentu.

    Kehadiran Water Station menjadi salah satu langkah KAI Daop 3 Cirebon dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam layanan perjalanan kereta api. Pelanggan yang membawa tumbler dapat mengurangi ketergantungan terhadap air minum dalam kemasan sekali pakai.

    Langkah tersebut juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama terkait upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

    Muhibbuddin berharap fasilitas ini dapat mendorong lebih banyak pelanggan membawa tumbler ketika menggunakan kereta api. Menurut dia, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pengurangan sampah plastik.

    “Kami berharap keberadaan Water Station ini dapat mendorong semakin banyak pelanggan untuk membawa tumbler dari rumah. Satu tumbler yang digunakan berulang kali mungkin terlihat sebagai langkah sederhana, tetapi jika dilakukan oleh jutaan pelanggan kereta api, tentu kontribusinya terhadap pengurangan sampah plastik akan menjadi jauh lebih besar. Ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menciptakan perjalanan yang lebih sehat, nyaman, dan ramah lingkungan bagi generasi mendatang,” tutup Muhibbuddin. (Haris)

  • Gebyar Posmart Perkuat Kemandirian Kader Posyandu di Empat Desa

    Gebyar Posmart Perkuat Kemandirian Kader Posyandu di Empat Desa

    cirebontrust.id – Cirebon Power menggelar Gebyar Program Posyandu Mandiri dan Produktif (Posmart) pada Senin, 31 Agustus 2026, sebagai puncak rangkaian pelatihan kader Posyandu yang telah berlangsung selama enam bulan. Program ini difokuskan untuk meningkatkan kemampuan kader sekaligus mendorong Posyandu menjadi lebih mandiri dan produktif dalam melayani masyarakat.

    Head of CSR Cirebon Power, Fernando Eka Satria, mengatakan pelaksanaan Posmart tahap pertama menyentuh empat desa, yakni Desa Citemu, Bandengan, Waruduwur, dan Kanci. Keempat desa tersebut menjadi sasaran awal penguatan kapasitas kader Posyandu melalui pendampingan berkelanjutan.

    “Ini adalah puncak dari rangkaian pelatihan Posyandu selama enam bulan terakhir. Untuk tahap pertama, kami melakukan peningkatan Posyandu di empat desa, yakni Citemu, Bandengan, Waruduwur, dan Kanci,” ujar Fernando.

    Ia menjelaskan, dukungan yang diberikan Cirebon Power tidak berhenti pada penyediaan sarana dan peralatan Posyandu. Perusahaan juga memberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian kader agar mampu menjalankan perannya dengan lebih optimal.

    “Kita bukan hanya memberikan peralatan ke Posyandu, tetapi juga meningkatkan keterampilan dan keahlian para kader,” katanya.

    Dalam puncak kegiatan tersebut, Cirebon Power turut memberikan penghargaan kepada sejumlah kader yang dinilai memiliki dedikasi dan kontribusi lebih dalam menjalankan aktivitas Posyandu di wilayah masing-masing.

    Fernando menambahkan, Posmart juga mengembangkan berbagai kegiatan produktif di lingkungan Posyandu. Menurutnya, kegiatan itu bukan semata berorientasi pada ekonomi, melainkan membangun kebersamaan dan kekompakan antarkader.

    “Kita juga membuat gerakan atau aktivitas produktif untuk setiap Posyandu. Tujuannya bukan semata-mata kegiatan ekonomi, tetapi lebih untuk meningkatkan rasa kebersamaan para kader Posyandu,” jelasnya.

    Program Posmart selanjutnya direncanakan diperluas ke empat desa lainnya. Dengan perluasan tersebut, Cirebon Power berharap semakin banyak kader memperoleh pelatihan dan pelayanan Posyandu di wilayah sekitar perusahaan semakin kuat.

    Fernando juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah, terutama Dinas Kesehatan, serta para kepala desa yang hadir mengikuti rangkaian kegiatan hingga Gebyar Posmart.

    “Alhamdulillah hari ini kami mendapat dukungan sepenuhnya dari pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan. Beberapa kepala desa juga berkenan hadir dari awal hingga puncak kegiatan hari ini,” ungkapnya.

    Kepala Puskesmas Mundu sekaligus Plt. Kepala Puskesmas Astanajapura (Asjap), drg. Tanti Trislowati, menilai program Posmart memberikan manfaat nyata bagi para kader. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi kelanjutan pelatihan yang sebelumnya dilaksanakan CSR Cirebon Power.

    “Saya bangga sekali dengan kegiatan-kegiatan ini. Ini merupakan rangkaian kelanjutan dari pelatihan kader yang dilaksanakan oleh CSR Cirebon Power. Saya ikut senang dan sangat mengapresiasi karena ini bisa menambah pengetahuan dan keterampilan kader, juga meningkatkan persatuan dan kesatuan kader,” ujar Tanti.

    Sekitar 40 kader mengikuti pelatihan rutin selama program berlangsung. Materi yang diberikan meliputi pencatatan dan pelaporan kegiatan Posyandu hingga pendampingan ibu hamil, termasuk pengetahuan mengenai makanan dan pemenuhan kebutuhan gizi.

    “Para kader dilatih tentang pencatatan dan pelaporan, kemudian metode-metode bagaimana tentang ibu hamil, makanan-makanannya, dan sebagainya,” jelasnya.

    Menurut Tanti, peningkatan pengetahuan tersebut membuat kader lebih mandiri dalam melaksanakan tugas yang memang menjadi tanggung jawab mereka sehingga tidak selalu bergantung kepada bidan.

    “Yang pasti tambah pintar, tambah bisa mengerjakan, jadi tambah mandiri. Tidak harus bergantung kepada bidan. Ini bisa membantu pekerjaan yang memang sebetulnya menjadi tugas kader,” katanya.

    Ia berharap program peningkatan kapasitas seperti Posmart dapat terus dipertahankan agar kader semakin mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui Posyandu yang aktif, mandiri, kompak, dan produktif. “Harapannya kader semakin bagus, semakin hebat, semakin mampu melakukan kegiatan-kegiatan, dan semakin mampu dalam pencatatan dan pelaporan. Kegiatan seperti ini juga bisa terus dipertahankan,” pungkasnya. (Haris)

  • Razia Hiburan Malam CSB Mall Sasar Narkoba dan Peredaran Miras

    Razia Hiburan Malam CSB Mall Sasar Narkoba dan Peredaran Miras

    cirebontrust.id – Polres Cirebon Kota bersama TNI dan Satpol PP Kota Cirebon melakukan razia tempat hiburan malam (THM) di kompleks CSB Mall, Jalan DR. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Sabtu (29/08/2026) malam. Razia tersebut menyasar potensi penyalahgunaan narkotika, peredaran minuman beralkohol, dan gangguan keamanan di lingkungan tempat hiburan.

    Kegiatan dimulai sekitar pukul 23.00 WIB dan dipimpin Kasat Resnarkoba Polres Cirebon Kota AKP Shindi Al Afghany, S.H., M.H., M.M. Operasi melibatkan personel gabungan dari Satresnarkoba, Satintelkam, Sipropam, Satsamapta, Sidokes, Subdenpom III Siliwangi Cirebon, serta Satpol PP Kota Cirebon.

    Dalam razia tersebut, petugas mendatangi tiga tempat hiburan malam di kompleks CSB Mall. Pemeriksaan dilakukan terhadap aktivitas di dalam tempat hiburan, termasuk kelengkapan izin minuman beralkohol, ruangan, hingga barang bawaan pengunjung dan karyawan.

    Petugas juga melakukan tes urine di dua lokasi yang menjadi sasaran pemeriksaan. Langkah itu dilakukan sebagai deteksi dini untuk mengetahui kemungkinan adanya penyalahgunaan narkotika sekaligus memberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba.

    Dari pemeriksaan yang dilakukan, petugas menemukan dan mengamankan enam botol minuman beralkohol. Barang tersebut terdiri atas dua botol Heineken, dua botol Soju, dan dua botol Guinness untuk selanjutnya ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

    Sementara itu, enam pengunjung menjalani pemeriksaan urine. Mereka terdiri atas satu laki-laki dan lima perempuan.

    Hasil tes menunjukkan seluruh pengunjung yang diperiksa negatif narkoba. Dengan demikian, tidak ditemukan indikasi penggunaan narkotika dari enam orang yang menjalani tes urine dalam razia tersebut.

    Pengawasan juga dilakukan untuk memastikan pengelola tempat hiburan menjalankan aktivitas sesuai aturan. Polres Cirebon Kota bersama unsur terkait menekankan pentingnya mencegah tempat hiburan menjadi lokasi penyalahgunaan narkotika, peredaran minuman beralkohol yang tidak sesuai ketentuan, maupun aktivitas lain yang dapat memicu gangguan keamanan.

    AKP Shindi Al Afghany mengatakan razia akan terus diarahkan pada pencegahan dan deteksi dini penyalahgunaan narkotika serta pengawasan terhadap peredaran minuman beralkohol. Pengawasan tersebut dilakukan bersama unsur terkait guna memperkuat pengendalian di tempat hiburan malam.

    “Razia ini merupakan langkah pencegahan dan deteksi dini untuk memastikan tempat hiburan malam tidak menjadi ruang bagi penyalahgunaan narkotika maupun pelanggaran lainnya. Kami mengajak pengelola dan pengunjung untuk mematuhi ketentuan yang berlaku, menjaga lingkungan tempat hiburan dari narkoba, serta tidak memberikan ruang bagi peredaran maupun penyalahgunaan narkotika,” ujar AKP Shindi Al Afghany. (Haris)

  • Tarif Tol Cipeundeuy Resmi Berlaku, Cek Besarannya

    Tarif Tol Cipeundeuy Resmi Berlaku, Cek Besarannya

    cirebontrust.id – Tarif Gerbang Tol Sementara Cipeundeuy KM 87+950 Jalur A arah Cirebon mulai diberlakukan Astra Tol Cipali pada Minggu, 30 Agustus 2026 pukul 06.00 WIB. Penerapan tarif tersebut dilakukan setelah pengguna jalan sebelumnya mendapat akses melintas tanpa biaya sejak gerbang tol sementara itu beroperasi pada 21 Agustus 2026.

    Kebijakan tarif di Gerbang Tol Sementara Cipeundeuy mengacu pada Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 7429/KPTS/Mn/2026 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol.

    Gerbang Tol Sementara Cipeundeuy menggunakan sistem transaksi tertutup. Dengan sistem ini, besaran tarif yang dibayarkan pengguna jalan disesuaikan dengan titik asal dan tujuan perjalanan.

    Untuk perjalanan dari GT Cikampek atau Cikampek Utama menuju GT Sementara Cipeundeuy, kendaraan Golongan I dikenakan tarif Rp18.000. Sementara itu, tarif untuk kendaraan Golongan II dan III sebesar Rp29.500, sedangkan Golongan IV dan V sebesar Rp37.000.

    Adapun pengguna jalan yang melanjutkan perjalanan dari GT Sementara Cipeundeuy menuju GT Kalijati akan dikenakan tarif berbeda. Kendaraan Golongan I membayar Rp12.500, Golongan II dan III Rp21.000, serta Golongan IV dan V sebesar Rp26.000.

    Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali Ardam Rafif Trisilo mengimbau pengguna jalan mempersiapkan perjalanan sebelum memasuki ruas tol, terutama dengan memastikan saldo uang elektronik mencukupi.

    Selain kesiapan saldo, pengguna jalan juga diminta memastikan kendaraan dalam kondisi prima. Pengemudi diharapkan mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas selama perjalanan.

    Astra Tol Cipali juga mengingatkan pengguna jalan untuk tetap mengutamakan keselamatan. Dengan mulai berlakunya tarif tersebut, pengguna GT Sementara Cipeundeuy perlu memperhatikan asal dan tujuan perjalanan untuk mengetahui besaran tarif yang harus dibayarkan. (Haris)

  • Libur Maulid Nabi 2026, 63.475 Pelanggan Naik Kereta Api

    Libur Maulid Nabi 2026, 63.475 Pelanggan Naik Kereta Api

    cirebontrust.id – KAI Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mencatat 63.475 pelanggan menggunakan layanan kereta api selama libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW 2026. Jumlah tersebut merupakan akumulasi pelanggan yang datang maupun berangkat dari wilayah Daop 3 Cirebon.

    Dari total tersebut, sebanyak 30.575 pelanggan tercatat tiba di wilayah Daop 3 Cirebon. Sementara itu, 32.900 pelanggan lainnya melakukan perjalanan dengan keberangkatan dari wilayah Daop 3 Cirebon.

    Data KAI Daop 3 Cirebon menunjukkan adanya dua periode dengan jumlah mobilitas tertinggi. Kedatangan pelanggan mencapai puncaknya pada 22 Agustus 2026 dengan 6.285 pelanggan.

    Adapun jumlah keberangkatan tertinggi terjadi pada 25 Agustus 2026. Pada tanggal tersebut, sebanyak 7.053 pelanggan tercatat melakukan perjalanan dari wilayah Daop 3 Cirebon.

    Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan perjalanan, KAI Daop 3 Cirebon menyiapkan delapan perjalanan kereta api reguler selama periode libur panjang tersebut. Selain itu, satu perjalanan kereta api tambahan juga dioperasikan untuk menambah kapasitas angkutan.

    Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin menilai tingginya jumlah pelanggan menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai salah satu pilihan transportasi, termasuk untuk perjalanan jarak jauh.

    “Antusiasme masyarakat menggunakan kereta api pada libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW 2026 cukup tinggi. Tercatat 63.475 pelanggan menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon, baik untuk datang maupun berangkat. Kondisi ini menunjukkan bahwa kereta api semakin dipercaya masyarakat sebagai pilihan transportasi untuk melakukan perjalanan, termasuk perjalanan jarak jauh,” ujar Muhib.

    Menurut Muhib, penambahan perjalanan menjadi bagian dari kesiapan KAI menghadapi kenaikan permintaan selama momentum libur panjang. Dengan kapasitas yang disiapkan, masyarakat memiliki alternatif jadwal perjalanan yang lebih banyak.

    “Pengoperasian KA tambahan merupakan bagian dari upaya KAI dalam mengantisipasi peningkatan permintaan perjalanan. Kami ingin memastikan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan perjalanan sekaligus dapat bepergian dengan aman, nyaman, dan lancar selama momentum libur panjang,” tambahnya.

    KAI Daop 3 Cirebon juga menyampaikan apresiasi kepada pelanggan yang memilih kereta api selama masa libur panjang. Kepercayaan tersebut menjadi dorongan bagi KAI untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan kepada KAI. Kepercayaan masyarakat merupakan motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan memastikan perjalanan pelanggan berlangsung aman, nyaman, selamat, serta tepat waktu. Kami berharap kereta api dapat terus menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan,” pungkas Muhib. (Haris)

  • Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon Sarat Makna Kelahiran Nabi

    Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon Sarat Makna Kelahiran Nabi

    cirebontrust.id – Tradisi Panjang Jimat kembali digelar Keraton Kasepuhan Cirebon pada Rabu (26/8/2026) malam sebagai puncak rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Prosesi Pelal Ageng tersebut berlangsung dengan arak-arakan berbagai perangkat adat dan sajian yang memiliki makna simbolis terkait kelahiran Nabi Muhammad SAW.

    Patih Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon, PRA Goemilar Soeriadiningrat, mengatakan pelaksanaan Panjang Jimat menjadi puncak dari rangkaian kegiatan yang telah dimulai sebelumnya, termasuk tradisi siraman panjang.

    “Alhamdulillah malam hari ini, di tanggal 26, di malam Kamis, kami Keraton Kasepuhan Cirebon bisa mengadakan acara tradisi, tradisi Panjang Jimat, yang intinya memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW,” kata Goemilar.

    Menurut dia, iring-iringan Panjang Jimat terbagi dalam sejumlah bagian, mulai dari Panjang 1 hingga Panjang 7. Dalam rangkaian tersebut juga terdapat meron atau dongdang dengan 38 piring pengiring yang sebelumnya menjalani proses pencucian.

    Goemilar menjelaskan, sejumlah benda yang dibawa dalam arak-arakan tidak hanya berfungsi sebagai perlengkapan upacara. Setiap perangkat memiliki simbol yang berkaitan dengan proses kelahiran manusia.

    “Sebetulnya tadi iring-iringan itu bermakna kelahiran anak manusia. Jadi contoh, ada Kembang Goyang itu menandakan ari-ari, air pasatan itu seperti air ketuban, atau ya serbat itu seperti darah setelah melahirkan,” ujarnya.

    Sebelum arak-arakan dimulai, para abdi dalem dan perangkat keraton terlebih dahulu menjalani persiapan lahir dan batin. Penata upacara melakukan Ngadu Batos dengan menghadap Sultan Sepuh atau pihak yang mewakili untuk menyampaikan maksud sekaligus meminta restu atas pelaksanaan rangkaian Panjang Jimat.

    Rangkaian malam tersebut juga diisi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, selawat, zikir, doa, pengkisahan sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW, serta tausiah. Kegiatan tersebut berlangsung sejak selepas Magrib hingga menjelang prosesi puncak.

    Menjelang arak-arakan, Pangeran Komisi melakukan sungkem kepada Pangeran Patih sebagai penanda dimulainya prosesi. Dalam rangkaian tersebut, Pangeran Patih menjalankan tata laku khusus dengan tidak berbicara selama prosesi sebagai simbol keteguhan, keheningan batin, dan istikamah dalam menjalankan amanah adat.

    Setelah itu, rombongan bergerak dengan barisan yang diawali Pangeran Patih, keluarga keraton, tokoh dan perangkat keraton, serta abdi dalem yang mendapat tugas khusus.

    Di belakangnya terdapat rombongan pembawa pusaka dan atribut kebesaran keraton. Perangkat yang dibawa antara lain pusaka, bendera kebesaran, panji-panji, atribut adat, serta perlengkapan simbolis lainnya, termasuk Bendera Macan Ali.

    Bagian utama arak-arakan kemudian diisi rombongan pembawa Panjang Jimat. Para abdi dalem membawa sejumlah perlengkapan, seperti piring panjang atau Panjang Jimat, kendi, lodor, Nasi Jimat, tumpeng, serta berbagai sajian dan perlengkapan upacara lainnya.

    Seluruh bawaan tersebut disusun dan dibawa mengikuti tata cara serta ketentuan adat yang berlaku. Maknanya tidak sebatas sebagai bagian dari prosesi, tetapi menjadi pengingat mengenai nilai keimanan, keteladanan, serta ajaran Nabi Muhammad SAW.

    Setelah seluruh rombongan siap, arak-arakan bergerak dari kawasan bangsal keraton menuju Langgar Agung. Perjalanan dilakukan dengan mempertahankan tata urutan rombongan dan melewati kawasan keraton, termasuk Pintu Si Blawong.

    Sesampainya di Langgar Agung, perangkat dan sajian Panjang Jimat ditempatkan pada lokasi yang telah ditentukan. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Al-Barzanji yang memuat riwayat dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

    Pembacaan tersebut dilakukan bersama-sama dalam suasana khidmat sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Rasulullah SAW. Setelahnya, rangkaian ditutup dengan doa bersama untuk memohon keberkahan, keselamatan, ketenteraman, serta petunjuk agar masyarakat dapat meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.

    Puncak Panjang Jimat atau Pelal Ageng menjadi bagian penting dalam peringatan Maulid Nabi di Keraton Kasepuhan Cirebon. Tradisi tersebut memadukan tata adat keraton, syiar Islam, penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW, dan pelestarian warisan budaya Cirebon.

    Melalui prosesi tersebut, peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga mengingatkan pentingnya menerapkan nilai dan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari. (Haris)

  • Kemerdekaan Dimaknai Pemkot Cirebon Lewat Pelayanan dan Pembangunan

    Kemerdekaan Dimaknai Pemkot Cirebon Lewat Pelayanan dan Pembangunan

    cirebontrust.id – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimaknai Pemerintah Kota Cirebon bukan hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga lewat pelayanan publik dan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.

    Kemudahan mengurus administrasi kependudukan, memperoleh layanan kesehatan, mengakses perizinan, hingga mendapatkan informasi secara digital menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari.

    Salah satu fasilitas yang mendukung pelayanan tersebut adalah Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cirebon. Berbagai layanan pemerintah diintegrasikan dalam satu tempat sehingga masyarakat memiliki akses yang lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan administrasinya.

    Pengalaman terhadap pelayanan pemerintah juga dirasakan warga. Zardin Harlan (51), warga Kesenden, Kecamatan Kejaksan, menilai pelayanan yang diterimanya saat ini semakin tertata. Ia juga mengapresiasi sikap petugas ketika memberikan pelayanan.

    “Pelayanan saat ini saya selalu merasakan budaya 5S, senyum, salam, sapa, sopan, dan santun,” ujar Zardin.

    Meski mengapresiasi perubahan tersebut, Zardin berharap penyampaian informasi mengenai persyaratan dan tahapan pelayanan semakin diperkuat. Menurutnya, informasi yang lebih jelas dapat mencegah warga harus kembali karena dokumen yang dibutuhkan belum lengkap.

    “Harapannya lebih ditingkatkan lagi dalam hal sosialisasi ke masyarakat, dengan alur Pemkot, kecamatan, kelurahan, RW, sampai RT,” katanya.

    Kemudahan akses melalui teknologi juga mulai dirasakan Juhaeriyah (38), ibu rumah tangga asal Kesenden, Kecamatan Kejaksan. Ia menilai layanan daring membuat masyarakat lebih cepat memperoleh informasi sekaligus mengakses sejumlah kebutuhan pelayanan.

    “Sekarang terasa lebih mudah dan cepat, terutama karena adanya layanan secara online dan informasi yang lebih mudah diperoleh,” ujar Juhaeriyah.

    Namun, menurut Juhaeriyah, digitalisasi pelayanan tetap perlu disertai layanan secara langsung. Dengan begitu, masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam mengakses teknologi tetap memperoleh kesempatan yang sama.

    “Pelayanan publik yang mudah, cepat, dan adil merupakan salah satu bentuk kemerdekaan bagi masyarakat. Masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan yang baik tanpa dipersulit,” katanya.

    Makna kemerdekaan juga tidak hanya berkaitan dengan pelayanan di kantor pemerintahan. Bagi warga yang menjalani aktivitas di jalan, kondisi infrastruktur menjadi bagian yang langsung dirasakan dalam keseharian.

    Widyo Priatno (47), warga Syekh Magelung, Kelurahan Kejaksan, yang bekerja sebagai pengemudi ojek online, berharap kualitas jalan terus diperhatikan. Kondisi jalan, menurutnya, berpengaruh langsung terhadap aktivitas dan kendaraan yang digunakan untuk bekerja.

    “Kalau kami para ojol mah berharap jalan mulus. Karena kalau jalan rusak, kendaraan cepat rusak juga,” ujar Widyo.

    Ia juga menyoroti penataan kawasan Sungai Sukalila. Menurut Widyo, perubahan di kawasan tersebut membuat kondisi sekitar sungai terasa lebih nyaman, terutama karena berkurangnya persoalan parkir sembarangan di sisi sungai.

    “Dengan adanya penataan kawasan Sukalila, menurut saya agak nyaman karena tidak ruwet lagi dengan parkir sembarangan di sepanjang pinggiran sungai,” katanya.

    Upaya Pemkot Cirebon dalam meningkatkan pelayanan dan tata kelola pemerintahan turut tercermin dari sejumlah penghargaan yang diterima. Di antaranya Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026, capaian pelayanan KB metode operatif wanita (MOW) 2025, serta pencapaian Rumah Data Kependudukan Paripurna lebih dari 100 persen.

    Kota Cirebon juga tercatat meraih penghargaan dalam pelaksanaan fasilitasi Siperindu terbanyak untuk kategori minimal empat kali dan menjadi Terbaik Pertama Kategori Pengendalian Inflasi dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026.

    Di bidang tata kelola keuangan, Kota Cirebon memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-10 kalinya secara berturut-turut. Penghargaan lain yang diraih meliputi Juara II Sayembara Penanganan ODGJ Terbaik kategori Dinas Sosial Kabupaten/Kota dan Juara Terunik Fashion Show Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2026.

    Kota Cirebon juga menjadi Juara Umum Porsenitas XIII KUNCI BERSAMA 2026, meraih penghargaan Koperasi Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat dalam Anugerah Koperasi Jawa Barat 2026, serta LPM Award 2026.

    Selain itu, Kota Cirebon masuk dalam 10 besar nasional hasil penilaian PEKPPP. Pemerintah daerah ini juga mendapatkan Opini Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi dari Ombudsman Republik Indonesia Tahun 2025 serta Public Service Award 2026 Jawa Barat.

    Bagi Pemkot Cirebon, deretan penghargaan tersebut tidak dipandang sebagai akhir dari proses pembenahan. Capaian itu sekaligus menjadi pengingat agar peningkatan pelayanan, kesehatan, pengendalian ekonomi, tata kelola pemerintahan, dan keterlibatan masyarakat terus diarahkan pada manfaat yang dapat dirasakan warga.

    Masih ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, termasuk kecepatan pelayanan, kejelasan informasi, pemerataan akses layanan digital, kualitas pelayanan tatap muka, serta kemampuan pemerintah merespons kebutuhan dan keluhan masyarakat.

    Karena itu, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi pengingat bagi Pemkot Cirebon untuk terus bekerja dan memperbaiki pelayanan. Bagi masyarakat, makna kemerdekaan pada akhirnya bukan hanya hadir dalam perayaan, tetapi juga ketika pelayanan dan pembangunan benar-benar memudahkan kehidupan sehari-hari. (Haris)

  • Operasi Miras di Majalengka Sita 5.195 Botol Minuman Keras

    Operasi Miras di Majalengka Sita 5.195 Botol Minuman Keras

    cirebontrust.id – Polres Majalengka bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka kembali menegaskan komitmen memberantas peredaran minuman keras (miras). Sebanyak 5.195 botol miras hasil operasi penertiban selama dua minggu dimusnahkan di halaman Mapolres Majalengka, Kamis (27/8/2026).

    Jumlah barang bukti tersebut lebih rendah dibandingkan hasil operasi sebelumnya yang mencapai sekitar 6.200 botol. Meski terjadi penurunan, kepolisian memastikan penindakan terhadap peredaran miras akan terus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

    Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan menyatakan Pemerintah Kabupaten Majalengka mendukung langkah aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurut dia, kondisi daerah yang aman dan kondusif diperlukan agar roda pemerintahan serta pembangunan dapat berjalan dengan baik.

    Dena juga mengajak masyarakat mengambil peran dalam membantu aparat keamanan. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan dugaan peredaran miras atau aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing kepada pihak yang berwenang.

    “Atas nama Pemerintah Kabupaten Majalengka, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolres Majalengka beserta seluruh jajaran. Keberhasilan dalam melaksanakan razia serentak operasi miras ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat,” ujar Wakil Bupati Majalengka.

    Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si. turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Daerah, TNI, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat dalam kegiatan penertiban dan penegakan hukum tersebut.

    Menurutnya, upaya menjaga keamanan tidak dapat dibebankan hanya kepada kepolisian. Seluruh unsur masyarakat perlu terlibat agar kondisi Kabupaten Majalengka tetap aman dan tertib.

    “Menjaga Majalengka bukan hanya tugas Polres, melainkan tanggung jawab kita bersama. Mari kita wujudkan Majalengka yang zero miras, zero narkotika, zero knalpot brong, serta aman dari berbagai gangguan kamtibmas,” tegas Kapolres.

    Aldy menyebut peredaran minuman keras beralkohol sebagai salah satu penyakit masyarakat yang menimbulkan keresahan. Selain berdampak terhadap kesehatan fisik dan mental pengguna, peredaran miras juga disebut kerap berkaitan dengan potensi kriminalitas, kekerasan, hingga kecelakaan yang mengancam keselamatan masyarakat.

    Karena itu, pemusnahan barang bukti yang dilakukan Polres Majalengka dinilai memiliki pesan penegakan hukum yang kuat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi peringatan bagi pihak yang masih menjalankan peredaran miras bahwa aparat tidak memberikan ruang bagi aktivitas tersebut di wilayah Majalengka.

    “Ini bukan sekadar seremonial pemusnahan fisik barang bukti semata, melainkan sebuah pesan peringatan yang sangat tegas bahwa aparat penegak hukum tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi peredaran miras di wilayah Kabupaten Majalengka,” tegasnya.

    Kapolres menilai pemberantasan miras membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, aparat penegak hukum, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga perlu membangun kerja sama agar penanganan penyakit masyarakat tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan.

    “Penanganan penyakit masyarakat ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi, kolaborasi, dan kesatuan langkah dari seluruh elemen pemerintahan, aparat penegak hukum, serta para tokoh agama,” katanya.

    Sinergi lintas elemen tersebut diharapkan memperkuat upaya menciptakan Kabupaten Majalengka yang aman, nyaman, dan kondusif. Komitmen pemberantasan miras pun ditegaskan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Majalengka.

    Majalengka Langkung Sae, bersama wujudkan Majalengka yang aman, tertib dan bebas dari berbagai gangguan kamtibmas. (Abduh)

  • Hari Indonesia Menabung, 529 Siswa Buka Rekening SimPel

    Hari Indonesia Menabung, 529 Siswa Buka Rekening SimPel

    cirebontrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon memperkuat edukasi dan akses keuangan bagi pelajar melalui puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 yang digelar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Cirebon, Kabupaten Cirebon. Kegiatan tersebut diikuti 540 siswa dan diarahkan untuk membangun kebiasaan menabung serta kemampuan mengelola keuangan sejak usia dini.

    Puncak HIM 2026 itu menjadi bagian dari kolaborasi OJK Cirebon bersama pemerintah daerah, dunia pendidikan, asosiasi industri, dan pelaku usaha jasa keuangan. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Bupati Cirebon, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Wali Kota Cirebon yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Bupati Majalengka yang diwakili Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, serta Kepala Sekolah Rakyat.

    Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Komisariat Cirebon bersama sejumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) juga terlibat dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan industri jasa keuangan diarahkan untuk memperluas akses sekaligus memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat.

    Bupati Cirebon Imron Rosyadi menyambut positif pelaksanaan Hari Indonesia Menabung 2026. Menurutnya, kebiasaan menyisihkan uang sejak anak-anak bukan hanya berkaitan dengan pengelolaan keuangan, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter.

    “Menabung bukan sekadar menyisihkan uang. Di dalamnya terdapat nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan menentukan prioritas, dan kebiasaan merencanakan masa depan. Karena itu, budaya menabung harus kita tanamkan sejak dini sebagai bagian dari pendidikan karakter anak-anak kita,” ujar Imron.

    Ia juga memandang Sekolah Rakyat sebagai lingkungan yang strategis untuk membentuk karakter, kemandirian, dan kecakapan hidup siswa. Pemerintah Kabupaten Cirebon menyatakan dukungannya terhadap penguatan kerja sama dengan OJK dan industri jasa keuangan, terutama dalam memperluas edukasi serta akses keuangan bagi generasi muda.

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, turut menekankan pentingnya pengenalan budaya menabung kepada pelajar. Edukasi yang diberikan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak dinilai dapat membantu membentuk perilaku keuangan yang sehat hingga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

    Pandangan serupa disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia. Ia menilai literasi keuangan bagi anak tidak berhenti pada pengenalan uang, tetapi juga mencakup kemampuan menentukan prioritas, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta bertanggung jawab atas keputusan keuangan.

    “Literasi keuangan bukan hanya tentang bagaimana anak-anak mengenal dan menggunakan uang, tetapi juga bagaimana mereka belajar menentukan prioritas, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta bertanggung jawab terhadap keputusan keuangannya. Karena itu, edukasi seperti ini penting untuk terus diperkuat sejak lingkungan sekolah,” ujar Sophi.

    Dorongan terhadap literasi keuangan tersebut berlangsung di tengah peningkatan pemahaman dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diselenggarakan OJK bersama Badan Pusat Statistik (BPS), indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57 persen, naik dari 66,64 persen pada 2025.

    Sementara itu, indeks inklusi keuangan pada 2026 tercatat 93,61 persen, meningkat dibandingkan 92,74 persen pada tahun sebelumnya. OJK menilai peningkatan tersebut tetap perlu dibarengi dengan penguatan perilaku keuangan agar masyarakat menggunakan produk dan layanan jasa keuangan secara bijak, aman, dan sesuai kebutuhan.

    Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, mengatakan HIM 2026 tidak semestinya berhenti sebagai kegiatan tahunan. Menurutnya, momentum tersebut perlu diarahkan untuk membentuk kebiasaan finansial yang dapat diterapkan anak dalam kehidupan sehari-hari.

    “Kami ingin Hari Indonesia Menabung tidak berhenti sebagai sebuah momentum tahunan. Lebih dari itu, kami ingin menumbuhkan kebiasaan. Karena ketika menabung sudah menjadi kebiasaan sejak dini, anak-anak akan belajar mengelola keuangan, memahami kebutuhan dan keinginan, serta mulai merencanakan masa depan,” ujar Agus Muntholib.

    OJK Cirebon juga terus mendorong Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), program inklusi keuangan bagi pelajar, serta kepemilikan rekening sejak usia sekolah. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memperluas inklusi keuangan, tetapi juga membentuk kemampuan siswa dalam mengatur kebutuhan dan keinginan.

    Salah satu langkah nyata dalam kegiatan HIM 2026 adalah pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) bagi 529 siswa Sekolah Rakyat. Fasilitas tersebut menjadi sarana awal bagi para siswa untuk mengenal layanan keuangan formal sekaligus membangun kebiasaan menabung secara konsisten.

    Perbarindo Komisariat Cirebon bersama industri BPR turut memperkuat ekosistem tersebut. Selain menyediakan akses layanan, BPR/BPRS didorong mengambil peran dalam edukasi keuangan dan pembentukan kebiasaan menabung karena kedekatannya dengan masyarakat.

    Dalam kegiatan itu, OJK Cirebon juga memberikan penghargaan kepada Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang dinilai memiliki capaian dan kinerja terbaik dalam mendukung Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) serta edukasi keuangan bagi pelajar di wilayah Ciayumajakuning.

    Untuk kategori KEJAR Termasif, penghargaan sektor BPR/BPRS diberikan kepada Perumda BPR Majalengka, sedangkan kategori bank umum diraih PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk KC Majalengka.

    Pada kategori KEJAR Tertinggi, penghargaan BPR/BPRS diberikan kepada PT Perseroda BPR Kuningan dan kategori bank umum kepada PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk KC Kuningan.

    Sementara itu, penghargaan Financial Literacy Award (FLA) Segmen Pelajar untuk kategori BPR/BPRS diberikan kepada PT Perseroda BPR Kuningan. Untuk kategori bank umum, penghargaan tersebut diterima PT Bank Syariah Indonesia Tbk KC Cirebon.

    Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar industri jasa keuangan terus memperluas pelaksanaan KEJAR dan meningkatkan edukasi keuangan bagi pelajar di wilayah Ciayumajakuning.

    Pelaksanaan HIM 2026 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Cirebon mempertemukan unsur pemerintah daerah, KPwBI Cirebon, DPRD, sekolah, Perbarindo, dan industri jasa keuangan dalam satu gerakan literasi serta inklusi keuangan.

    OJK Cirebon menegaskan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan akan terus diperkuat untuk mendorong masyarakat yang semakin cerdas, inklusif, dan terlindungi dalam menggunakan produk serta layanan jasa keuangan.

    “Hari Indonesia Menabung adalah momentum untuk menanamkan satu pesan sederhana kepada generasi muda: masa depan tidak hanya dipersiapkan dengan cita-cita, tetapi juga dengan kebiasaan baik yang dilakukan sejak sekarang. Salah satunya adalah menabung dan mengelola keuangan secara bijak,” tutup Agus Muntholib. (Haris)