Tag: KAI Daop 3 Cirebon

  • KA Ranggajati Beroperasi dengan Rangkaian Baru, Tarif Tetap

    KA Ranggajati Beroperasi dengan Rangkaian Baru, Tarif Tetap

    cirebontrust.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik yang nyaman, modern, dan berkelanjutan.

    Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pengoperasian rangkaian kereta Stainless Steel New Generation pada Kereta Api Ranggajati mulai 11 Januari 2026.

    Kereta Api Ranggajati yang pertama kali beroperasi pada 1 November 2016 tercatat sebagai salah satu layanan kereta api jarak jauh dengan tingkat minat masyarakat yang cukup tinggi.

    Oleh karena itu, pembaruan sarana ini dinilai strategis untuk menjawab kebutuhan pelanggan akan perjalanan yang semakin andal dan nyaman.

    Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon, Sigit Winarto, mengatakan, penggantian rangkaian itu diharapkan mampu meningkatkan pengalaman perjalanan penumpang, khususnya pada layanan jarak jauh yang menjadi andalan masyarakat.

    “Perubahan sarana pada KA Ranggajati ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman. KA Ranggajati merupakan salah satu layanan kereta api jarak jauh yang cukup diminati, sehingga peningkatan sarana ini menjadi langkah strategis dalam menjawab kebutuhan pelanggan,” ujar Sigit.

    Rangkaian Stainless Steel New Generation memiliki konstruksi yang lebih kokoh dan tahan lama, sekaligus mendukung efisiensi energi dan operasional.

    Dari sisi kenyamanan, desain interior dibuat lebih modern dengan pencahayaan optimal serta tata ruang yang mendukung perjalanan jarak jauh.

    KA Ranggajati dengan rangkaian terbaru ini memiliki total kapasitas 560 tempat duduk, terdiri atas 200 kursi kelas eksekutif dan 360 kursi kelas ekonomi. Susunan kereta meliputi empat kereta eksekutif, lima kereta ekonomi, serta satu kereta makan.

    Berbagai fasilitas unggulan turut disematkan, antara lain kursi ergonomis tipe captain seat yang dilengkapi fitur reclining dan revolving, bagasi yang lebih luas, pintu elektrik, serta fasilitas electric socket dan USB port di setiap kursi. Fasilitas toilet juga ditingkatkan dengan penggunaan kloset duduk, wastafel, dan hand dryer.

    Sepanjang tahun 2025, jumlah penumpang KA Ranggajati tercatat mencapai 266.063 orang. Dengan kehadiran rangkaian baru ini, PT KAI optimistis minat masyarakat dan tingkat okupansi penumpang, khususnya di wilayah Daop 3 Cirebon, akan terus meningkat.

    KA Ranggajati melayani relasi Cirebon–Jember (PP) dengan pemberhentian di sejumlah stasiun strategis, seperti Purwokerto, Yogyakarta, Solo Balapan, Surabaya Gubeng, dan Probolinggo. Kereta ini diberangkatkan dari Stasiun Cirebon pukul 07.00 WIB dan dari Stasiun Jember pukul 05.45 WIB.

    PT KAI menegaskan, pengoperasian sarana baru tersebut tidak diikuti dengan kenaikan tarif tiket. Harga tiket KA Ranggajati tetap mengacu pada tarif batas atas dan tarif batas bawah yang telah ditetapkan pemerintah.

    Selain meningkatkan kenyamanan pelanggan, pembaruan sarana ini juga sejalan dengan upaya perusahaan dalam menghadirkan transportasi massal yang efisien dan ramah lingkungan.

    “Peningkatan pelayanan ini merupakan wujud komitmen KAI dalam mendengarkan kebutuhan serta masukan pelanggan. Harapannya, layanan kereta api tetap relevan, adaptif, dan mampu menghadirkan customer experience terbaik, sejalan dengan upaya keberlanjutan perusahaan,” kata Sigit.

    Masyarakat yang ingin menggunakan KA Ranggajati dengan rangkaian Stainless Steel New Generation dapat memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI, laman resmi kai.id, serta seluruh kanal penjualan tiket resmi yang bekerja sama dengan PT KAI.

    “Dengan peningkatan sarana dan pelayanan yang terus dilakukan, PT KAI berkomitmen menghadirkan transportasi massal yang selamat, aman, nyaman, tepat waktu, serta ramah lingkungan demi mendukung mobilitas masyarakat yang berkelanjutan,” tutup Sigit. (Haris)

  • KA Tambahan Nataru Tetap Beroperasi sampai Akhir Januari 2026

    KA Tambahan Nataru Tetap Beroperasi sampai Akhir Januari 2026

    cirebontrust.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) masih mengoperasikan sejumlah kereta api tambahan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga 31 Januari 2026 guna mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat.

    Kebijakan itu diambil sebagai bentuk komitmen KAI dalam memastikan layanan transportasi kereta api tetap andal, aman, dan nyaman pada periode pascalibur panjang.

    Pengoperasian kereta api tambahan tersebut tersebar di sejumlah relasi strategis, terutama lintas Pulau Jawa. Layanan ini melayani perjalanan dari dan menuju stasiun-stasiun besar, seperti Gambir, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Semarang, hingga Cirebon, yang masih mencatatkan tingkat permintaan perjalanan cukup tinggi.

    Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan, perpanjangan operasional kereta api tambahan didasarkan pada hasil evaluasi terhadap tren pergerakan penumpang serta tingkat okupansi tempat duduk selama masa liburan.

    Menurut dia, kebutuhan mobilitas masyarakat masih membutuhkan dukungan layanan tambahan agar penyelenggaraan angkutan kereta api tetap berjalan optimal.

    “KAI Daop 3 Cirebon terus memantau perkembangan jumlah penumpang dan pola perjalanan masyarakat. Dengan masih tingginya kebutuhan mobilitas, kami memutuskan untuk tetap mengoperasikan KA tambahan hingga 31 Januari 2026 guna memberikan pelayanan yang optimal kepada pelanggan,” ujar Muhibbuddin.

    Adapun kereta api tambahan yang masih beroperasi antara lain KA 29F Argo Anjasmoro relasi Semarang Tawang Bank Jateng–Gambir dan KA 30F Argo Anjasmoro relasi Gambir–Semarang Tawang yang berjalan pada 5 hingga 31 Januari 2026.

    Selain itu, KAI juga mengoperasikan KA Purwojaya Fakultatif melalui KA 50F dan KA 58F relasi Gambir–Kutoarjo serta KA 53F dan KA 57F relasi Kutoarjo–Gambir pada periode yang sama.
    Untuk melayani rute Solo–Jakarta, KAI mengoperasikan PLB 7005 Batavia relasi Solo Balapan–Gambir dan PLB 7006 Batavia relasi Gambir–Solo Balapan yang berjalan mulai 5 hingga 31 Januari 2026.

    Sementara itu, KA Cirebon Fakultatif 125F relasi Cirebon–Gambir dan KA 126F relasi Gambir–Cirebon dijalankan secara selektif pada 11, 16, 17, 18, dan 25 Januari 2026.

    Selain itu, KAI juga mengoperasikan KA 7001A dan KA 7002A Gajayana Tambahan dengan relasi Malang–Gambir dan Gambir–Malang. Layanan tambahan lainnya adalah KA 7003A dan KA 7004 Sembrani Tambahan yang melayani relasi Surabaya Pasar Turi–Gambir dan Gambir–Surabaya Pasar Turi. Tak hanya itu, kereta api tambahan relasi Yogyakarta–Gambir dan Gambir–Yogyakarta turut dioperasikan melalui KA 7037 dan KA 7038, yang seluruhnya berjalan pada periode 5 hingga 31 Januari 2026.

    Muhibbuddin mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan sejak dini dan segera melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi kai.id, maupun kanal penjualan resmi lainnya.

    Dengan pengoperasian kereta api tambahan ini, KAI berharap dapat memberikan alternatif perjalanan yang lebih fleksibel sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat pada periode pasca libur Natal dan Tahun Baru. (Haris)

  • Daop 3 Cirebon Layani 274.400 Penumpang Selama Angkutan Nataru

    Daop 3 Cirebon Layani 274.400 Penumpang Selama Angkutan Nataru

    cirebontrust.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mencatat lonjakan signifikan volume pelanggan kereta api pada masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    Memasuki hari ke-18 pelayanan Angkutan Nataru, Minggu (4/1/2026), ribuan penumpang tercatat berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 3 Cirebon dengan tujuan sejumlah kota besar, seperti Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, serta Jakarta dan sekitarnya.

    Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan berdasarkan data akumulasi sejak 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, stasiun-stasiun di wilayah Daop 3 Cirebon melayani total 274.400 pelanggan.

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 136.562 penumpang tercatat berangkat, sementara 138.319 penumpang merupakan pelanggan yang tiba di wilayah Daop 3 Cirebon.

    “Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024 yang tercatat sebanyak 120.233 penumpang, terjadi peningkatan volume pelanggan hingga 114 persen,” ujar Muhibbuddin.

    Ia menjelaskan, khusus pada Minggu (4/1/2026), Daop 3 Cirebon mencatat lonjakan kedua tertinggi selama masa Angkutan Nataru. Jumlah penumpang berangkat mencapai 9.312 orang, sementara penumpang datang tercatat sebanyak 7.444 orang. Kondisi tersebut menunjukkan kereta api masih menjadi moda transportasi pilihan utama masyarakat.

    “Tingginya minat masyarakat ini tidak lepas dari faktor keamanan, kenyamanan, serta ketepatan waktu perjalanan yang terus kami jaga,” kata Muhibbuddin.

    Menurut dia, Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan masih menjadi titik keberangkatan utama pelanggan karena berfungsi sebagai pusat aktivitas dan simpul transportasi di wilayah tersebut.

    Selain itu, pergerakan pelanggan yang cukup signifikan juga terlihat di stasiun lain, seperti Stasiun Jatibarang dan Stasiun Brebes.

    Berdasarkan pantauan KAI Daop 3 Cirebon per 28 Desember 2025 pukul 15.00 WIB, penjualan tiket kereta api jarak jauh selama masa Angkutan Nataru telah mencapai 81.266 tiket atau sekitar 110 persen dari total kapasitas yang disediakan sebanyak 74.988 tiket.

    Kereta api yang berangkat dari wilayah Daop 3 Cirebon antara lain KA Gunung Jati relasi Semarang Tawang–Cirebon–Gambir pulang-pergi, KA Cakrabuana relasi Purwokerto–Cirebon–Gambir pulang-pergi, KA Ranggajati relasi Cirebon–Jember pulang-pergi, KA Kaligung relasi Cirebon Prujakan–Semarang Poncol serta Brebes–Semarang Poncol, dan KA Cirebon Fakultatif relasi Cirebon–Gambir pulang-pergi.

    Muhibbuddin menjelaskan, tingkat okupansi yang melampaui 100 persen tersebut dipengaruhi oleh pola perjalanan pelanggan yang dinamis, dengan aktivitas naik dan turun penumpang di berbagai stasiun antara stasiun awal dan stasiun tujuan akhir.

    Ia juga menilai arus balik Natal dan Tahun Baru 2026 mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke kota asal setelah menghabiskan libur akhir tahun.

    “KAI Daop 3 Cirebon terus memastikan seluruh aspek pelayanan berjalan optimal, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, pengaturan alur pelanggan di stasiun, hingga kesiapan petugas di lapangan, guna memberikan pelayanan terbaik selama masa Angkutan Nataru,” ujar Muhibbuddin.

    Selain itu, KAI Daop 3 Cirebon melakukan pemantauan intensif di stasiun-stasiun utama dan jalur dengan tingkat kepadatan tinggi selama arus balik. KAI juga mengimbau pelanggan agar merencanakan perjalanan dengan baik.

    “Kami mengingatkan pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun, memastikan jadwal dan identitas sesuai tiket, membawa barang sesuai ketentuan, menjaga barang bawaan serta anak-anak, dan memanfaatkan layanan boarding face recognition agar proses masuk peron lebih cepat dan nyaman,” kata Muhibbuddin. (Haris)

  • Libur Akhir Tahun, Penumpang Daop 3 Cirebon Tembus 192.829 Orang

    Libur Akhir Tahun, Penumpang Daop 3 Cirebon Tembus 192.829 Orang

    cirebontrust.id – KAI Daerah Operasi 3 Cirebon mencatat telah melayani sebanyak 192.829 penumpang selama 13 hari masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, terhitung sejak 18 hingga 30 Desember 2025.

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 93.239 penumpang diberangkatkan dari berbagai stasiun di wilayah Daop 3 Cirebon, sementara 99.590 penumpang tercatat datang ke wilayah tersebut.

    Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan, jumlah penumpang menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api selama libur akhir tahun.

    “Secara akumulatif selama 13 hari masa Angkutan Nataru, KAI Daop 3 Cirebon melayani 192.829 penumpang dengan pergerakan yang relatif seimbang antara keberangkatan dan kedatangan,” ujar Muhibbuddin, Selasa (30/12/2025).

    Pada hari terakhir masa Angkutan Nataru, Selasa (30/12/2025), KAI Daop 3 Cirebon melayani total 14.697 penumpang. Rinciannya, sebanyak 7.603 penumpang berangkat dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 3 Cirebon dan 7.094 penumpang tercatat tiba.

    Muhibbuddin menambahkan, selama periode tersebut terdapat 10 stasiun dengan jumlah keberangkatan penumpang tertinggi. Stasiun Cirebon menempati posisi teratas dengan 39.685 penumpang, disusul Stasiun Cirebon Prujakan sebanyak 15.379 penumpang dan Stasiun Jatibarang dengan 12.359 penumpang.

    Selanjutnya, Stasiun Brebes mencatat 9.321 penumpang, Stasiun Haurgeulis 6.249 penumpang, Stasiun Pegadenbaru 2.472 penumpang, Stasiun Babakan 2.001 penumpang, Stasiun Arjawinangun 1.488 penumpang, Stasiun Tanjung 1.361 penumpang, serta Stasiun Ciledug sebanyak 1.230 penumpang.

    Selain Angkutan Nataru, KAI Daop 3 Cirebon juga mencatat tingginya pemesanan tiket untuk masa Angkutan Lebaran 2025.

    Berdasarkan pantauan pada 2 April 2025 pukul 15.00 WIB, tiket kereta api jarak jauh yang telah terjual mencapai 69.088 tiket atau sekitar 92 persen dari total kapasitas 74.988 tiket yang disediakan.

    “Angka tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi terhadap layanan kereta api, khususnya untuk perjalanan jarak jauh pada masa Lebaran,” kata Muhibbuddin. (Haris)

  • Wisatawan Mancanegara Kian Andalkan Kereta Api

    Wisatawan Mancanegara Kian Andalkan Kereta Api

    cirebontrust.id – Kereta api semakin diminati wisatawan mancanegara sebagai moda transportasi utama selama berwisata di Indonesia. Layanan berbasis rel dinilai menawarkan kenyamanan, ketepatan waktu, serta kemudahan akses ke berbagai destinasi unggulan, termasuk di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon mencatat, sepanjang Januari hingga Desember 2025 terdapat 21.760 penumpang warga negara asing yang menggunakan layanan kereta api jarak jauh dari sejumlah stasiun di wilayah Daop 3 Cirebon.

    Angka tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan wisatawan mancanegara terhadap layanan transportasi kereta api di Indonesia.

    Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan, tren positif tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelanggan asing terhadap kualitas layanan yang disediakan KAI.

    “Hal ini menunjukkan peningkatan kepercayaan semua pihak, termasuk pelanggan mancanegara, terhadap layanan KAI yang selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu serta mampu menghubungkan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan,” ujar Muhibbuddin.

    Menurut dia, mayoritas wisatawan mancanegara menggunakan kereta api jarak jauh dengan tujuan kota-kota besar dan destinasi wisata favorit, seperti Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Bandung, Jakarta, hingga Banyuwangi.

    Adapun kereta api jarak jauh yang paling banyak diminati antara lain KA Ranggajati relasi Cirebon–Surabaya Gubeng–Jember, KA Cakrabuana relasi Gambir–Cirebon–Purwokerto, serta KA Gunungjati relasi Gambir–Cirebon–Semarang.

    Muhibbuddin menjelaskan, ketepatan waktu keberangkatan, pelayanan di atas kereta, serta kemudahan pemesanan tiket menjadi faktor utama yang membuat wisatawan asing memilih kereta api.

    “Wisatawan menyukai jadwal keberangkatan yang tepat waktu, pelayanan di atas kereta, serta kemudahan pemesanan tiket secara daring yang tersedia dalam bahasa Inggris melalui aplikasi Access by KAI,” kata dia.

    Ia menambahkan, KAI terus melakukan inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh pelanggan, termasuk wisatawan mancanegara. Digitalisasi layanan, peningkatan fasilitas stasiun dan kereta, serta promosi yang dilakukan secara masif di dalam dan luar negeri dinilai berkontribusi terhadap peningkatan jumlah penumpang asing.

    “Kami melihat tren positif ini sebagai hasil dari peningkatan fasilitas, digitalisasi layanan, dan promosi yang berkelanjutan,” ucap Muhibbuddin.

    Selain itu, peningkatan infrastruktur transportasi dan konektivitas antarmoda turut menjadi faktor penting dalam menarik minat wisatawan internasional. Efisiensi waktu dan kemudahan berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain menjadi pertimbangan utama wisatawan, dan kereta api dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut.

    Muhibbuddin menegaskan, transportasi kereta api tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menawarkan pengalaman budaya yang khas.

    “Wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal, baik di stasiun maupun di dalam kereta, sehingga memberikan pengalaman yang tidak diperoleh dari moda transportasi lain,” tutupnya. (Haris)

  • Sebanyak 75.652 Orang Tiba di Wilayah KAI Cirebon Selama Nataru

    Sebanyak 75.652 Orang Tiba di Wilayah KAI Cirebon Selama Nataru

    cirebontrust.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mencatat lonjakan signifikan volume pelanggan yang tiba di sejumlah stasiun wilayah Cirebon selama 10 hari pelayanan masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

    Arus kedatangan didominasi penumpang dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Jakarta dan sekitarnya.

    Manajer Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menyampaikan, berdasarkan data akumulasi pelayanan sejak 18 hingga 27 Desember 2025, total pelanggan yang dilayani mencapai 135.480 orang.

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 59.828 pelanggan tercatat berangkat, sementara 75.652 pelanggan lainnya tiba di berbagai stasiun wilayah Daop 3 Cirebon.

    “Tingginya volume kedatangan ini menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi moda transportasi andalan masyarakat karena faktor keamanan, kenyamanan, serta ketepatan waktu perjalanan,” ujar Muhibbuddin dalam keterangannya, Jumat (27/12/2025).

    Adapun lima stasiun dengan volume pelanggan tertinggi selama periode tersebut meliputi Stasiun Cirebon dengan total 62.092 pelanggan, Stasiun Cirebonprujakan sebanyak 23.116 pelanggan, Stasiun Jatibarang sebanyak 18.917 pelanggan, Stasiun Brebes sebanyak 14.103 pelanggan, serta Stasiun Haurgeulis sebanyak 9.104 pelanggan.

    Muhibbuddin menambahkan, Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebonprujakan menjadi titik kedatangan utama seiring perannya sebagai pusat aktivitas ekonomi dan simpul transportasi strategis di wilayah Jawa Barat bagian timur.

    Sementara itu, pergerakan pelanggan di stasiun lain seperti Jatibarang dan Brebes juga menunjukkan tren yang cukup tinggi selama masa libur akhir tahun.

    Selain mencatat tingginya arus kedatangan, KAI Daop 3 Cirebon juga memantau tingkat penjualan tiket kereta api jarak jauh. Hingga Jumat (27/12/2025) pukul 15.00 WIB, tiket yang telah terjual mencapai 59.104 lembar atau sekitar 79 persen dari total kapasitas 74.988 tiket yang disediakan selama masa angkutan.

    Sejumlah kereta api jarak jauh yang berangkat dari wilayah Daop 3 Cirebon antara lain KA Gunung Jati relasi Semarang Tawang Bank Jateng–Cirebon–Gambir pulang pergi, KA Cakrabuana relasi Purwokerto–Cirebon–Gambir pulang pergi, KA Ranggajati relasi Cirebon–Jember pulang pergi, serta KA Kaligung dengan relasi Cirebonprujakan–Semarang Poncol dan Brebes–Semarang Poncol.

    “KAI Daop 3 Cirebon terus memastikan seluruh aspek pelayanan berjalan optimal, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, pengaturan alur pelanggan di stasiun, hingga kesiapan petugas di lapangan, guna memberikan pelayanan terbaik selama masa Angkutan Nataru,” kata Muhibbuddin.

    KAI Daop 3 Cirebon juga mengimbau seluruh pelanggan agar merencanakan perjalanan dengan matang, datang lebih awal ke stasiun, serta membeli tiket melalui kanal resmi KAI. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung perjalanan yang aman, lancar, dan berkesan selama libur Natal dan Tahun Baru. (Haris)

  • Promo Akhir Tahun, Penumpang Daop 3 Cirebon Dapat Diskon 25 Persen

    Promo Akhir Tahun, Penumpang Daop 3 Cirebon Dapat Diskon 25 Persen

    cirebontrust.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon menghadirkan program Year End Sale (YES) Deals 2025 dengan memberikan diskon tiket kereta api sebesar 25 persen guna menyemarakkan masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    Program promo tersebut berlaku untuk pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI pada periode 25 hingga 31 Desember 2025, dengan jadwal keberangkatan mulai 29 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026. Diskon diberikan untuk perjalanan kelas Eksekutif, Luxury, dan Compartment dengan kuota terbatas.

    Manajer Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan peluncuran YES Deals 2025 merupakan bentuk apresiasi kepada pelanggan setia sekaligus komitmen KAI dalam menyediakan layanan transportasi publik yang andal di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pada libur akhir tahun.

    “Promo diskon ini menjadi bagian dari komitmen KAI dalam menyediakan layanan transportasi publik yang selamat, andal, efisien, serta terjangkau di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun,” ujar Muhibbuddin dalam keterangan resminya, Rabu (25/12/2025).

    Menurut Muhibbuddin, momentum Natal dan Tahun Baru selalu diiringi lonjakan jumlah penumpang. Oleh karena itu, KAI berupaya menghadirkan solusi transportasi yang aman, nyaman, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

    “Dengan potongan harga 25 persen, perjalanan menggunakan kereta api menjadi lebih ekonomis dan diharapkan dapat menjadi pilihan utama masyarakat selama masa Nataru,” kata dia.

    Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan promo tersebut dengan tetap memperhatikan jadwal perjalanan dan ketentuan yang berlaku.

    “Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik agar perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru tetap aman dan berkesan,” ujarnya.

    Adapun syarat dan ketentuan promo YES Deals 2025 antara lain pembelian tiket hanya dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, diskon tidak berlaku untuk kereta Priority, Imperial, Panoramic, serta kereta wisata lainnya, dan tidak dapat digabungkan dengan promo lain. Tiket diskon tetap dapat dibatalkan atau diubah jadwal sesuai ketentuan yang berlaku selama kuota masih tersedia.

    Sejumlah kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon yang mendapatkan promo YES Deals 2025 di antaranya KA Cakrabuana, KA Gunungjati, KA Ranggajati, KA Kaligung, serta KA Cirebon Fakultatif dengan berbagai relasi tujuan.

    Sementara itu, KAI Daop 3 Cirebon mencatat peningkatan pergerakan penumpang selama masa awal Angkutan Natal dan Tahun Baru. Pada periode 18 hingga 24 Desember 2025, KAI Daop 3 Cirebon telah melayani 94.736 penumpang, dengan jumlah keberangkatan sebanyak 43.577 penumpang dan kedatangan 51.159 penumpang.

    Muhibbuddin menjelaskan, lima stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi selama periode tersebut yakni Stasiun Cirebon sebanyak 28.605 penumpang, Stasiun Cirebon Prujakan 13.742 penumpang, Stasiun Jatibarang 8.752 penumpang, Stasiun Brebes 6.882 penumpang, serta Stasiun Haurgeulis 4.819 penumpang.

    “Angka ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama dalam perjalanan libur akhir tahun,” ucap Muhibbuddin.

    Berdasarkan pantauan pada Selasa (24/12/2025) pukul 15.00 WIB, penjualan tiket kereta api jarak jauh keberangkatan dari wilayah Daop 3 Cirebon telah mencapai 46.144 tiket atau sekitar 62 persen dari total kapasitas 74.988 tiket yang disediakan.

    Kereta api yang melayani keberangkatan tersebut antara lain KA Gunungjati relasi Semarang Tawang Bank Jateng–Cirebon–Gambir, KA Cakrabuana relasi Purwokerto–Cirebon–Gambir, KA Ranggajati relasi Cirebon–Jember, serta KA Kaligung relasi Cirebon Prujakan dan Brebes menuju Semarang Poncol.

    “Kami mengimbau calon penumpang untuk menyediakan waktu yang cukup menuju stasiun agar tidak tertinggal kereta, mengingat kepadatan lalu lintas mulai meningkat,” kata Muhibbuddin.

    Selain itu, KAI juga mengingatkan penumpang agar memperhatikan ketentuan barang bawaan. Setiap penumpang diperbolehkan membawa bagasi dengan berat maksimal 20 kilogram dan volume maksimum 100 desimeter kubik, dengan ukuran dimensi paling besar 70 sentimeter x 48 sentimeter x 30 sentimeter. (Haris)

  • Penumpang Kereta Api Dapat Kejutan Hari Ibu

    Penumpang Kereta Api Dapat Kejutan Hari Ibu

    cirebontrust.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon memberikan kejutan spesial kepada para pelanggan kereta api dalam rangka memperingati Hari Ibu sekaligus menyemarakkan masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    Kegiatan tersebut berlangsung di sejumlah stasiun wilayah Daop 3 Cirebon dan mendapat sambutan hangat dari para penumpang.

    Kejutan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan kepada para ibu yang memiliki peran penting dalam keluarga, sekaligus menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan kereta api, khususnya pada momentum libur Nataru yang ditandai dengan tingginya mobilitas masyarakat.

    Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan, peringatan Hari Ibu menjadi momentum yang tepat untuk menegaskan komitmen KAI dalam menghadirkan pelayanan transportasi publik yang humanis, ramah, dan penuh kepedulian terhadap pelanggan.

    “Melalui perayaan Hari Ibu ini, kami ingin menghadirkan suasana perjalanan yang lebih hangat dan berkesan bagi pelanggan, khususnya para ibu yang bepergian bersama keluarga di masa Angkutan Nataru 2025/2026. Ini juga menjadi wujud terima kasih kami atas kepercayaan masyarakat yang terus memilih kereta api sebagai moda transportasi utama,” ujar Muhibbuddin, Senin (22/12/2025).

    Dalam kegiatan tersebut, petugas KAI Daop 3 Cirebon memberikan bingkisan, bunga, serta hadiah berupa cokelat kepada seorang ibu bernama Anggun yang tengah bepergian bersama anaknya menggunakan KA Cakrabuana relasi Cirebon–Gambir.

    Bingkisan serupa juga dibagikan kepada pelanggan perempuan yang sedang menunggu keberangkatan kereta di ruang tunggu stasiun.

    Tidak hanya itu, petugas KAI turut menyampaikan ucapan selamat Hari Ibu dan berinteraksi langsung dengan para pelanggan perempuan guna menciptakan suasana perjalanan yang lebih hangat dan personal. KAI juga memberikan kejutan berupa kue ulang tahun dan suvenir menarik kepada penumpang yang berulang tahun bertepatan dengan peringatan Hari Ibu pada 22 Desember.

    Momentum Angkutan Nataru 2025/2026 sendiri menjadi salah satu periode dengan tingkat mobilitas penumpang tertinggi sepanjang tahun. Oleh karena itu, KAI Daop 3 Cirebon terus memastikan kesiapan operasional secara menyeluruh, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, sumber daya manusia, hingga peningkatan layanan baik di stasiun maupun di atas kereta.

    “Dalam momen Hari Ibu ini, KAI berharap dapat memberikan kado istimewa yang tak terlupakan bagi para ibu atas perannya yang luar biasa. Kami juga berharap hal ini dapat meningkatkan kecintaan serta loyalitas pelanggan untuk terus menggunakan transportasi kereta api. Terima kasih kepada seluruh pelanggan, dan selamat Hari Ibu,” kata Muhibbuddin.

    Sementara itu, memasuki hari kelima masa Angkutan Nataru 2025/2026, Daop 3 Cirebon mencatat akumulasi penumpang yang berangkat dari 13 stasiun penumpang di wilayahnya mencapai 28.186 orang. Adapun jumlah penumpang yang tiba tercatat sebanyak 32.371 orang.

    “Berdasarkan pantauan data hari ini, jumlah penumpang yang berangkat atau naik sebanyak 5.935 pelanggan, sedangkan jumlah kedatangan atau turun penumpang mencapai 6.122 pelanggan,” ujar Muhibbuddin.

    Ia menambahkan, hingga Senin (22/12/2025), total tiket yang telah terjual mencapai 41.858 tiket dari kapasitas yang disediakan sebanyak 74.988 tiket. Dengan demikian, ketersediaan tiket Angkutan Nataru dari wilayah Daop 3 Cirebon masih tersisa sebanyak 33.130 tiket. (Haris)

  • KAI Cirebon Tangani 467 Kasus Barang Tertinggal Sepanjang 2025

    KAI Cirebon Tangani 467 Kasus Barang Tertinggal Sepanjang 2025

    cirebontrust.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mengoptimalkan layanan Lost and Found sebagai bagian dari peningkatan pelayanan kepada pelanggan dalam menghadapi Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Layanan itu ditujukan bagi penumpang yang kehilangan atau tertinggal barang, baik di dalam kereta api maupun di area stasiun.

    Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan, layanan Lost and Found dijalankan oleh petugas yang memiliki integritas dan tanggung jawab tinggi demi menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jasa kereta api.

    Menurut dia, optimalisasi layanan ini menjadi salah satu komitmen KAI dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya pada periode dengan lonjakan penumpang.

    Muhibbuddin menjelaskan, penumpang yang mengalami kehilangan barang dapat segera melapor kepada kondektur saat berada di dalam kereta, petugas keamanan di stasiun, atau melalui Contact Center KAI 121.

    “Bagi para pengguna jasa kereta api yang merasa kehilangan barang, baik saat berada di dalam kereta maupun di lingkungan stasiun, dapat langsung menghubungi petugas keamanan di stasiun,” ujar Muhibbuddin.

    Setelah laporan diterima, petugas KAI akan segera melakukan pencarian. Apabila barang ditemukan dalam waktu singkat, barang tersebut langsung dikembalikan kepada pemiliknya.

    Namun, apabila belum ditemukan, pelapor akan memperoleh informasi perkembangan pencarian secara berkala. Barang-barang temuan di kereta maupun di stasiun juga diumumkan melalui pengeras suara.

    Apabila setelah pengumuman tidak ada pihak yang mengambil barang, barang tersebut akan disimpan di pos pengamanan stasiun. Selanjutnya, barang temuan diberi label khusus, diverifikasi, dan diinput ke dalam Database Lost and Found milik KAI.

    “Penginputan barang temuan ke dalam database ini diharapkan mempermudah pencarian barang hilang sesuai dengan ciri dan spesifikasi yang dilaporkan oleh penumpang,” kata Muhibbuddin.

    Sepanjang Januari hingga pertengahan Desember 2025, KAI Daop 3 Cirebon telah menangani 467 kasus barang tertinggal. Jenis barang yang berhasil diamankan sangat beragam, mulai dari laptop, tablet, koper, dompet, dokumen penting, uang tunai, ponsel, hingga perhiasan emas. Total estimasi nilai barang yang berhasil dikembalikan kepada pemiliknya mencapai Rp 882 juta.

    Muhibbuddin menegaskan, keberhasilan pengembalian barang tersebut tidak lepas dari kecepatan respons dan integritas petugas di lapangan.

    “Tidak hanya respons cepat, integritas yang tinggi juga wajib dimiliki oleh seluruh petugas KAI. Berkat kesigapan dan kejujuran petugas, barang yang tertinggal dapat ditemukan dan dikembalikan kepada pemiliknya secara utuh,” tutupnya. (Haris)

  • KAI Daop 3 Cirebon Siagakan 1.800 Personel Hadapi Angkutan Nataru

    KAI Daop 3 Cirebon Siagakan 1.800 Personel Hadapi Angkutan Nataru

    cirebontrust.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 selama 18 hari, mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

    Untuk memastikan kesiapan layanan dan pengamanan selama periode tersebut, PT KAI Daerah Operasi 3 Cirebon menggelar Apel Gelar Pasukan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di halaman parkir Stasiun Cirebon, Kamis (18/12/2025).

    Vice President Daop 3 Cirebon Sigit Winarto mengatakan, apel gelar pasukan menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh personel siap menjalankan tugas operasional dan pengamanan selama masa angkutan Nataru.

    Apel tersebut diikuti manajemen Daop 3 Cirebon, petugas pengamanan internal KAI seperti Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) dan petugas keamanan, petugas layanan pelanggan, pekerja administrasi, unsur TNI dan Polri, serta relawan komunitas pencinta kereta api.

    “Kegiatan ini dimaksudkan untuk memastikan kesiapan seluruh personel pengamanan dan operasional Angkutan Nataru 2025/2026 yang akan bertugas mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026,” ujar Sigit.

    Untuk mendukung rasa aman dan nyaman bagi pelanggan, KAI Daop 3 Cirebon menyiagakan sekitar 1.800 personel posko. Personel tersebut terdiri atas 328 petugas keamanan yang mencakup 82 personel Polsuska, 155 personel keamanan, 70 personel bantuan eksternal dari TNI dan Polri, serta 21 petugas posko dari unsur pekerja kantor.

    Pengamanan dilakukan di atas kereta api, lingkungan stasiun, patroli jalur rel, hingga objek vital seperti depo lokomotif dan kereta, dengan tetap berkoordinasi bersama aparat keamanan setempat.

    Di bidang pelayanan pelanggan, KAI Daop 3 Cirebon menambah delapan petugas Customer Service Mobile yang ditempatkan di Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan.

    Selain itu, terdapat 38 relawan dari komunitas pencinta kereta api yang membantu memberikan informasi dan pendampingan kepada penumpang di sejumlah stasiun. KAI juga menyiagakan 54 petugas pengisi air kereta serta 18 petugas kebersihan tambahan di stasiun utama.

    Pada aspek kesehatan, KAI Daop 3 Cirebon menempatkan 13 paramedis, delapan dokter, serta ambulans posko di sejumlah stasiun besar, seperti Cirebon, Cirebon Prujakan, Jatibarang, Arjawinangun, dan Brebes. Koordinasi juga dilakukan dengan rumah sakit dan puskesmas terdekat untuk mengantisipasi kondisi darurat yang dialami penumpang.

    Menghadapi potensi cuaca ekstrem pada musim hujan, KAI Daop 3 Cirebon melakukan berbagai langkah mitigasi, antara lain normalisasi saluran air, pembersihan lumpur di ruang milik jalur kereta api, perkuatan lereng rawan longsor dengan dinding penahan dan bronjong, serta penempatan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di 17 titik rawan di sepanjang lintas wilayah Daop 3 Cirebon.

    Selain itu, KAI Daop 3 Cirebon menyiagakan 873 petugas perawatan prasarana yang terdiri atas tenaga organik dan nonorganik untuk perawatan jalan rel, jembatan, serta penjagaan perlintasan sebidang.

    Petugas tambahan juga dikerahkan, termasuk penilik jalan rel ekstra, penjaga perlintasan sebidang di puluhan titik, serta petugas posko daerah rawan untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman dan lancar.

    Sigit menambahkan, KAI Daop 3 Cirebon telah menyiapkan sarana andal berupa 14 lokomotif seri CC 201 dan CC 206 serta 83 unit kereta untuk melayani sejumlah perjalanan jarak menengah dan jauh. Kereta tersebut melayani KA Cakrabuana, KA Ranggajati, KA Gunungjati, serta KA Cirebon Fakultatif selama masa angkutan Nataru.

    Selama periode Nataru, KAI Daop 3 Cirebon menyediakan 74.988 tempat duduk dengan tujuan Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jember. Total perjalanan kereta api yang melintas di wilayah Daop 3 Cirebon mencapai 189 perjalanan, terdiri atas 155 kereta reguler dan 34 kereta tambahan.

    “Semoga dengan persiapan yang matang dari seluruh aspek, angkutan Nataru menggunakan kereta api dapat berjalan selamat, aman, lancar, dan terkendali,” kata Sigit. (Haris)