Tag: makan bergizi gratis

  • Program Makan Bergizi Gratis Perangi Gizi Buruk dan Stunting

    Program Makan Bergizi Gratis Perangi Gizi Buruk dan Stunting

    cirebontrust.id – Anggota Komisi IX DPR RI Putih Sari bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tirta Mulya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (2/8/2025).

    Program itu merupakan langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan akses gizi.

    Kegiatan bertema Bersama Mewujudkan Generasi Sehat Indonesia itu berlangsung di GOR SMPN 1 Tirta Mulya mulai pukul 10.00 WIB dan dihadiri ratusan warga setempat.

    Acara dibuka oleh Putih Sari, Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi BGN Anyelir Puspa Kemala (daring), Kepala Biro Umum dan Keuangan BGN Lili Khamiliyah, serta perwakilan SMPN 1 Tirta Mulya, Nardi.

    Putih Sari mengatakan, Program MBG adalah terobosan baru yang perlu mendapat dukungan luas agar dapat berjalan optimal.

    “Program Makan Bergizi Gratis bertujuan memperbaiki gizi anak-anak dan ibu hamil. Dari gizi yang cukup akan lahir potensi maksimal untuk tumbuh kembang yang lebih baik. Program ini juga berperan memerangi gizi buruk dan stunting di Indonesia,” ujarnya.

    Sementara itu, Lili Khamiliyah menegaskan bahwa Program MBG hadir untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi, anak-anak, ibu menyusui, dan ibu hamil. Program ini juga menjadi bagian dari visi pemerintah mewujudkan Indonesia Emas 2045 dari sektor gizi.

    “MBG tidak hanya memberikan makanan bergizi gratis, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan membantu sirkulasi ekonomi. Program ini membutuhkan dapur, pekerja, dan bahan baku, sehingga turut menggerakkan ekonomi daerah,” kata Lili.

    Anyelir Puspa Kemala menambahkan, sasaran utama Program MBG adalah anak-anak dan ibu hamil.

    “Anak-anak adalah generasi penerus yang akan berperan di masa depan. Program MBG membantu mengoptimalkan tumbuh kembang mereka sehingga dapat menjadi aktor penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tuturnya. (Haris)

  • Program Makan Bergizi Gratis Dorong Anak Sehat Menuju Indonesia Emas

    Program Makan Bergizi Gratis Dorong Anak Sehat Menuju Indonesia Emas

    cirebontrust.id – Pemerintah, melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Komisi IX DPR RI, menggencarkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah konkret dalam membangun generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.

    Sosialisasi program tersebut berlangsung di GPM Ballroom, Bekasi Timur, Kamis (24/7/2025), dan dihadiri ratusan warga.

    Kegiatan sosialisasi yang mengangkat tema Bersama Mewujudkan Generasi Sehat Indonesia itu dibuka oleh perwakilan anggota Komisi IX DPR RI, Ranny Fahd Arafiq melalui konferensi video, Staf Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi BGN Alwin Supriyadi, serta Anggota DPRD Kota Bekasi, Daryanto.

    Dalam sambutannya, Ranny menegaskan, MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang strategis untuk mendukung visi Presiden Prabowo Subianto mewujudkan Indonesia Emas 2045.

    “Program yang dibawa oleh Badan Gizi Nasional merupakan salah satu program prioritas dan strategis Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Ranny.

    Ia juga mengimbau para orang tua untuk memperhatikan pola makan bergizi bagi anak-anak mereka sejak dini.

    “Makanan bergizi yang mengandung protein dan karbohidrat sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” tambahnya.

    Senada dengan Ranny, Alwin Supriyadi dari BGN menegaskan, sosialisasi itu bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya asupan gizi bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.

    “Program Makan Bergizi Gratis ini hadir untuk anak-anak Indonesia, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. MBG dapat berjalan berkat dukungan semua pihak, termasuk Komisi IX yang hari ini diwakili oleh Ibu Ranny Fahd Arafiq,” kata Alwin.

    Alwin menambahkan, keberhasilan program MBG sangat bergantung pada peran serta aktif masyarakat, terutama dalam pengelolaan dapur sehat atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program di lapangan.

    “Kami sangat berharap dapur-dapur baru segera berdiri di berbagai wilayah, khususnya di Kota Bekasi Selatan, agar para penerima manfaat bisa segera mengakses makanan bergizi secara merata,” ujarnya.

    Sementara itu, Anggota DPRD Bekasi Daryanto menegaskan, program MBG merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui.

    “Saya berharap program ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan benar-benar maksimal dalam pelaksanaannya di lapangan,” kata Daryanto.

    Dengan kehadiran Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berharap Indonesia mampu melahirkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan siap bersaing di kancah global menuju Indonesia Emas 2045. (Haris)

  • UMKM Jadi Mitra Strategis Program Makan Bergizi Gratis

    UMKM Jadi Mitra Strategis Program Makan Bergizi Gratis

    cirebontrust.id – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan serta distribusi pangan, terutama di wilayah yang sulit dijangkau industri besar.

    Peran UMKM tidak hanya menopang ketersediaan makanan sehat, tetapi juga terbukti memberi dampak nyata terhadap penurunan angka stunting dan peningkatan literasi gizi masyarakat, sejalan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Hal ini mengemuka dalam kegiatan Pelatihan Pemberdayaan Peran Serta Masyarakat (PPM) yang digelar Badan Gizi Nasional (BGN) di Hotel Grand Whiz Simatupang, Jakarta Selatan, pada 21–23 Juli 2025.

    Acara itu dihadiri ratusan pelaku UMKM yang siap mendukung implementasi program MBG.

    Kegiatan tersebut dibuka oleh perwakilan Badan Gizi Nasional Rima Nurisa Brahmani, praktisi UMKM Fransisca Exferina Edwar, serta trainer wirausaha Gatot Subroto. Dalam sambutannya, Rima menegaskan BGN adalah lembaga tunggal yang ditunjuk pemerintah untuk menjalankan program MBG.

    “BGN adalah inisiatif strategis pemerintah Indonesia yang bertugas melaksanakan pemenuhan gizi masyarakat. Kami fokus pada peningkatan kualitas hidup melalui intervensi yang terstruktur dan berbasis data,” ujar Rima Nurisa.

    Sejak diluncurkan hampir satu tahun lalu, BGN telah memiliki ribuan mitra dapur sehat di berbagai wilayah. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan perluasan program di seluruh Indonesia.

    “Untuk mewujudkan program tersebut secara menyeluruh, kami membutuhkan dukungan dari pelaku usaha daerah, UMKM, dan masyarakat. Tiga aspek inilah yang menjadi kunci keberhasilan,” tambah Rima.

    Ia juga mengajak UMKM untuk bersinergi dalam pengembangan usaha sekaligus mendukung program gizi nasional.

    “Mari bersama-sama kita bersinergi untuk memajukan bisnis, baik UMKM maupun usaha lain. Ke depan, masyarakat bisa menjadi mitra BGN. Sinergi ini adalah langkah nyata untuk mewujudkan program Presiden RI Prabowo Subianto,” ujarnya.

    Sementara itu, Fransisca Exferina Edwar menyoroti penurunan angka stunting di Indonesia.

    “Tahun 2024, angka stunting tercatat sebesar 19,8 persen, turun dari 21,5 persen pada 2023. Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan, tetapi masih membutuhkan perhatian serius,” kata Fransisca.

    Menurutnya, gizi baik berperan vital dalam pertumbuhan anak dan ketahanan tubuh. Kekurangan gizi dapat memicu stunting, wasting, hingga anemia. Karena itu, UMKM dipandang sebagai mitra strategis dalam penyediaan makanan bergizi, aman, serta berbahan lokal.

    “Dengan menyediakan makanan sehat, edukasi, dan inovasi produk, UMKM bisa menjadi agen perubahan menuju masyarakat yang sehat, mandiri, dan produktif,” lanjut Fransisca.

    UMKM juga berperan penting dalam memperluas akses pangan sehat dengan menjual produk dalam porsi kecil dan harga terjangkau.

    Namun, keterbatasan pengetahuan gizi dan standar kesehatan pangan menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui pelatihan serta pendampingan.

    Penguatan peran UMKM di bidang gizi dinilai akan membantu Indonesia mewujudkan generasi emas yang unggul, berdaya saing global, serta mampu mendorong inovasi di berbagai sektor.

    Dukungan terhadap UMKM pangan bergizi tidak hanya menggerakkan ekonomi, tetapi juga berdampak langsung pada terbentuknya masyarakat sehat, produktif, dan berdaya saing. (Haris)

  • Cegah Stunting, Program Makan Bergizi Gratis Hadir di Karangklesem Banyumas

    Cegah Stunting, Program Makan Bergizi Gratis Hadir di Karangklesem Banyumas

    cirebontrust.id – Pemerintah terus menggencarkan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan kualitas gizi anak-anak dan menekan angka stunting di Indonesia.

    Sosialisasi terbaru program ini digelar di Balai Desa Karangklesem, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Minggu (20/7/2025), dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

    Acara sosialisasi yang mengusung tema “Bersama Mewujudkan Generasi Sehat Indonesia” ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Teti Rohatiningsih, Staf Koordinasi Direktorat Promosi dan Edukasi Badan Gizi Nasional Mohamad Fadil Alchoiri, serta Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cilacap Tengah, Luki Ayu Purwatingingsih.

    Dalam sambutannya, Teti Rohatiningsih menegaskan bahwa program MBG merupakan langkah konkret pemerintah dalam menciptakan generasi sehat dan bebas stunting. Ia juga menyampaikan bahwa implementasi program akan berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun secara matang.

    “Salah satu tujuan utama program MBG adalah membentuk generasi muda yang sehat dan unggul. Di sisi lain, program ini juga dirancang untuk mengurangi angka stunting dan membuka lapangan pekerjaan melalui dapur Makan Bergizi Gratis,” ujar Teti.

    Teti menambahkan, keberadaan dapur MBG yang dikelola melalui satuan SPPG juga akan berkontribusi dalam peningkatan perekonomian lokal. Setiap SPPG diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 45 hingga 50 orang untuk menyiapkan ribuan porsi makanan bergizi setiap hari. Bahan baku yang digunakan pun diprioritaskan berasal dari petani dan pelaku UMKM lokal.

    “Perekonomian warga lokal, khususnya para pelaku UMKM, harus berjalan maksimal demi kelancaran program ini. Satu SPPG akan menjangkau minimal 3.000 penerima manfaat,” imbuhnya.

    Senada dengan Teti, Staf Direktorat Promosi dan Edukasi Badan Gizi Nasional, Mohamad Fadil Alchoiri, menekankan bahwa program ini bukan hanya sekadar pembagian makanan, tetapi merupakan bagian dari strategi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia (SDM).

    “Visi dan misi dari program MBG adalah meningkatkan kualitas SDM menuju Indonesia Emas 2045. Sasaran utamanya adalah peserta didik dan juga masyarakat non-pelajar,” terang Fadil.

    Ia juga memastikan bahwa menu makanan yang disajikan telah memenuhi standar gizi nasional, mencakup protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh anak-anak dalam masa pertumbuhan.

    Sementara itu, Kepala SPPG Cilacap Tengah, Luki Ayu Purwatingingsih, mengungkapkan bahwa program MBG sudah mulai berjalan di beberapa wilayah Banyumas, dan pembangunan dapur sehat terus dilakukan secara bertahap.

    “Saat ini, beberapa wilayah di Banyumas mulai membangun beberapa SPPG. Oleh karena itu, partisipasi aktif dari masyarakat sangat diperlukan agar keberlanjutan program ini terjaga dan manfaatnya dapat dirasakan secara merata,” ujarnya.

    Melalui sosialisasi ini, pemerintah berharap masyarakat semakin memahami pentingnya gizi seimbang dan mendukung pelaksanaan program MBG sebagai investasi strategis bagi masa depan bangsa. (Haris)

  • Program Makan Bergizi Gratis Diperluas, BGN-DPR RI Sosialisasi di Tamansari

    Program Makan Bergizi Gratis Diperluas, BGN-DPR RI Sosialisasi di Tamansari

    cirebontrust.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto terus diperluas cakupannya oleh DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN).

    Program itu ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberian akses gizi yang memadai, khususnya bagi anak-anak.

    Salah satu bentuk implementasi program tersebut diwujudkan dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Jalan Tamansari, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, pada Jumat (18/7/2025).

    Kegiatan dengan tema “Bersama Mewujudkan Generasi Sehat Indonesia” itu dihadiri ratusan peserta dari berbagai lapisan masyarakat.

    Acara sosialisasi dibuka oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris. Turut hadir sebagai narasumber yakni Staf Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi BGN Teguh Suparngadi (secara daring), Pembina Utama Muda IV/C Sukina, serta Penanggung Jawab Program Gizi Sudinkes Jakarta Barat Ira Nola Longga.

    Dalam sambutannya, Charles Honoris menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah konkret pemerintah untuk menyiapkan generasi emas Indonesia pada 2045.

    “Pentingnya memberikan program Makan Bergizi Gratis yang dibawa oleh BGN adalah semata-mata demi masa depan anak-anak Indonesia,” ujar Charles Honoris.

    Ia menambahkan, Komisi IX DPR RI akan terus mendukung dan mengawal program ini agar pelaksanaannya cepat, merata, dan dapat segera dirasakan oleh para penerima manfaat.

    Charles juga mengajak para peserta, khususnya para ibu, untuk menyadari pentingnya kecukupan gizi anak-anak, yang meliputi protein, karbohidrat, serta nutrisi penting lainnya.

    Sementara itu, Pembina Utama Muda IV/C Sukina menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan program MBG, satu dapur akan melayani kebutuhan makan bergizi untuk sekitar 3.000 siswa dari sekolah-sekolah di sekitarnya.

    “Penambahan dapur-dapur baru ke depan sangat diharapkan agar program ini dapat segera dinikmati oleh para peserta didik, baik di sekolah negeri maupun swasta,” ujar Sukina.

    Ia juga mendorong peserta sosialisasi agar turut menyebarluaskan informasi mengenai program ini kepada masyarakat sekitar.

    “Dengan sosialisasi ini, masyarakat Tamansari diharapkan bersabar menunggu program MBG menjangkau wilayah mereka, karena seluruh proses bergantung pada pengadaan dapur terlebih dahulu,” tambahnya.

    Melalui sambungan Zoom, Staf Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi BGN, Teguh Suparngadi, turut menjelaskan tata cara bagi masyarakat yang ingin menjadi mitra dalam penyediaan dapur MBG.

    “Apabila ada masyarakat yang ingin bergabung menjadi mitra pengadaan dapur untuk program Makan Bergizi Gratis, dapat mendaftar melalui situs resmi bgn.go.id,” jelas Teguh.

    Ia menegaskan bahwa proses pendaftaran sebagai mitra tidak dipungut biaya. Teguh berharap, setelah sosialisasi ini, dapur-dapur MBG dapat segera hadir di wilayah Tamansari dan sekitarnya agar manfaat program dapat segera dirasakan oleh peserta didik, ibu hamil, dan ibu menyusui.

    Ira Nola Longga dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat menegaskan pentingnya dukungan dari semua pihak agar program MBG dapat berjalan lancar dan menjangkau penerima manfaat secepat mungkin.

    “Makanan bergizi dan sehat sangat penting bagi anak-anak Indonesia. Dengan konsumsi makanan bergizi, kita bisa mencetak generasi emas pada 2045 mendatang,” kata Ira Nola. (Haris)

  • Uya Kuya Dukung Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta Selatan

    Uya Kuya Dukung Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta Selatan

    cirebontrust.id – Anggota Komisi IX DPR RI Surya Utama, yang dikenal publik dengan nama Uya Kuya, menyampaikan harapannya agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat segera menjangkau seluruh wilayah Jakarta Selatan dan daerah lainnya. Program tersebut merupakan kerja sama antara DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam upaya penguatan gizi bagi masyarakat, terutama anak-anak.

    Harapan itu disampaikannya dalam kegiatan sosialisasi program MBG yang digelar di Aula Al-Ghazali, Pondok Pesantren Darunnajah, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (5/7/2025). Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut diikuti lebih dari 300 warga setempat.

    Sosialisasi tersebut juga dihadiri Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Astrid Khairunisha, perwakilan BGN Ade Tias Maulana, serta Anyelir Puspa Kemala yang hadir secara daring.

    “Sebagai anggota DPR RI Komisi IX, saya akan terus mendukung dan mengawal jalannya program ini agar dapat berjalan cepat, merata, dan segera dinikmati oleh para penerima manfaat,” ujar Surya Utama.

    Ia menambahkan, kualitas pangan dan gizi merupakan fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Program MBG juga dinilai sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

    Sejalan dengan itu, Astrid Khairunisha mengajak seluruh pihak untuk mendukung percepatan realisasi program MBG agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

    “Mengonsumsi makanan bergizi dan sehat sangat penting bagi anak-anak. Dari asupan makanan sehat, akan lahir generasi yang mampu bersaing di kancah internasional,” kata Astrid.

    Dalam kesempatan yang sama, perwakilan BGN Ade Tias Maulana menjelaskan bahwa program MBG memiliki mekanisme operasional yang terstruktur. Setiap satu dapur MBG dirancang untuk melayani kebutuhan makan sekitar 3.000 siswa dari sekolah-sekolah di sekitarnya.

    “Oleh karena itu, penambahan dapur-dapur baru ke depan sangat diharapkan agar program ini dapat segera dinikmati oleh seluruh peserta didik, baik di sekolah negeri maupun swasta,” ujar Ade.

    Anyelir Puspa Kemala, perwakilan BGN lainnya, menjelaskan bahwa masyarakat yang ingin berkontribusi dalam program MBG bisa menjadi mitra pengadaan dapur.

    “Apabila ada masyarakat yang ingin bergabung menjadi mitra dalam hal pengadaan dapur untuk program Makan Bergizi Gratis, silakan mendaftar langsung melalui situs resmi kami di https://bgn.go.id. Proses pendaftaran sebagai mitra tidak dipungut biaya apa pun,” tegas Anyelir.

    Program MBG merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menekan angka kekurangan gizi pada anak-anak dan mencetak generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan tangguh. (Haris)

  • DPR dan BGN Edukasi Program Makan Bergizi Gratis di Bekasi

    DPR dan BGN Edukasi Program Makan Bergizi Gratis di Bekasi

    cirebontrust.id – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Graha Multiguna, Bekasi, Senin (23/6/2025).

    Kegiatan itu dihadiri sekitar 300 warga yang antusias mengikuti edukasi seputar pentingnya pola makan sehat dan pemenuhan gizi seimbang.

    Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif pemerintah untuk menanggulangi persoalan gizi dan stunting yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk Kota Bekasi.

    Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan masalah gizi di masyarakat.

    “Badan Gizi Nasional berperan dalam mengatasi permasalahan gizi di Indonesia, serta bagaimana kita bisa bersama-sama mengatasi masalah tersebut. Oleh karena itu, mari kita bersinergi dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya di Kota Bekasi ini,” ujar Nuroji.

    Menurutnya, kualitas pangan dan gizi merupakan fondasi utama dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan produktif. Program MBG juga dinilai selaras dengan visi Indonesia Emas 2045 yang menargetkan lahirnya generasi berkualitas untuk membawa Indonesia menjadi negara maju.

    Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional, Anyelir Puspa, menambahkan, pemenuhan gizi sejak dini sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, terutama dalam hal kemampuan belajar, prestasi akademik, hingga kontribusi sosial di masa depan.

    “Harapan dari diadakannya program makan bergizi gratis ini adalah peningkatan akses terhadap makanan bergizi, peningkatan pengetahuan gizi, dan perbaikan pola makan sehat,” tutur Anyelir.

    Ia menegaskan, upaya peningkatan kualitas SDM harus dimulai dari hal-hal mendasar, termasuk pencegahan stunting dan gizi buruk yang dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap potensi kecerdasan dan produktivitas generasi muda.

    Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Bekasi Barat, Donny Ericko Corneles, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan program MBG.

    Ia berharap, program itu dapat berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

    Dengan proyeksi Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muda terbesar pada 2045, program MBG menjadi salah satu pilar penting untuk mendukung generasi yang sehat, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global di masa depan. (Haris)

  • Sosialisasi MBG di Bawean: Asupan Gizi untuk Masa Depan Bangsa

    Sosialisasi MBG di Bawean: Asupan Gizi untuk Masa Depan Bangsa

    cirebontrust.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi langkah konkret dalam mendorong lahirnya generasi sehat dan cerdas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

    Sosialisasi program itu digelar di Ruang Serbaguna KPRI Nusa Indah, Sangkapura, Bawean, Jawa Timur, Jumat (20/6/2025). Acara yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut dihadiri oleh sekitar 300 warga setempat.

    Hadir secara daring dalam acara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa, menyampaikan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga berdampak pada penguatan ekonomi lokal.

    “Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan memberikan efek domino bagi penerima manfaat. MBG bertujuan menciptakan Indonesia Emas 2045 dengan target pembangunan 32.000 SPPG di seluruh Indonesia pada 2025. Hal ini berdampak langsung pada ekonomi lokal dengan terbukanya lapangan kerja baru di dapur SPPG,” ujar Neng Eem.

    Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), atau yang dikenal sebagai dapur gizi, merupakan pilar utama dalam mendukung distribusi makanan bergizi, terutama bagi anak-anak di wilayah terpencil. Setiap unit SPPG dikelola oleh kepala yang ditunjuk langsung oleh BGN dan didukung oleh ahli gizi serta akuntan guna memastikan kualitas makanan dan kelancaran operasional.

    Satu SPPG dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 45 hingga 50 orang dalam menyiapkan makanan bergizi. Ini menjadi peluang besar untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

    Lebih lanjut, Neng Eem menegaskan bahwa program MBG merupakan bagian dari visi Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam mempersiapkan generasi unggul.

    “Melihat dari visi dan misi Presiden Prabowo Subianto, melalui sosialisasi ini kita diajak untuk bersama-sama mendukung program Makan Bergizi Gratis sebagai program unggulan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

    Tenaga Ahli Prokerma BGN, Ade Tias Maulana, turut menyampaikan bahwa MBG hadir sebagai jawaban atas tantangan akses pangan bergizi yang masih belum merata, khususnya bagi anak sekolah.

    “Dengan gizi yang terpenuhi sejak dini, anak-anak Indonesia diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kuat, dan siap bersaing di tingkat global,” ujar Ade.

    Ade menambahkan bahwa pemerintah telah merancang strategi menyeluruh untuk memastikan keberhasilan program MBG, termasuk kerja sama antara sekolah dan penyedia makanan lokal agar makanan yang disajikan memenuhi standar gizi yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

    “Setiap sekolah bekerja sama dengan penyedia makanan lokal untuk menyiapkan makanan sehat yang sesuai standar gizi nasional,” tambahnya.

    Program MBG juga menuntut kolaborasi lintas sektor yang erat, termasuk dukungan penuh dari pemerintah daerah. Sinergi antara BGN, pemerintah provinsi, serta kabupaten dan kota menjadi kunci keberhasilan implementasi program itu.

    Gizi menjadi tanggung jawab bersama yang harus dibenahi secara kolektif untuk mewujudkan Indonesia bebas stunting dan siap bersaing secara global pada 2045. (Haris)

  • Program Makan Bergizi Gratis di Palembang Gandeng UMKM dan Petani

    Program Makan Bergizi Gratis di Palembang Gandeng UMKM dan Petani

    cirebontrust.id – Direktorat Pemberdayaan Peran Serta Masyarakat (PPM) Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Hotel Hayo, Palembang, Sabtu (13/6/2025). Acara itu berlangsung lancar dengan melibatkan masyarakat setempat, terutama para pelaku usaha.

    Badan Gizi Nasional merupakan lembaga mitra pemerintah yang ditunjuk untuk memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia.

    Dalam sambutannya, perwakilan BGN, Rima Nurisa Brahmani, menekankan pentingnya program ini sebagai bagian dari upaya membangun generasi sehat.

    “Badan Gizi Nasional hadir sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan integrasi program gizi di tingkat nasional maupun daerah. Melalui badan ini, diharapkan penanganan masalah gizi dapat dilakukan secara lebih terpadu, efektif, dan berkelanjutan,” ujar Rima.

    Menurutnya, program MBG tidak hanya mendukung tumbuh kembang anak, tetapi juga berperan penting dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.

    “Ketika negara hadir memastikan pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah, itu berarti memastikan lahirnya generasi emas pada 2045,” tambahnya.

    Rima menjelaskan, program MBG menargetkan empat kelompok utama penerima manfaat, dengan sasaran awal 3.000 anak sekolah yang berada dalam radius 15 menit dari dapur penyedia makanan bergizi.

    Selain meningkatkan kualitas gizi anak, program MBG juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. BGN bekerja sama dengan petani, peternak, dan nelayan untuk memasok bahan baku ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

    “Petani bisa menjadi mitra BGN karena SPPG membutuhkan bahan baku dari berbagai pemasok. Kebutuhan kalori juga dihitung berbeda, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak sekolah dasar,” ungkap Rima.

    Para pelaku UMKM pun diberi kesempatan menjadi mitra program ini. Informasi lebih lanjut mengenai kemitraan dapat diakses melalui laman mitrabgn.go.id.

    Sementara itu, Sri Sumanti menekankan pentingnya pemenuhan gizi sejak dini.

    “Pemenuhan gizi menargetkan ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, dan anak sekolah. Tujuannya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Palembang melalui gizi yang optimal. Masalah gizi seperti stunting, wasting, dan anemia dapat terjadi karena kurangnya asupan protein, zat besi, dan vitamin,” jelas Sri.

    Sri menambahkan, berdasarkan angka kecukupan gizi (AKG), anak usia 7–9 tahun membutuhkan sekitar 1.650 kalori per hari, anak usia 10–12 tahun sekitar 1.900–2.000 kalori, dan remaja 13–18 tahun sekitar 2.100–2.650 kalori.

    “Perbedaan usia anak dan remaja tentu memengaruhi kebutuhan gizi sehingga memengaruhi porsi makan yang diberikan,” katanya.

    Sejalan dengan hal itu, Yuniarta Nensy menegaskan bahwa MBG berlandaskan pada konsep gizi seimbang.

    “Makan bergizi gratis berarti makan bergizi seimbang dengan tema ‘Isi Piringku’, yang menggantikan konsep lama ‘4 Sehat 5 Sempurna’. Gizi seimbang sangat penting untuk kesehatan dan produktivitas, baik bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita, maupun anak sekolah,” tutur Yuniarta.

    Ia menambahkan, pola makan sehat berperan besar dalam mendukung pertumbuhan fisik dan kognitif anak. Dengan begitu, mereka dapat berkembang menjadi individu yang sehat, cerdas, dan produktif.

    Berdasarkan hasil riset, Indonesia diproyeksikan memiliki populasi muda yang besar pada 2045. Program MBG dinilai dapat menjadi pilar penting dalam menyiapkan generasi sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan. (Haris)

  • Makan Bergizi Gratis di Cianjur, Warga Diedukasi Pentingnya Asupan Gizi

    Makan Bergizi Gratis di Cianjur, Warga Diedukasi Pentingnya Asupan Gizi

    cirebontrust.id – Tim sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), inisiatif Komisi IX DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN), hadir di Cianjur, Jawa Barat, untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat terkait pentingnya asupan gizi seimbang dalam mendukung pertumbuhan anak-anak Indonesia.

    Kegiatan sosialisasi ini digelar di Hotel Grand Baidyl, Cianjur, pada Selasa (10/6/2025), dan diikuti oleh lebih dari 300 peserta dari kalangan warga setempat. Acara dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan mengangkat tema “Bersama Mewujudkan Generasi Sehat Indonesia.”

    Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari visi dan misi Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk menciptakan generasi emas Indonesia pada 2045.

    “Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju,” ujar Neng Eem.

    Ia juga mengajak masyarakat Cianjur untuk mendukung dan ikut terlibat langsung dalam pelaksanaan program ini, khususnya dalam memastikan anak-anak memperoleh akses terhadap makanan sehat dan bergizi.

    Menurutnya, berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan memiliki populasi muda terbesar pada tahun 2045. Karena itu, program ini menjadi strategi kunci untuk menyiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan produktif.

    Turut hadir dalam acara itu, Direktur Direktorat Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat, Tengku Syahdana, serta Nutrisionis Madya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Rita Surtini.

    Dalam kesempatan tersebut, Tengku Syahdana menjelaskan bahwa latar belakang Presiden Prabowo sebagai seorang patriot dan jenderal menjadi inspirasi utama dari program MBG.

    “Tujuan Program Makan Bergizi Gratis adalah memperkuat pertahanan diri masyarakat. Gizi seimbang berperan penting dalam pertumbuhan tubuh dan fungsi otak yang optimal,” tutur Tengku.

    Ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya menyasar anak-anak sekolah, baik peserta didik maupun non-peserta didik, tetapi juga mendorong penciptaan lapangan kerja baru melalui pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), atau yang disebut Dapur BGN.

    Pemerintah juga telah menyiapkan strategi pelaksanaan, termasuk kerja sama antara sekolah-sekolah dan penyedia makanan lokal untuk menyiapkan menu sehat yang memenuhi standar gizi Kementerian Kesehatan.

    Dengan program itu ,diharapkan masyarakat, terutama anak-anak sekolah dasar dan menengah, bisa tumbuh dengan gizi cukup dan seimbang, sehingga menjadi generasi yang unggul dan mampu bersaing di tingkat global. (Haris)