Tag: berita cirebon hari ini

  • Identitas Belum Diketahui, Mayat Pria Ditemukan di Tambak Suranenggala

    Identitas Belum Diketahui, Mayat Pria Ditemukan di Tambak Suranenggala

    cirebontrust.id – Warga Desa Muara, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas di bibir laut, Kamis (16/4/2026) pagi. Penemuan tersebut langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian yang bergerak cepat melakukan penanganan awal di lokasi kejadian.

    Mayat pertama kali ditemukan sekitar pukul 07.30 WIB oleh seorang warga bernama Kadina, yang berprofesi sebagai petambak dan berdomisili di Blok Muara Wetan. Saat itu, ia tengah beraktivitas di area tambak dan mencium bau tidak sedap yang menyengat.

    Merasa curiga, Kadina kemudian menelusuri sumber bau tersebut hingga menemukan sesosok tubuh laki-laki dalam kondisi terlentang di bibir laut. Temuan itu segera dilaporkan kepada perangkat desa setempat yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.

    Kapolsek Kapetakan AKP Rudiana mengatakan, pihaknya langsung menuju lokasi setelah menerima laporan untuk melakukan pengecekan awal sekaligus mengamankan area penemuan.

    “Begitu menerima laporan dari perangkat desa, kami langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan serta melakukan pengamanan awal sebelum tim identifikasi datang,” ujar Rudiana.

    Petugas kemudian melakukan sejumlah langkah awal, mulai dari mengamankan lokasi, mengumpulkan keterangan saksi, hingga berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Cirebon Kota.

    Sekitar pukul 11.30 WIB, Tim Inafis tiba di lokasi dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Proses ini dilakukan guna mengidentifikasi kondisi jenazah serta mencari petunjuk yang dapat mengungkap identitas korban dan penyebab kematiannya.

    Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui jenazah berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia sekitar 45 tahun. Saat ditemukan, korban tidak mengenakan baju dan belum diketahui identitasnya.

    Selanjutnya, sekitar pukul 12.30 WIB, jenazah dievakuasi ke RSUD Gunung Jati Kota Cirebon untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut, termasuk proses autopsi guna memastikan penyebab kematian secara akurat.

    Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke kantor polisi terdekat.

    “Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut untuk segera melapor. Kami akan terus melakukan upaya penyelidikan dan berharap adanya informasi dari masyarakat yang dapat membantu mengungkap identitas korban,” ujar Aris.

    Hingga kini, kasus penemuan mayat tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. (Haris)

  • Pelajar Terjatuh Saat Dibubarkan Warga, Polisi Pastikan Bukan Tawuran

    Pelajar Terjatuh Saat Dibubarkan Warga, Polisi Pastikan Bukan Tawuran

    cirebontrust.id – Dugaan tawuran pelajar yang sempat meresahkan warga di Kota Cirebon pada Jumat (10/4/2026) siang berakhir tanpa bentrokan. Polisi memastikan insiden tersebut bukan aksi tawuran, melainkan kecelakaan tunggal akibat kepanikan saat para pelajar dibubarkan warga.

    Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di Jalan Ahmad Yani By Pass, tepat di depan salah satu SMP negeri. Sejumlah warga yang melihat kerumunan pelajar mencurigakan langsung bergerak membubarkan mereka untuk mencegah potensi bentrokan.

    Situasi yang mendadak memanas membuat para pelajar berhamburan meninggalkan lokasi. Dalam kondisi panik, dua pelajar berusia 13 tahun dilaporkan terjatuh dari sepeda motor yang mereka kendarai saat mencoba melarikan diri.

    Kapolsek Cirebon Selatan Timur, Juntar Hutasoit, menegaskan, hasil pengecekan di lokasi dan keterangan para saksi tidak menunjukkan adanya aksi kekerasan antar pelajar.

    “Dari hasil pemeriksaan di lokasi dan keterangan saksi, tidak ditemukan adanya tawuran. Korban mengalami luka karena terjatuh dari sepeda motor saat berusaha melarikan diri,” ujarnya.

    Kedua korban segera mendapat pertolongan dari warga sekitar dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Orang tua masing-masing korban juga telah mendampingi selama proses perawatan.

    Saksi mata, Wim Sugianto, mengungkapkan bahwa dirinya melihat kerumunan pelajar di depan kantor BBWS Cimanuk Cisanggarung yang diduga akan melakukan tawuran.

    “Saya bersama warga langsung membubarkan mereka supaya tidak terjadi bentrokan,” katanya.

    Hal serupa disampaikan saksi lain, Andi Teni Putri, yang berada di warung dekat lokasi. Ia mengaku sempat berteriak membubarkan para pelajar.

    “Mereka langsung kabur semua, tidak ada yang saling serang,” ujarnya.

    Sementara itu, petugas keamanan setempat, Rizky Kurniawan, membenarkan bahwa salah satu pelajar terjatuh saat berusaha melarikan diri dari lokasi setelah dibubarkan warga.

    Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung menuju tempat kejadian perkara untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari para saksi. Polisi juga memastikan kondisi korban yang saat ini telah mendapatkan perawatan medis.

    Dari hasil pemeriksaan tenaga medis, korban mengalami luka lecet di bagian wajah dan tubuh serta luka akibat benturan yang dipastikan berasal dari kecelakaan, bukan akibat kekerasan.

    Kasi Humas Polres Cirebon Kota, M. Aris Hermanto, mengimbau para pelajar agar tidak terlibat aksi tawuran yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

    “Kami mengingatkan para pelajar untuk tidak terlibat tawuran. Orang tua juga diharapkan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak di luar jam sekolah. Jika menemukan potensi gangguan keamanan, segera manfaatkan layanan Polisi 110,” ujarnya.

    Polisi menegaskan situasi di lokasi kini telah kondusif dan tidak ditemukan indikasi lanjutan terkait aksi tawuran tersebut. (Haris)

  • Kecelakaan Maut di Fly Over Pegambiran, Ayah dan Anak Tewas

    Kecelakaan Maut di Fly Over Pegambiran, Ayah dan Anak Tewas

    cirebontrust.id.- Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di jalur Pantura, tepatnya di Fly Over Pegambiran, bypass Kota Cirebon, pada Minggu (5/4/2026) siang. Insiden maut itu merenggut nyawa dua pemudik asal Tegal yang tengah dalam perjalanan menuju Depok setelah sepeda motor yang mereka tumpangi bertabrakan dengan truk tronton.

    Korban tewas diketahui merupakan ayah dan anak, Sirojudin dan Nuraeni. Keduanya mengalami luka berat di bagian kepala akibat benturan keras dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, satu korban lain yang masih di bawah umur mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke RSUD Gunung Jati untuk mendapatkan penanganan medis.

    Peristiwa nahas tersebut bermula saat ketiga korban berboncengan menggunakan sepeda motor matic bernomor polisi G 6483 AZF, melaju dari arah Jawa menuju Jakarta. Saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan yang mereka kendarai diduga bersenggolan dengan truk tronton hingga terjatuh dan mengalami benturan berulang.

    Video amatir yang beredar di media
    sosial memperlihatkan warga berusaha mengejar truk yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut. Truk sempat menjauh dari lokasi, namun akhirnya berhasil dihentikan oleh warga.

    Kanit Gakkum Satlantas Polres Cirebon Kota, Ipda Rian Marfiliyanto, mengatakan kecelakaan diduga dipicu oleh kurangnya kewaspadaan pengendara sepeda motor saat melaju berdampingan dengan kendaraan besar.

    “Diduga pengendara sepeda motor kurang hati-hati saat berkendara dengan kecepatan cukup tinggi sehingga terjadi senggolan dengan truk tronton,” ujarnya.

    Saat ini, petugas telah mengamankan truk beserta pengemudinya, serta kendaraan milik korban. Polisi juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk sopir truk yang sempat meninggalkan lokasi kejadian. Kasus kecelakaan tersebut kini ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Cirebon Kota. (Haris)

  • Sindikat Rumah Kosong Gasak Uang dan Emas Ratusan Juta

    Sindikat Rumah Kosong Gasak Uang dan Emas Ratusan Juta

    cirebontrust.id – Satuan Reserse Kriminal Polres Cirebon Kota berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang menyasar rumah kosong di wilayah Kelurahan Pekalipan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, dengan total kerugian korban mencapai Rp465 juta.

    Pengungkapan kasus tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Senin (30/3/2026). Aksi pencurian diketahui terjadi di sebuah rumah di Jalan Pekalipan VIII Gang Lawanggada.
    Kasus ini bermula saat korban, Liem Tjioe Kiok, mendapati rumahnya dalam kondisi terbuka dan telah dibobol pada Selasa (17/2/2026).

    Sebelumnya, korban menerima informasi dari saksi Veronica Rubi Ningsih yang curiga terhadap kondisi rumah tersebut.

    Saksi lainnya, Mochamad Sofyan, turut memberikan keterangan kepada polisi terkait kondisi rumah yang telah dirusak serta adanya aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi kejadian.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cirebon Kota AKP Adam Gana menjelaskan, pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dengan melakukan penyelidikan intensif.

    “Kami mengerahkan tim Resmob untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, serta menelusuri jejak pelaku hingga ke luar daerah,” ujar Adam.

    Hasilnya, polisi berhasil menangkap dua pelaku di wilayah Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, pada Kamis (26/3/2026). Pengembangan kasus kemudian mengarah pada penangkapan dua pelaku lainnya di wilayah Baleendah, Kabupaten Bandung, dan Cicendo, Kota Bandung, pada Jumat (27/3/2026) dini hari.

    Keempat pelaku yang diamankan masing-masing berinisial HW (45), DH (41), IA (46), dan DR (45). Seluruhnya diketahui merupakan residivis yang telah berulang kali melakukan aksi pencurian serupa di berbagai daerah.

    Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menyasar rumah yang ditinggalkan dalam keadaan kosong. Mereka masuk dengan cara merusak pintu, kemudian mengambil berbagai barang berharga milik korban, mulai dari uang tunai, emas batangan, hingga perhiasan dan dokumen penting.

    Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian hingga Rp465 juta yang terdiri dari uang tunai, logam mulia, perhiasan, serta dokumen penting lainnya.

    Dari hasil pemeriksaan, para pelaku mengaku telah menjual hasil curian kepada seorang penadah di wilayah Kabupaten Bandung senilai Rp200 juta, yang kemudian dibagi rata.

    Sementara itu, barang berupa identitas dan buku tabungan milik korban dibuang di wilayah Sumedang.
    Kasus ini juga mengungkap bahwa komplotan tersebut merupakan jaringan pelaku spesialis rumah kosong yang kerap beraksi lintas daerah, termasuk di wilayah hukum Polres Cirebon Kota.

    Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan serupa.

    “Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar terhindar dari aksi kejahatan, dan kami akan terus menindak tegas setiap pelaku yang meresahkan,” ujar Aris.

    Polisi juga mengingatkan warga untuk memastikan keamanan rumah saat ditinggalkan serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. (Haris)

  • Penghuni Kos Tewas di Kamar Mandi, Air Mengalir Sejak Siang

    Penghuni Kos Tewas di Kamar Mandi, Air Mengalir Sejak Siang

    cirebontrust.id – Warga Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, digegerkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia yang meninggal dunia di dalam kamar kosnya, Minggu (15/2/2026) sore. Korban ditemukan dalam kondisi telungkup di kamar mandi dengan kran air masih terbuka dan air terus mengalir.

    Peristiwa tersebut terjadi di kamar kos Bah Karimun, Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Gang Mangle, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.

    Penemuan jasad korban bermula dari kecurigaan pemilik kos yang mendengar suara percikan air sejak siang hari, sementara tidak ada respons dari dalam kamar.

    Korban diketahui berinisial T.Y. (71), warga Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon. Sehari-hari, korban tinggal seorang diri di kamar kos tersebut.

    Menurut keterangan saksi, pemilik kos bersama penghuni kamar lain akhirnya membuka pintu menggunakan kunci cadangan karena korban tidak merespons panggilan. Saat pintu dibuka, korban ditemukan dalam posisi telungkup di kamar mandi dengan kondisi kran air menyala.

    Mengetahui kejadian itu, pemilik kos segera melaporkan kepada keluarga dan pengurus lingkungan setempat. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.

    Petugas piket Pamapta dan piket siaga Satreskrim Polres Cirebon Kota bersama personel Polsek Kesambi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta mengamankan area sekitar.

    Kapolsek Kesambi, Iptu Suganda, memastikan seluruh prosedur penanganan telah dilakukan sesuai ketentuan.

    “Kami langsung melakukan pengecekan TKP, mengumpulkan keterangan para saksi, dan berkoordinasi dengan tenaga medis untuk memastikan penanganan berjalan profesional,” ujar Suganda saat dikonfirmasi, Minggu malam.

    Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Gunung Jati Kota Cirebon untuk menjalani pemeriksaan medis berupa visum luar guna mengetahui penyebab pasti kematian.

    Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman atas peristiwa tersebut dan mengimbau masyarakat tidak berspekulasi.

    “Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Apabila menemukan kejadian mencurigakan, segera laporkan ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan 110,” kata Aris.

    Hingga berita ini diturunkan, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian korban. (Haris)

  • Motor Hilang Saat Parkir di Depan Rumah, Dua Pelaku Ditangkap

    Motor Hilang Saat Parkir di Depan Rumah, Dua Pelaku Ditangkap

    cirebontrust.id – Seorang warga Kota Cirebon kehilangan sepeda motor yang diparkir di depan rumah orang tuanya di kawasan Pegajahan Gang Kijang 1, Kelurahan Jagasatru, Kecamatan Harjamukti.

    Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Senin malam (26/1/2026) sekitar pukul 21.30 WIB dan berhasil diungkap Unit Reserse Kriminal Polsek Cirebon Selatan Timur.

    Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP Juntar Hutasoit, mengatakan, korban baru mengetahui sepeda motornya hilang saat kembali ke rumah orang tuanya usai beraktivitas di sekitar lingkungan tempat tinggal.

    “Korban mendapati sepeda motor yang sebelumnya diparkir di depan rumah sudah tidak berada di lokasi. Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cirebon Selatan Timur,” ujar Juntar, Selasa (27/1/2026).

    Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan sejumlah saksi, polisi mengungkap bahwa pencurian dilakukan oleh dua orang pelaku yang memanfaatkan kondisi gang sempit serta situasi lingkungan yang relatif sepi pada malam hari.

    Menurut Juntar, pelaku berinisial A.S. menggunakan kunci sepeda motor jenis lain untuk menyalakan kendaraan milik korban.

    Sementara pelaku berinisial M.B.S. membantu mendorong sepeda motor keluar dari gang agar tidak menimbulkan kecurigaan warga sekitar.

    “Setelah sepeda motor berhasil dikuasai, kedua pelaku langsung meninggalkan lokasi kejadian. Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian materiil sekitar Rp3,5 juta,” kata Juntar.

    Dalam pengungkapan kasus itu, polisi mengamankan dua tersangka, yakni M.B.S., warga Kelurahan Pulasaren, Kecamatan Pekalipan, dan A.S., warga Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

    Petugas turut menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat serta pakaian yang digunakan pelaku saat beraksi.

    Kedua tersangka saat ini menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan dijerat Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terkait tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

    Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, menilai pengungkapan cepat kasus tersebut merupakan bentuk kesigapan kepolisian dalam merespons laporan masyarakat serta menjaga keamanan wilayah Kota Cirebon.

    “Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat memarkir kendaraan, menggunakan kunci ganda, serta memilih lokasi parkir yang mudah diawasi. Apabila mengetahui atau mengalami tindak kejahatan, segera lapor melalui Call Center 110 atau kantor polisi terdekat,” tegas Aris.

  • KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,79 Juta Pemilih Berkelanjutan Triwulan III

    KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,79 Juta Pemilih Berkelanjutan Triwulan III

    cirebontrust.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon menetapkan hasil Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III 2025 sebanyak 1.790.534 pemilih.

    Dari jumlah tersebut, 901.580 pemilih tercatat laki-laki, sedangkan 888.954 pemilih perempuan. Data itu tersebar di 40 kecamatan dan 424 desa/kelurahan di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon, sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Nomor 61/PL.01.2-BA/3209/2025.

    Penetapan dilakukan melalui Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi PDPB yang berlangsung di Aula Kantor KPU Kabupaten Cirebon, Kamis (2/10/2025).

    Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Esya Karnia Puspawati, menegaskan bahwa program PDPB merupakan langkah nyata untuk menjaga validitas data pemilih.

    “Kami memastikan data pemilih selalu mutakhir dan akurat. Untuk itu, KPU Cirebon juga melakukan pencocokan dan penelitian terbatas sebagai bagian dari verifikasi lapangan,” ujarnya.

    Esya mengakui, berdasarkan hasil verifikasi sebelumnya, masih ada warga yang belum melaporkan akta kematian anggota keluarganya. Hal ini menjadi hambatan karena tanpa dokumen pendukung, nama yang bersangkutan tidak bisa dicoret dari daftar pemilih.

    “Karena itu, kami mengajak seluruh pihak untuk berperan aktif menyebarkan informasi sekaligus mendorong masyarakat agar segera mengurus dan melaporkan akta kematian anggota keluarganya,” tutur Esya.

    Ia menambahkan, keakuratan data pemilih berpengaruh langsung terhadap kualitas pemilu dan efisiensi penggunaan anggaran. Dengan data yang valid, kebutuhan logistik dapat direncanakan secara tepat sasaran.

    “Tentu, penyediaan data yang akurat tidak mungkin terwujud tanpa dukungan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

    Dalam rapat pleno tersebut, Bawaslu Kabupaten Cirebon turut melaporkan hasil uji petik terhadap 150 pemilih yang mencakup kategori pemilih baru dan pemilih tidak memenuhi syarat. Namun, data itu belum disertai bukti pendukung.

    Sementara itu, Pengadilan Agama Sumber mencatat adanya 207 permohonan dispensasi kawin selama Januari–September 2025 dengan rentang usia 16 hingga 17 tahun.

    Adapun data agregat kependudukan dari Disdukcapil menunjukkan jumlah penduduk Kabupaten Cirebon per Semester I 2025 sebanyak 1.795.875 jiwa. Angka tersebut menandakan bahwa rekap PDPB Triwulan III 2025 yang ditetapkan KPU Kabupaten Cirebon mendekati tingkat akurasi 100 persen.

    Sebagai upaya pelayanan publik, KPU Kabupaten Cirebon telah membuka Helpdesk PDPB dan gencar melakukan sosialisasi pentingnya pemutakhiran data pemilih.

    Rapat pleno tersebut turut dihadiri oleh Bawaslu Kabupaten Cirebon, perwakilan partai politik, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Polresta Cirebon, Kodim 0620 Kabupaten Cirebon, Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, Pengadilan Negeri Sumber, serta Lapas Narkotika Cirebon. (Haris)