Tag: Laskar Macan Ali

  • Laskar Macan Ali Pantau Titik Rawan Aksi Debt Collector Cirebon

    Laskar Macan Ali Pantau Titik Rawan Aksi Debt Collector Cirebon

    cirebontrust.id – Aktivitas mata elang (matel) dan debt collector di sejumlah ruang publik Kota Cirebon menjadi perhatian setelah muncul keresahan warga terkait dugaan intimidasi serta upaya penguasaan kendaraan bermotor. Kondisi tersebut membuat Laskar Agung Macan Ali Nusantara Kesultanan Cirebon menyatakan kesiapan untuk turun tangan memantau lokasi yang dinilai rawan.

    Panglima Tinggi Laskar Macan Ali, Prabu Diaz, menilai penagihan tunggakan pembiayaan tidak semestinya dilakukan dengan cara mengambil atau menguasai kendaraan secara paksa. Menurut dia, penyelesaian persoalan utang harus tetap mengikuti mekanisme hukum dan prosedur yang berlaku.

    “Tidak boleh mengambil atau menguasai barang seseorang secara paksa tanpa adanya keputusan hukum tetap dari pengadilan,” ucapnya Senin (24/8/2026).

    Prabu Diaz mengatakan aktivitas yang mengatasnamakan debt collector atau mata elang belakangan disebut semakin mudah ditemui. Lokasinya tidak hanya berada di jalan raya, tetapi juga mencakup area parkir pusat perbelanjaan dan sejumlah tempat umum lainnya.

    Dia meminta jajaran kepolisian, terutama di tingkat Polres, memperkuat perlindungan terhadap masyarakat dan konsumen yang menghadapi dugaan tindakan intimidatif dalam proses penagihan.

    “Kalau jajaran kepolisian tidak segera melakukan langkah perlindungan terhadap konsumen dan masyarakat, kami dari Laskar Macan Ali akan turun dengan kekuatan penuh untuk membantu para konsumen,” ujarnya.

    Menurut Prabu Diaz, Laskar Agung Macan Ali Nusantara Kesultanan Cirebon saat ini masih mengumpulkan informasi terkait lokasi yang dianggap rawan. Proses tersebut dilakukan melalui observasi, investigasi, serta pengumpulan bahan dan keterangan sebelum menentukan langkah selanjutnya.

    “Saat ini jajaran Laskar Agung Macan Ali Nusantara Kesultanan Cirebon sedang melakukan observasi, investigasi, dan pengumpulan bahan dan keterangan. Setelah itu akan kami analisis dan kami akan bergerak,” katanya.

    Sejumlah titik di Kota Cirebon juga menjadi perhatian, termasuk kawasan Jalan Siliwangi, sekitar Asia Toserba, hingga area parkir Pusat Grosir Cirebon (PGC). Aktivitas yang diduga dilakukan mata elang disebut menyasar kendaraan yang terparkir dengan mencocokkan nomor polisi dan identitas kendaraan.

    Pemantauan tersebut disebut lebih sering terlihat pada akhir pekan ketika kawasan pusat perbelanjaan ramai dikunjungi masyarakat. Keresahan mengenai aktivitas penagihan di ruang publik itu juga ramai diperbincangkan di media sosial.

    Prabu Diaz menegaskan pihaknya tidak hendak mengambil alih tugas aparat penegak hukum. Namun, dia meminta kepolisian segera merespons apabila terdapat laporan mengenai intimidasi, persekusi, atau tindakan paksa yang dilakukan oknum penagih utang.

    “Kami akan turun full power 24 jam keliling patroli. Bila perlu, kami akan datangi kantor-kantor leasing atau markas debt collector tersebut,” tegasnya.

    Dia juga menyebut langkah kepolisian dalam pemberantasan premanisme, termasuk terhadap praktik yang diduga mengatasnamakan debt collector, perlu mendapat dukungan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga keamanan masyarakat di Kota Cirebon.

    “Langkah Kapolda itu sangat bagus dan kami mendukung penuh imbauan tersebut demi keamanan masyarakat,” ujarnya.

    Laskar Macan Ali, kata Prabu Diaz, kini menyiapkan penempatan personel di sejumlah titik yang dianggap rawan terjadi aksi perampasan kendaraan maupun kejahatan jalanan. Langkah itu disebut sebagai bagian dari upaya memastikan situasi di Kota Cirebon tetap aman dan kondusif.

    “Cirebon harus aman, harus kondusif. Tidak boleh ada begal berkedok debt collector atau debt collector-nya juga. Kita akan tangani,” pungkasnya. (Haris)

  • Posko Mudik Macan Ali Hadir Lagi, Sediakan Beragam Layanan Gratis

    Posko Mudik Macan Ali Hadir Lagi, Sediakan Beragam Layanan Gratis

    cirebontrust.id – Arus mudik Lebaran yang melintasi jalur pantai utara (Pantura) kembali diramaikan dengan kehadiran posko relawan yang menjadi tempat singgah favorit pemudik. Laskar Macan Ali (LMA) Nuswantara kembali membuka Posko Relawan Mudik Lebaran di pertigaan Kalijaga, Kota Cirebon, dengan sejumlah fasilitas baru, termasuk layanan pengisian daya cepat atau fast charging gratis bagi pemudik pengguna kendaraan listrik.

    Memasuki tahun kesembilan penyelenggaraannya, posko mudik yang telah menjadi ikon di jalur Pantura tersebut terus berinovasi untuk memberikan kenyamanan bagi para pemudik yang menempuh perjalanan jauh menuju kampung halaman.

    Panglima Tinggi LMA Nuswantara, Prabu Diaz, mengatakan pihaknya sengaja menambah fasilitas pengisian daya kendaraan listrik guna menyesuaikan perkembangan kendaraan ramah lingkungan yang semakin banyak digunakan masyarakat.

    “Setiap tahun kami selalu menghadirkan ikon baru. Jika tahun lalu ada gamelan dan servis gratis, tahun ini kami menyiapkan fast charging untuk mobil listrik agar memudahkan pemudik yang baterainya menipis,” kata Prabu Diaz, Kamis (5/6/2026).

    Selain layanan pengisian daya kendaraan listrik, posko tersebut juga menyediakan berbagai fasilitas gratis bagi pemudik yang melintas di Kota Cirebon. Fasilitas itu meliputi tempat istirahat yang nyaman, ruang khusus ibu menyusui, makanan untuk berbuka puasa dan sahur, hingga layanan kesehatan.

    Tak hanya itu, relawan juga memberikan layanan pijat terapi untuk mengurangi kelelahan setelah perjalanan panjang, servis kendaraan bermotor, serta pengawalan bagi pemudik sepeda motor yang tersesat atau membutuhkan panduan rute perjalanan.

    Menurut Prabu Diaz, posko relawan tersebut diperkirakan akan melayani sekitar 100.000 pemudik selama musim mudik tahun ini. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata mencapai sekitar 60.000 pengunjung.

    “Banyak pemudik yang sudah menjadi pelanggan tetap kami karena merasa nyaman beristirahat di sini sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar dia.

    Pembukaan Posko Relawan Mudik Lebaran LMA Nuswantara tahun ini ditandai dengan prosesi penyematan tandak kepada para anggota yang akan bertugas, serta demonstrasi pengisian daya cepat pada salah satu kendaraan listrik milik pemudik.

    Kehadiran posko tersebut diharapkan dapat membantu pemudik menjaga stamina selama perjalanan panjang sekaligus menjadi titik singgah aman di jalur Pantura yang dikenal sebagai salah satu jalur mudik tersibuk di Indonesia. (Haris)

  • Laskar Macan Ali Perketat Pengamanan Muludan di Keraton Kasepuhan

    Laskar Macan Ali Perketat Pengamanan Muludan di Keraton Kasepuhan

    cirebontrust.id – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan di tengah berlangsungnya tradisi Muludan di Keraton Kasepuhan Cirebon, Jumat (5/9/2025).

    Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali Nusantara Cirebon, Prabu Diaz, memimpin patroli bersama TNI dari Garnisun 0614/Tap II Bandung dan laskar Macan Ali di kawasan Alun-alun Sangkala Buana Kasepuhan.

    Prabu Diaz menegaskan, patroli itu merupakan bentuk sinergi antara Laskar Macan Ali dan aparat keamanan dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat yang hadir memeriahkan tradisi Muludan.

    “Kami ingin memastikan masyarakat bisa menikmati rangkaian acara Muludan dengan tenang, aman, dan nyaman. Tradisi ini adalah warisan leluhur yang harus dijaga bersama,” ujarnya.

    Patroli gabungan dilakukan dengan menyisir area hiburan dan titik-titik keramaian. Para pengunjung juga diingatkan agar tetap menjaga ketertiban. Sejumlah titik rawan kerumunan turut dipantau untuk mencegah potensi gangguan keamanan.

    Kehadiran Panglima Tinggi bersama laskar Macan Ali dan aparat TNI disambut positif oleh masyarakat, khususnya para pedagang. Banyak warga mengaku merasa lebih tenang dengan adanya penjagaan ketat di sekitar arena perayaan.

    Tradisi Muludan di Keraton Kasepuhan Cirebon setiap tahun dipadati ribuan pengunjung. Oleh karena itu, pengamanan ekstra menjadi penting demi kelancaran acara budaya dan keagamaan yang telah berlangsung turun-temurun tersebut. (Haris)

  • Prabu Diaz Ajak Masyarakat Jaga Kekondusifan dan Tolak Tindakan Anarkis

    Prabu Diaz Ajak Masyarakat Jaga Kekondusifan dan Tolak Tindakan Anarkis

    cirebontrust.id – Sejumlah elemen masyarakat Kota Cirebon, mulai dari organisasi masyarakat (ormas), organisasi kepemudaan (OKP), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), tokoh lintas iman, hingga warga umum, menggelar deklarasi bersama untuk menjaga kondusivitas kota dari berbagai potensi gangguan, Senin (1/9/2025).

    Deklarasi tersebut turut disaksikan langsung oleh Wali Kota Cirebon, anggota DPRD, serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

    Dalam pernyataannya, para peserta berkomitmen untuk bersatu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), baik terkait persoalan yang menyangkut hajat hidup orang banyak maupun stabilitas Kota Cirebon.

    Tokoh masyarakat Kota Cirebon, Prabu Diaz, menekankan pentingnya penyampaian aspirasi secara tertib.

    “Kami sepakat mendukung penuh siapa pun yang ingin menyalurkan aspirasinya, memberikan usulan, pendapat, ataupun protes sesuai aturan yang berlaku di Indonesia. Itu adalah hak warga negara,” ujarnya, didampingi tokoh masyarakat lain dari Laskar Macan Ali, seperti Fitiadi dan Agus Danisasia.

    Prabu Diaz mengimbau agar penyampaian aspirasi dilakukan dengan santun dan beradab.

    “Kami berharap, mahasiswa maupun masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi menyesuaikan dengan aturan yang berlaku. Hindari gaya anarkis, karena itu tidak akan mendapat simpati, justru menimbulkan kerugian bagi warga, khususnya masyarakat Cirebon,” katanya.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi menjaga suasana aman dan damai di Kota Cirebon.

    “Kami bersatu, kami bersama untuk menjaga Kota Cirebon, menjaga seluruh komponen dan masyarakatnya,” tegasnya. (Haris)

  • Bhikkhu Thudong Disambut Meriah di Cirebon, Wujud Toleransi Antarumat Beragama

    Bhikkhu Thudong Disambut Meriah di Cirebon, Wujud Toleransi Antarumat Beragama

    cirebontrust.id – Perjalanan spiritual para Bhikkhu Thudong dari Thailand menuju Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, memasuki momen berkesan saat rombongan tiba di Kota Cirebon, Minggu (27/4/2025) sekitar pukul 13.00 WIB.

    Ribuan umat Buddha dan warga Cirebon antusias menyambut kedatangan para Bhikkhu. Suasana penyambutan semakin khidmat dengan pengawalan ketat dari relawan lintas iman, termasuk Laskar Macan Ali, serta personel TNI dan Polri.

    Setelah menempuh perjalanan sejauh lebih dari 2.600 kilometer sejak keberangkatan dari Bangkok pada 6 Februari 2025, para Bhikkhu beristirahat di kediaman Ketua Umum Panitia Thudong Indonesia, Wily Widadi, di Jalan Pembangunan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.

    Dalam suasana sarat makna, umat Buddha melaksanakan ritual pencucian kaki para Bhikkhu sebagai bentuk penghormatan atas ketabahan, ketulusan, dan pengorbanan mereka dalam perjalanan panjang itu.

    “Perjalanan ini bukan hanya melatih ketangguhan fisik, tetapi juga kesabaran dan keteguhan hati. Ini adalah laku spiritual yang mendalam,” ujar Wily di sela acara penyambutan.

    Wily menambahkan, perjalanan Thudong membawa misi luhur untuk memanjatkan doa demi kemakmuran bangsa Indonesia sekaligus menyambut puncak perayaan Trisuci Waisak 2569 di Candi Borobudur.

    Selama tiga hari di Cirebon, para Bhikkhu dijadwalkan mengikuti berbagai kegiatan sosial lintas budaya dan agama, seperti mengunjungi Gereja Katolik Santo Yosep, markas Laskar Macan Ali, serta Keraton Kasepuhan.

    “Makna Thudong adalah keteguhan dalam melaksanakan Dharma. Ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin penuh pengorbanan,” lanjut Wily.

    Rencananya, para Bhikkhu akan melanjutkan perjalanan menuju Candi Borobudur pada 30 April 2025 melalui upacara pelepasan resmi dari Kota Cirebon.

    Juru Bicara Thudong Internasional 2025, Prabu Diaz, menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran perjalanan itu.

    “Alhamdulillah, kami bisa mengawal Thudong sampai Kota Cirebon. Selanjutnya, para Bhikkhu akan melakukan kegiatan ritual selama tiga hari di sini,” ujarnya.

    Prabu Diaz juga menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan dan masyarakat.

    “Kami berterima kasih kepada jajaran TNI-Polri yang telah mengamankan perjalanan Thudong. Kami juga mengapresiasi seluruh masyarakat yang begitu antusias menyambut para Bhikkhu Thudong. Ini membuktikan bahwa toleransi umat beragama di Indonesia sangat baik,” pungkasnya.

    Perjalanan Thudong ini menjadi saksi ketulusan hati, keteguhan langkah, dan harmonisasi indah antarumat beragama di Indonesia. (Haris)

  • Laskar Macan Ali Beri Penghargaan kepada AKBP M Rano Hadiyanto

    Laskar Macan Ali Beri Penghargaan kepada AKBP M Rano Hadiyanto

    cirebontrust.id – AKBP M. Rano Hadiyanto, menerima penghargaan berupa penyematan PIN kehormatan dari Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, Prabu Diaz. Upacara Farewell Parade tersebut berlangsung di Mapolres Cirebon Kota, Rabu (15/1/2025).

    Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Kapolres dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta membangun sinergi yang kokoh, antara kepolisian dan masyarakat, khususnya dengan Laskar Agung Macan Ali Nuswantara.

    “Penghargaan ini merupakan simbol kepercayaan dan penghormatan kami kepada Kapolres yang telah bekerja keras menjaga stabilitas di wilayah Kota Cirebon. Kami berharap, sinergi ini terus terjalin erat demi kebaikan masyarakat luas,” ujar Prabu Diaz.

    Menanggapi penghargaan tersebut, AKBP M Rano Hadiyanto, mengungkapkan rasa terima kasihnya.

    Ia juga menekankan pentingnya kerja sama semua elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.

    Acara itu turut dihadiri berbagai tokoh masyarakat, anggota Laskar Macan Ali, dan pejabat setempat. Suasana hangat dan kekeluargaan semakin terasa dengan adanya penampilan budaya dan doa bersama untuk kesejahteraan bangsa.

    Sebagai salah satu elemen budaya dan sosial di Cirebon, Laskar Agung Macan Ali Nuswantara terus berperan aktif mendukung program pemerintah sekaligus melestarikan budaya nusantara.

    Penyematan PIN kehormatan itu diharapkan menjadi langkah awal bagi kolaborasi yang lebih erat, dalam mendukung keamanan dan kebudayaan di wilayah Cirebon. (Haris)

  • Laskar Macan Ali Gelorakan Toleransi Antarumat Beragama

    Laskar Macan Ali Gelorakan Toleransi Antarumat Beragama

    cirebontrust.id – Laskar Agung Macan Ali Nuswantara turut menjaga toleransi dan kekondusifan ibadah antarumat beragama.

    Salah satu upaya yang dilakukan adalah meninjau tempat peribadatan sementara umat Kristiani yang terletak di Kalijaga, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Rabu (30/10/2024).

    Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, Prabu Diaz, turun langsung meninjau lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif.

    Prabu Diaz menjelaskan, kedatangannya ke lokasi bertujuan untuk berkoordinasi dengan pengurus gereja dan melihat secara langsung kondisi di lapangan terkait izin tempat ibadah sementara tersebut.

    Menurutnya, gereja telah mengikuti prosedur perizinan sesuai ketentuan Surat Keputusan Bersama (SKB) 2 Menteri.

    Meski demikian, adanya protes dari sebagian masyarakat menimbulkan kekhawatiran akan potensi konflik horizontal. Ia berharap, semua pihak bisa menahan diri dan tidak mengambil langkah yang bisa memicu konflik.

    “Kami juga mengimbau agar perbedaan pandangan dapat disalurkan melalui jalur resmi, seperti menyampaikan aspirasi kepada pemerintah setempat, tanpa aksi yang berpotensi menimbulkan gesekan antarwarga,” ujarnya.

    Ia menekankan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama serta menjunjung nilai kebersamaan yang dijamin oleh undang-undang di Indonesia.

    “Kegiatan ini juga didukung sejumlah organisasi lokal yang bergerak di bidang toleransi dan kemanusiaan. Saya berharap, seluruh pihak dapat menyelesaikan polemik ini dengan cara musyawarah,” tambahnya.

    Sementara itu, Pendeta Tomas Agus Handoko, penanggung jawab Gereja Mawar Sharon, menjelaskan, pihaknya telah melalui prosedur yang diatur, termasuk berkoordinasi dengan warga sekitar dan pemerintah Kelurahan.

    Menurutnya, kesepakatan telah dicapai dengan warga dan rekomendasi dari pihak kelurahan juga sudah diperoleh.

    “Kami sudah mengikuti prosedur sesuai SKB 2 Menteri, termasuk mengantongi dukungan dari warga sekitar. Rekomendasi juga sudah terbit dari kelurahan. Proses izin saat ini tinggal melanjutkan ke Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Kementerian Agama,” ujarnya.

    Pendeta Tomas menambahkan, izin sementara itu berlaku selama dua tahun. Ia berharap, situasi di Cirebon tetap aman serta penuh toleransi.

    “Kami sangat menghargai adanya dialog untuk mencapai solusi terbaik, tanpa ada pihak yang merasa terganggu,” tandasnya. (Haris)

  • Dua Biksu Thailand akan Hadiri Milad ke-8 Laskar Macan Ali

    Dua Biksu Thailand akan Hadiri Milad ke-8 Laskar Macan Ali

    cirebontrust.id – Laskar Agung Macan Ali Nuswantara akan menggelar perayaan milad ke-8, Sabtu (26/10/2024), di Alun-Alun Sangkala Buana, Keraton Kasepuhan Cirebon.

    Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, Prabu Diaz, mengatakan, milad kali ini akan menjadi perayaan istimewa. Dua bante atau biksu dari kerajaan Thailand, serta sejumlah tokoh penting, seperti Laksamana Sumarsono dan Pangdam III Siliwangi yang baru, akan hadir.

    “Dalam rangkaian milad ini, berbagai kegiatan sosial dan budaya telah kami siapkan,” ujar Prabu Diaz.

    Sebagai bagian dari acara sosial, Laskar Agung Macan Ali akan membagikan alat salat, seperti sarung, baju koko, kopiah, dan mukena kepada 100 anak yatim piatu.

    “Selain itu, donasi Al-Qur’an dan hadiah untuk perlombaan azan pitu juga akan diberikan dalam peringatan Hari Santri Nasional,” terangnya.

    Di bidang budaya, lanjut dia, acara itu akan menampilkan beragam kesenian nusantara. Antara lain, Tari Barong dari Bali, Tari Tortor dari Batak, Debus dari Banten, Reog Ponorogo, dan kesenian khas Cirebon.

    Kirab budaya Nusantara akan dimulai dari balai kota menuju Alun-Alun Sangkala Buana. Puncak acara ditutup dengan haul akbar Panembahan Giriloyo, panembahan terakhir Kasultanan Cirebon.

    Prabu Diaz melanjutkan, rangkaian acara milad akan diisi dengan pengukuhan wakil Panglima Tinggi dan Panglima otonom, serta pemberian penghargaan kepada 10 individu yang berjasa dalam perkembangan Laskar Agung Macan Ali selama delapan tahun terakhir.

    “Acara ini terbuka untuk umum dan diperkirakan akan dihadiri oleh 200 kiai dari berbagai desa, terutama dari wilayah Ciayumajakuning,” pungkasnya. (Haris)

  • Ada yang Mengaku Sultan, Prabu Diaz: Mana Buktinya?

    Ada yang Mengaku Sultan, Prabu Diaz: Mana Buktinya?

    cirebontrust.id – Panglima Tinggi Laskar Macan Ali Nuswantara, Prabu Diaz, menanggapi klaim Heru Nursamsi atau mengatasnamakan Pangeran Kuda Putih, yang mengaku sebagai Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan.

    Prabu Diaz menegaskan, Keraton Kasepuhan tidak pernah mengeluarkan dawuh (titah) kepada Heru Nursamsi.

    “Banyak hal yang harus diikuti oleh siapa pun yang mengaku sebagai sultan. Siapa saja yang mengklaim dirinya sebagai sultan, selain sultan yang sekarang, silakan datang ke Keraton Kasepuhan dengan membawa bukti-bukti yang sah untuk mendukung klaimnya,” ujar Prabu Diaz.

    Bukti-bukti tersebut sangat penting untuk menghindari kebohongan publik yang dapat merusak tatanan adat.

    Prabu Diaz juga merespons klaim yang menyebutkan, sultan yang ada saat ini merupakan keturunan dari bangsa asing seperti Belanda atau Inggris.

    “Silakan sertakan bukti otentik yang dapat membuktikan asal-usul tersebut. Tanpa bukti, hal ini hanya akan menghancurkan nama baik dan kredibilitas,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Prabu Diaz mengajak siapa pun yang mengaku sebagai sultan untuk datang ke keraton dengan sikap sopan dan membawa bukti yang relevan.

    “Sudah ada beberapa yang mengaku sebagai sultan. Kami telah mengundang mereka untuk mempresentasikan bukti-bukti mereka. Bukti tersebut nantinya akan dibahas bersama unsur-unsur terkait untuk menentukan keabsahannya. Namun, sampai saat ini, tidak ada yang mendekati bukti yang sah,” jelasnya.

    Prabu Diaz juga menekankan, hak atas Keraton Kasepuhan berada pada trah Sultan Sepuh dari Sultan Sepuh I hingga Sultan Sepuh XIV, dan saat ini dilanjutkan oleh Sultan Sepuh ke-15.

    Ia mempertanyakan pihak-pihak yang membuat aturan dan syarat-syarat di luar ketentuan adat.

    “Memangnya mereka siapa? Jika ada yang ingin mengklaim hak atas Keraton, mereka harus datang dengan bukti-bukti yang sah,” ujarnya.

    Ia menegaskan, pihaknya telah cukup jelas dan tegas dalam menyampaikan pernyataan.

    “Kami akan mendukung dan membela pihak yang berhak jika klaim mereka terbukti. Namun, jika klaim mereka tidak terbukti, mereka harus siap mempertanggungjawabkan ucapannya,” tegas Prabu Diaz.

    Sebagai penjaga adat dan tradisi Cirebon, Prabu Diaz menegaskan, Laskar Macan Ali Nuswantara memiliki tanggung jawab untuk mengamankan dan melindungi warisan leluhur.

    “Kami yang seharusnya menentukan syarat-syarat jika seseorang ingin mengklaim dirinya sultan, bukan pihak lain yang mencoba mengatur-atur kami,” tegasnya.

    Prabu Diaz menyatakan, Laskar Macan Ali Nuswantara, bersama keluarga, para sentana, dan semua pihak yang mengabdikan diri, untuk menjaga dan memelihara adat tradisi.

    “Kami sudah sepakat untuk menjaga keberlangsungan Keraton Kasepuhan Cirebon dan Kesultanan Cirebon sesuai dengan tanggung jawab yang telah diamanatkan,” pungkasnya. (Haris)

  • Laskar Macan Ali Amankan Tradisi Panjang Jimat

    Laskar Macan Ali Amankan Tradisi Panjang Jimat

    cirebontrust.id – Peringati Maulid Nabi, Keraton Kasepuhan Cirebon, menggelar tradisi panjang jimat, setelah empat tahun tidak diselenggarakan akibat adanya covid-19.

    “Tahun ini mulai kembali selama empat tahun kita covid semua kesultanan Kasepuhan bersatu kompak menyelenggarakan adat budaya dan tradisi peninggalan nenek moyang kita,” ungkap koordinator penanggung jawab Panjang Jimat, Prabu Diaz, Senin (16/9/2024).

    Prabu mengatakan, tradisi panjang jimat merupakan tradisi turun temurun dengan menjejerkan piring panjang.

    “Tiap tahun di Kesultanan Kasepuhan pasti diadakan peringatan Maulid Nabi dan dikemas dengan adat tradisi dan budaya yaitu panjang jimat, panjang jimat adalah rangkaian iring-iringan yang terdiri dari piring panjang yang filosofinya bercerita tentang dari manusia hamil melahirkan sampai manusia itu meninggal dunia,” katanya.

    Lebih lanjut, Prabu menjelaskan, panjang jimat memiliki cerita tentang kehidupan, hingga kematian seseorang.

    “Panjang jimat ini mengandung filosofi yang sangat tinggi yaitu menceritakan tentang kehidupan manusia dan kematian itulah yang bermakna lebih panjang gimana panjang jimat itu adalah piring panjang yang isinya adalah tulisan dan tunjuk piring panjang inilah yang akan mengiringi peringatan Maulid Nabi di Keraton Kasepuhan Cirebon,” jelasnya. (*)