Bulan: Juli 2026

  • Lansia Ditemukan Meninggal di Pabrik Spitenk, Diduga Akibat Sakit

    Lansia Ditemukan Meninggal di Pabrik Spitenk, Diduga Akibat Sakit

    cirebontrust.id – Seorang pria berinisial R.P. (65) ditemukan meninggal dunia di dalam ruangan pabrik spitenk di Jalan Angkasa Raya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), keterangan para saksi, dan pemeriksaan awal kepolisian, korban diduga meninggal dunia akibat sakit yang telah lama dideritanya.

    Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP Juntar Hutasoit, S.H., M.H. mengatakan, pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat. Personel gabungan Polsek Cirebon Selatan Timur bersama Tim Inafis Polres Cirebon Kota dan petugas terkait langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan para saksi.

    Korban diketahui merupakan warga Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Saat ditemukan, korban berada di dalam ruangan pabrik spitenk milik seorang pemilik berinisial R. yang beralamat di Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

    Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Marta, rekan kerja korban yang bertugas sebagai petugas keamanan di lokasi. Sekitar pukul 17.30 WIB, ia diminta menemani seorang kerabat korban yang hendak mengantarkan kacamata.

    Marta kemudian naik ke lantai dua untuk memanggil korban. Namun, tidak ada respons dari korban. Saat didekati, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

    Mengetahui kondisi tersebut, Marta segera memberitahukan kejadian itu kepada rekan kerja lainnya dan menghubungi pihak kepolisian agar dilakukan penanganan sesuai prosedur.

    Sementara itu, saksi lainnya, Kunto Subagyo, yang juga merupakan rekan kerja korban, mengungkapkan bahwa sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat mengeluhkan sakit perut yang telah lama dideritanya. Korban bahkan pernah menanyakan obat lambung kepadanya.

    Keterangan tersebut memperkuat dugaan awal bahwa korban memiliki riwayat penyakit. Dari hasil olah TKP, petugas juga menemukan sejumlah obat-obatan di kamar tempat korban biasa beristirahat.

    Petugas tidak menemukan tanda-tanda yang mengarah pada dugaan tindak pidana maupun adanya kekerasan pada tubuh korban. Hasil pemeriksaan awal di lokasi juga menguatkan dugaan bahwa kematian korban berkaitan dengan kondisi kesehatannya.

    Pihak keluarga kemudian menolak dilakukan pemeriksaan luar maupun pemeriksaan dalam di rumah sakit. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai oleh istri korban dengan disaksikan pihak terkait.

    Setelah proses identifikasi dan olah TKP selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai ketentuan yang berlaku. Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun.

    Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP Juntar Hutasoit, S.H., M.H. menegaskan bahwa kepolisian tetap menjalankan seluruh prosedur penanganan perkara meski dugaan sementara mengarah pada penyebab alami.

    “Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, keterangan para saksi, serta barang yang ditemukan di sekitar korban, dugaan sementara korban meninggal dunia akibat sakit yang telah lama dideritanya. Meski demikian, kepolisian tetap melakukan langkah-langkah prosedural untuk memastikan penyebab kematian sebelum penanganan perkara dinyatakan selesai,” ujar AKP Juntar Hutasoit. (Haris)

  • Kejari Indramayu Periksa Dirut Perumdam Terkait Dugaan Korupsi Rp39 Miliar

    Kejari Indramayu Periksa Dirut Perumdam Terkait Dugaan Korupsi Rp39 Miliar

    cirebontrust.id – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi belanja rutin Perumdam Tirta Darma Ayu (TDA) Tahun Anggaran 2025 senilai Rp39 miliar.

    Dalam perkembangan terbaru, Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu, Nurpan, diperiksa sebagai saksi selama sekitar tujuh jam pada Kamis (30/7/2026).

    Nurpan menjalani pemeriksaan mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB di Kejari Indramayu. Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penyidikan atas laporan masyarakat terkait dugaan mark up belanja rutin di perusahaan daerah milik Pemerintah Kabupaten Indramayu tersebut.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, selain Nurpan, penyidik juga memeriksa dua pejabat Perumdam Tirta Darma Ayu lainnya, yakni Manajer Produksi Supriyadi dan mantan Manajer Umum Sopandi.

    Pemeriksaan dilakukan secara maraton untuk menggali keterangan terkait pengelolaan anggaran belanja rutin yang kini menjadi objek penyidikan.
    Belanja rutin yang dipersoalkan bernilai sekitar Rp39 miliar. Anggaran tersebut mencakup pengadaan water meter, pipa, aksesori jaringan perpipaan, serta berbagai bahan kimia yang digunakan dalam operasional penyediaan air bersih.

    Saat dikonfirmasi, Nurpan membenarkan bahwa dirinya telah memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi. Ia menegaskan pemeriksaan tersebut berkaitan dengan kapasitasnya sebagai Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu.

    “Betul saya diperiksa sebagai saksi terkait dengan tugas pokok sebagai Dirut Perumdam Tirta Darma Ayu. Termasuk kewenangan dan kegiatan sebelumnya,” ujar Nurpan, Kamis (30/7/2026).

    Menurut Nurpan, selama pemeriksaan dirinya menerima 21 pertanyaan dari dua jaksa penyidik. Pertanyaan tersebut berkaitan dengan aduan masyarakat mengenai dugaan penyimpangan dalam belanja rutin perusahaan.

    Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan pengadaan yang kini menjadi perhatian penyidik berlangsung pada Juni hingga Oktober 2025, sebelum dirinya menjabat sebagai Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu.

    “Kegiatan itu dilakukan bulan Juni sampai dengan Oktober 2025, sebelum saya masuk ke Perumdam TDA Indramayu, karena saya masuk pada akhir Oktober,” jelasnya.

    Sebelumnya, Kejari Indramayu menerima aduan masyarakat mengenai dugaan mark up belanja rutin Perumdam Tirta Darma Ayu senilai Rp39 miliar. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti hingga memasuki tahap penyidikan.

    Penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan dari berbagai pihak. Tidak menutup kemungkinan, sejumlah pejabat lain di lingkungan Perumdam Tirta Darma Ayu akan dipanggil untuk dimintai keterangan guna mengungkap secara menyeluruh dugaan penyimpangan anggaran tersebut.

    Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut pengelolaan anggaran perusahaan daerah yang bergerak di sektor pelayanan air bersih. Hingga kini, Kejari Indramayu masih terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas dugaan tindak pidana korupsi tersebut. (Haris)

  • Hiswana Migas Pastikan Distribusi Gas Melon di Indramayu Tetap Lancar

    Hiswana Migas Pastikan Distribusi Gas Melon di Indramayu Tetap Lancar

    cirebontrust.id – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kabupaten Indramayu memastikan pasokan elpiji 3 kilogram (kg) atau gas melon di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu tetap aman. Distribusi dari tingkat agen hingga pangkalan juga dipastikan berjalan normal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

    Meski demikian, Hiswana Migas tetap menindaklanjuti adanya keluhan sebagian warga di Kecamatan Sindang yang mengaku kesulitan memperoleh elpiji 3 kg. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada kendala dalam proses distribusi di lapangan.

    Koordinator Daerah Hiswana Migas Kabupaten Indramayu, Asep Syaefudin ST, mengatakan hingga saat ini tidak ditemukan gangguan berarti pada rantai pasok elpiji bersubsidi. Penyaluran dari agen ke pangkalan masih berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

    “Sejauh ini masih lancar, tidak ada kendala di tingkat agen,” ujar Asep, Kamis (30/7/2026).

    Ia menjelaskan, Hiswana Migas bersama seluruh agen terus melakukan koordinasi setiap hari guna memastikan kuota elpiji yang diterima setiap pangkalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing kecamatan.

    Meski distribusi secara umum berjalan lancar, pihaknya tidak mengabaikan informasi yang berkembang di masyarakat, khususnya terkait dugaan kelangkaan elpiji 3 kg di Kecamatan Sindang.

    “Kita juga masih cek soal adanya keluhan warga yang mengaku sulit mendapatkan gas elpiji tiga kilogram di Kecamatan Sindang,” katanya.

    Berdasarkan data yang dimiliki Hiswana Migas, tidak terdapat pengurangan alokasi elpiji 3 kg untuk Kecamatan Sindang. Jumlah pasokan dari agen ke pangkalan tetap sesuai kuota yang telah ditetapkan.

    “Distribusi elpiji di Kecamatan Sindang seharusnya tetap lancar jika melihat dari pasokan dari agen hingga ke pangkalan di wilayah tersebut,” tegas Asep.

    Untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan, Hiswana Migas bersama petugas dari agen akan melakukan inspeksi langsung ke sejumlah pangkalan di Kecamatan Sindang dalam beberapa hari mendatang.

    Pengecekan dilakukan guna mengetahui apakah terdapat keterlambatan distribusi, kendala teknis, atau faktor lain yang menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh elpiji.

    Selain itu, hingga kini Hiswana Migas juga belum menerima laporan resmi dari agen mengenai keterlambatan armada pengangkut maupun gangguan distribusi lainnya di wilayah Kabupaten Indramayu. Kondisi cuaca dan akses jalan juga masih dinilai mendukung kelancaran pengiriman elpiji ke seluruh pangkalan.

    Hiswana Migas Kabupaten Indramayu menegaskan akan terus memantau perkembangan distribusi elpiji 3 kg di lapangan. Langkah ini dilakukan agar pasokan gas melon bersubsidi tetap tersedia dan dapat diterima masyarakat yang berhak secara tepat waktu. (Haris)

  • Rinna Suryanti Harap Kapolres Cirebon Kota Berantas Kejahatan Jalanan

    Rinna Suryanti Harap Kapolres Cirebon Kota Berantas Kejahatan Jalanan

    cirebontrust.id – Kepemimpinan baru Kapolres Cirebon Kota, AKBP Bimantoro Kurniawan, mendapat harapan besar dari DPRD Kota Cirebon untuk semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat pemberantasan berbagai bentuk tindak kriminal. Langkah tersebut dinilai penting demi menjaga keamanan, kenyamanan, dan iklim investasi di Kota Cirebon.

    Harapan itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Rinna Suryanti, seusai menghadiri acara kenal pamit Kapolres Cirebon Kota yang berlangsung di salah satu hotel di Jalan Tentara Pelajar, Rabu (29/7/2026) malam.

    Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut mengatakan tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Cirebon masih membutuhkan perhatian serius.

    Menurutnya, kepemimpinan AKBP Bimantoro Kurniawan diharapkan mampu menghadirkan langkah nyata dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

    “Kapolres yang baru kami harapkan dapat semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, memberantas kejahatan jalanan, menekan angka kenakalan remaja, memberantas peredaran narkoba, serta menangani berbagai bentuk kriminalitas lainnya,” ujar Rinna.

    Ia menilai keamanan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kenyamanan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan investasi di Kota Cirebon. Karena itu, sinergi antara kepolisian, Pemerintah Kota Cirebon, DPRD, serta seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat agar berbagai persoalan kamtibmas dapat ditangani secara optimal.

    Rinna juga memberikan apresiasi kepada jajaran Polres Cirebon Kota atas kinerja yang selama ini dinilai berhasil menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukumnya.

    Ia berharap berbagai program yang telah berjalan dengan baik tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus ditingkatkan di bawah kepemimpinan AKBP Bimantoro Kurniawan.

    Selain penegakan hukum, Rinna menekankan pentingnya langkah preventif melalui edukasi kepada masyarakat, terutama kalangan generasi muda. Menurutnya, upaya tersebut menjadi bagian penting untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, aksi tawuran, hingga berbagai tindak kriminal lainnya yang berpotensi mengganggu keamanan daerah.

    “Kami siap mendukung setiap program Polres Cirebon Kota yang bertujuan menciptakan rasa aman, nyaman, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

    Dengan kepemimpinan baru ini, Rinna berharap Polres Cirebon Kota semakin profesional, humanis, dan responsif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    Ia optimistis kolaborasi yang kuat antara kepolisian, pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat akan mampu menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang semakin kondusif di Kota Cirebon. (Haris)

  • AKBP Bimantoro Kurniawan Resmi Jabat Kapolres Cirebon Kota

    AKBP Bimantoro Kurniawan Resmi Jabat Kapolres Cirebon Kota

    cirebontrust.id – Pergantian kepemimpinan di Polres Cirebon Kota berlangsung khidmat melalui rangkaian Farewell dan Welcome Parade yang digelar di Markas Polres Cirebon Kota, Rabu (29/7/2026).

    Dalam prosesi tersebut, jabatan Kapolres Cirebon Kota resmi beralih dari AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. kepada AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M. sebagai tonggak baru dalam estafet kepemimpinan untuk menjaga keamanan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

    Prosesi penyambutan Kapolres baru dimulai sejak kedatangannya di gerbang Markas Polres Cirebon Kota. Tradisi lengser yang sarat makna menjadi pembuka rangkaian acara, dilanjutkan laporan dari Wakapolres sebagai perwira yang ditunjuk.

    Nuansa budaya Cirebon turut mewarnai prosesi penyambutan. Polisi Cilik dan Bhayangkari Cilik mengalungkan kain batik Mega Mendung kepada AKBP Bimantoro Kurniawan beserta istri. Pengalungan bunga dan penyerahan hand bouquet kemudian melengkapi prosesi sebagai bentuk penghormatan sekaligus ucapan selamat datang kepada pimpinan baru.

    Rangkaian acara berlanjut dengan pengguntingan pita di pintu masuk lobi utama Markas Polres Cirebon Kota sebagai simbol dimulainya masa pengabdian AKBP Bimantoro Kurniawan.

    Selanjutnya, ia bersama istri disambut langsung oleh AKBP Eko Iskandar beserta istri sebelum memasuki ruang utama.
    Momentum pergantian kepemimpinan ditandai dengan penyerahan kunci ruang kerja, rumah dinas, serta kendaraan dinas Kapolres dari pejabat lama kepada pejabat baru. Prosesi tersebut disaksikan para Pejabat Utama Polres Cirebon Kota sebagai simbol peralihan tanggung jawab organisasi.

    Di Aula Catur Prasetya Polres Cirebon Kota, kegiatan dilanjutkan dengan laporan kesatuan yang diikuti para Kabag, Kasat, Kapolsek, dan Kasi. AKBP Eko Iskandar memaparkan laporan satuan sebelum dilanjutkan sambutan AKBP Bimantoro Kurniawan serta penyerahan buku hasil verifikasi sebagai bagian dari kesinambungan pelaksanaan tugas.

    Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi selama memimpin Polres Cirebon Kota, foto AKBP Eko Iskandar dipasang di galeri pimpinan. Prosesi tersebut didampingi Kapolres baru bersama jajaran Pejabat Utama sebagai simbol apresiasi atas pengabdian dan kontribusinya selama menjabat.

    Rangkaian kegiatan juga diisi rapat paripurna Bhayangkari yang melaksanakan serah terima kepengurusan serta acara kenal pamit. Suasana haru terasa saat Upacara Farewell Parade digelar dengan penyampaian pesan dan kesan dari pejabat lama serta sambutan pejabat baru.

    Dalam sambutannya, AKBP Eko Iskandar mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel atas dukungan selama dirinya memimpin Polres Cirebon Kota.

    “Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama, loyalitas, dan dukungan seluruh personel selama masa kepemimpinan saya. Mohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan tugas. Saya berharap seluruh jajaran memberikan dukungan penuh kepada Kapolres yang baru demi keberlanjutan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

    Sementara itu, AKBP Bimantoro Kurniawan menegaskan komitmennya untuk memperkuat soliditas internal dan melanjutkan berbagai program positif yang telah berjalan.

    “Mari kita perkuat soliditas, profesionalisme, dan semangat kebersamaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami berkomitmen melanjutkan program-program positif yang telah berjalan serta mendukung kebijakan Polda Jawa Barat demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif,” katanya.

    Tradisi pelepasan AKBP Eko Iskandar beserta istri melalui gerbang pora menjadi penutup rangkaian kegiatan. Seluruh personel Polres Cirebon Kota memberikan penghormatan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian pejabat lama sekaligus komitmen mendukung kepemimpinan baru.

    Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar tradisi seremonial.

    “Farewell dan Welcome Parade bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi, menjaga kesinambungan program kerja, serta mempertegas komitmen seluruh personel dalam memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat sesuai semangat Polri Presisi,” ungkapnya. (Haris)

  • FK UGJ Siapkan Laboratorium Stem Cell untuk Pengembangan Riset Kedokteran

    FK UGJ Siapkan Laboratorium Stem Cell untuk Pengembangan Riset Kedokteran

    cirebontrust.id – Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) untuk Tahun Akademik 2026/2027 resmi dibuka dengan kuota maksimal 200 mahasiswa baru. Selain menawarkan dua jalur seleksi dan berbagai program beasiswa, FK UGJ juga terus memperkuat kualitas pendidikan dan penelitian melalui pengembangan laboratorium riset stem cell, rumah sakit pendidikan, hingga penyesuaian kurikulum dengan perkembangan teknologi kesehatan modern.

    Dekan Fakultas Kedokteran UGJ, Dr. dr. H. Catur Setiya Sulistiyana, M.Med.Ed.,M.M mengatakan proses penerimaan mahasiswa baru tahun ini dibagi dalam tiga gelombang. Masing-masing gelombang terdiri atas tiga tahap seleksi, adapun mekanismenya bisa melalui jalur reguler maupun ODS (One Day Service) artinya test dan pengumuman dalam 1×24 jam.

    “FK UGJ pada Tahun Akademik 2026/2027 memiliki tiga gelombang penerimaan dan setiap gelombang terdiri atas tiga tahap,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, kuota mahasiswa baru tahun ini mengikuti ketentuan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) sebelumnya, yakni maksimal 220 mahasiswa. Penentuan kelulusan dilakukan melalui Tes Potensi Akademik, psikotes, serta pemeriksaan kesehatan dan wawancara.

    Dekan Fakultas Kedokteran UGJ, Dr. dr. H. Catur Setiya Sulistiyana, M.Med.Ed.,M.M
    Dekan Fakultas Kedokteran UGJ, Dr. dr. H. Catur Setiya Sulistiyana, M.Med.Ed.,M.M. (Foto: ist)

    FK UGJ membuka dua jalur penerimaan, yaitu jalur reguler dan jalur prestasi. Jalur prestasi diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang memiliki capaian akademik maupun non akademik.

    Untuk prestasi akademik, calon mahasiswa harus memiliki nilai di atas 8 pada mata pelajaran Fisika, Bahasa Inggris, Kimia, Biologi, dan Matematika selama kelas X hingga XII. Sementara itu, jalur prestasi nonakademik diperuntukkan bagi peraih prestasi tingkat nasional, seperti juara olimpiade, lomba cerdas cermat, maupun olahraga.

    “Peserta jalur prestasi tidak perlu mengikuti Tes Potensi Akademik, tetapi tetap wajib mengikuti psikotes dan wawancara,” kata Catur.

    FK UGJ juga menyediakan berbagai program beasiswa. Bantuan tersebut meliputi potongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari internal fakultas maupun beasiswa dari lembaga eksternal, seperti Beasiswa Djarum dll.

    Dari sisi sumber daya manusia, Catur menyebut FK UGJ diperkuat oleh dosen berkualifikasi magister dan doktor. Pada 2026 ini, sebanyak 10 dosen dijadwalkan meraih gelar doktor dari sejumlah perguruan tinggi ternama, di antaranya Universitas Indonesia (UI), Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Diponegoro (Undip).

    Selain itu, laboratorium pembelajaran FK UGJ telah memenuhi standar nasional. Kampus juga memiliki laboratorium riset yang sedang dikembangkan untuk penelitian dan pengembangan stem cell.

    “Insyaallah tahun ini laboratorium riset FK UGJ sudah memiliki fasilitas untuk pengembangan stem cell. Doakan FK UGJ bisa maju dalam pengembangan stem cell di wilayah Cirebon dan Jawa Barat,” tuturnya.

    Untuk mendukung pendidikan profesi dokter, FK UGJ telah memiliki Rumah Sakit Pendidikan Utama Waled serta sejumlah rumah sakit jejaring, di antaranya RS Pasar Minggu, RSUD Gunung Jati, RS 45 Kuningan, RSJD dr. Amino Gondohutomo Semarang, dan Rumah Sakit Bhayangkara Semarang.

    Catur juga mengungkapkan, Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) belum lama ini telah mengakuisisi Rumah Sakit Pasar Minggu. Rumah sakit tersebut diproyeksikan akan menjadi rumah sakit pendidikan bagi mahasiswa tahap profesi FK UGJ.

    Dalam pengembangan kurikulum, FK UGJ mulai mengarahkan pembelajaran pada pemanfaatan teknologi kesehatan, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan telemedicine.

    “Kami terus berupaya agar mahasiswa memiliki keterampilan di bidang teknologi kesehatan seperti AI dan telemedicine. Selain itu, mahasiswa juga dibekali kemampuan mencari literatur ilmiah dan jurnal untuk mendukung penelitian,” ujarnya.

    Untuk menjaga mutu pendidikan, FK UGJ memiliki Unit Penjaminan Mutu yang secara rutin melakukan evaluasi terhadap proses akademik maupun nonakademik. Masukan dari mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan menjadi bahan perbaikan berkelanjutan.

    Catur menambahkan, prospek lulusan FK UGJ sangat baik. Menurutnya, hampir seluruh lulusan dapat langsung bekerja hanya dalam hitungan minggu setelah menyelesaikan proses pendidikan di FK UGJ.

    “Lulusan FK UGJ hampir 100 persen langsung masuk ke dunia kerja. Mereka bekerja di puskesmas, rumah sakit, klinik, dan sebagian telah melanjutkan pendidikan dokter spesialis di berbagai pusat pendidikan di Indonesia,” katanya.

    FK UGJ saat ini juga mengantongi akreditasi Unggul dengan masa berlaku hingga 2030. Ke depan, fakultas akan terus menjaga kualitas lulusan, meningkatkan kompetensi dosen, memperkuat riset, serta mengembangkan pusat penelitian stem cell agar menjadi salah satu rujukan di Indonesia, khususnya wilayah Cirebon dan sekitarnya.

    “Kami akan terus menjaga kualitas lulusan, meningkatkan kinerja dan kompetensi dosen, dan mengembangkan laboratorium riset stem cell agar memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu kedokteran di Indonesia,” pungkas Catur Setiya Sulistiyana. (Haris)

  • Kota Cirebon Siap Tarik Investasi Lewat Kunci Bersama Summit 2026

    Kota Cirebon Siap Tarik Investasi Lewat Kunci Bersama Summit 2026

    cirebontrust.id – Kunci Bersama Summit 2026 menjadi momentum bagi Kota Cirebon untuk memperkuat kerja sama antardaerah sekaligus membuka peluang investasi. Wali Kota Cirebon Effendi Edo didampingi Sekretaris Daerah Iing Daiman menghadiri forum tersebut di Jakarta, Senin (27/7/2026), bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, BUMN, BUMD, dan berbagai pemangku kepentingan.

    Forum yang telah berjalan lebih dari 15 tahun itu mempertemukan 10 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cilacap, Kota Banjar, Kabupaten Brebes, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Pangandaran. Kunci Bersama menjadi wadah memperkuat sinergi pembangunan kawasan perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

    Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, mengatakan kawasan Kunci Bersama memiliki potensi besar dengan jumlah penduduk gabungan lebih dari 13 juta jiwa. Potensi tersebut meliputi sektor ketahanan pangan, perdagangan, industri, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga kebudayaan.

    “Forum ini sangat penting karena pembangunan tidak bisa lagi dilakukan sendiri-sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi lintas batas administratif, lintas sektor, dan lintas kepentingan,” ujar Erwan.

    Menurut Erwan, Kunci Bersama Summit 2026 tidak sekadar menjadi forum pertemuan, tetapi juga diarahkan menghasilkan kerja sama nyata. Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama sejumlah mitra, termasuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT BIJB Kertajati, dan Kadin Indonesia.

    Ia menambahkan, agenda business matching dan ekspos potensi daerah menjadi langkah strategis untuk mempertemukan potensi daerah dengan kebutuhan investasi serta jejaring dunia usaha.

    “Melalui ekspos potensi 10 kabupaten dan kota serta business matching, kami berharap lahir kerja sama yang nyata, investasi yang berkualitas, dan manfaat ekonomi yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

    Ketua Sekretariat Kerja Sama (Setker) Kunci Bersama, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan forum tersebut lahir dari keyakinan bahwa batas administrasi tidak boleh menghambat kolaborasi maupun kemajuan daerah.

    “Lima belas tahun yang lalu Kunci Bersama lahir dari sebuah tekad bahwa batas administrasi tidak boleh membatasi imajinasi dan tidak boleh menjadi batas kolaborasi, apalagi menjadi batas kemajuan daerah,” kata Dian.

    Ia menjelaskan kawasan Kunci Bersama memiliki ruang ekonomi yang sangat menjanjikan, mulai dari pertanian modern, agribisnis, kelautan dan perikanan, peternakan, industri manufaktur, pariwisata, sport tourism, hingga perdagangan karbon.

    Menurut Dian, kepercayaan menjadi faktor penting dalam menarik investasi. Karena itu, pemerintah daerah harus menghadirkan kepastian, kemudahan, serta keberpihakan terhadap pembangunan berkelanjutan.

    “Summit ini bukan sekadar forum diskusi atau seremonial. Ini adalah upaya untuk mempertegas komitmen, membangun jejaring kemitraan, dan membuka jalan menuju masa depan kawasan yang lebih kompetitif, lebih maju, dan lebih sejahtera,” ujarnya.

    Sementara itu, Wali Kota Cirebon Effendi Edo menegaskan Kota Cirebon memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan dan jasa di kawasan Ciayumajakuning. Lokasinya berada di jalur Pantura, didukung jaringan jalan tol, jalur kereta api, serta pelabuhan yang memperkuat konektivitas, logistik, perdagangan, dan mobilitas masyarakat.

    “Kota Cirebon berada di posisi yang sangat strategis, dengan dukungan konektivitas darat, laut, dan kereta api. Posisi ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan perdagangan, jasa, pariwisata, dan investasi,” ujar Effendi Edo.

    Ia menjelaskan Kota Cirebon memiliki berbagai potensi unggulan, mulai dari perdagangan dan jasa, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata budaya dan kuliner, perhotelan serta fasilitas MICE, hingga tenaga kerja yang terampil dan produktif.

    Selain itu, pemerintah juga menawarkan berbagai peluang investasi, seperti pengembangan kawasan pesisir dan wisata bahari, kawasan heritage dan wisata budaya, pusat perdagangan dan jasa, penguatan logistik beserta fasilitas kepelabuhanan, hingga kawasan komersial.

    “Dengan lokasi yang strategis, infrastruktur yang lengkap, serta potensi ekonomi dan budaya yang beragam, Kota Cirebon siap menjadi bagian dari kolaborasi investasi dan pengembangan kawasan Kunci Bersama,” lanjutnya.

    Effendi Edo menambahkan, pengembangan investasi di Kota Cirebon didukung kemudahan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang terintegrasi dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Langkah tersebut memberikan kepastian bagi investor dalam menjalankan kegiatan usahanya.

    Ia berharap kerja sama antardaerah terus berkembang menjadi kolaborasi konkret yang mampu memperluas investasi dan konektivitas ekonomi.

    “Semoga kerja sama antardaerah semakin berkembang, dari sekadar komunikasi dan koordinasi menjadi kolaborasi konkret yang mampu membuka peluang investasi, memperluas konektivitas ekonomi, serta mendorong pemerataan pembangunan di kawasan Jawa Barat dan Jawa Tengah,” harapnya.

    Kunci Bersama Summit 2026 mengusung tema “Penguatan Kerja Sama Antardaerah sebagai Strategi Percepatan Pembangunan dan Pemerataan Ekonomi Kawasan Perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.” Selain penandatanganan nota kesepahaman, agenda tersebut juga diisi dengan ekspos potensi daerah, business matching, penguatan kelembagaan, pembentukan Kunci Bersama Investment Forum, serta penandatanganan Deklarasi Kunci Bersama sebagai penguatan komitmen kolaborasi antardaerah. (Haris)

  • Kota Cirebon Jadi Lokasi Studi Lapangan PKP LAN

    Kota Cirebon Jadi Lokasi Studi Lapangan PKP LAN

    cirebontrust.id – Kota Cirebon menerima kunjungan peserta Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan V Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta ASN Nasional Lembaga Administrasi Negara (Pusjar SK TAN LAN) Tahun Anggaran 2026 di Ruang Adipura Balai Kota Cirebon, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk mengkaji praktik penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di daerah guna memperkuat kapasitas kepemimpinan aparatur sipil negara (ASN).

    Rombongan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, yang mewakili Wali Kota Cirebon, Effendi Edo. Kunjungan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman dan memperkaya perspektif dalam penguatan tata kelola pemerintahan.

    Dalam sambutannya, Iing menyampaikan apresiasi kepada Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta ASN Nasional Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang telah memilih Kota Cirebon sebagai lokasi studi lapangan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

    “Kehadiran rombongan studi lapangan ini menjadi momentum yang strategis karena mempertemukan konsep pengembangan birokrasi yang dibangun oleh LAN dengan praktik penyelenggaraan pelayanan publik di daerah. Kami juga memperoleh kesempatan untuk menyerap perspektif baru yang dapat menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan kebijakan di masa mendatang,” ujar Iing.

    Ia menjelaskan, LAN memiliki peran penting dalam membangun standar kompetensi aparatur sipil negara agar mampu menghadapi tantangan birokrasi yang terus berkembang. Oleh karena itu, pembelajaran langsung di lapangan dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk pemimpin yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

    Menurut Iing, keberhasilan pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh kualitas kebijakan yang disusun, tetapi juga bergantung pada kemampuan pejabat pengawas dalam menerjemahkan kebijakan menjadi implementasi yang efektif.

    “Perbaikan pelayanan publik sesungguhnya diuji pada level operasional. Di sinilah peran pejabat pengawas menjadi sangat penting sebagai penghubung antara kebijakan dengan pelaksanaannya. Regulasi yang baik tidak akan memberikan manfaat apabila tidak dikawal oleh pemimpin yang mampu mengendalikan pelaksanaan program, membangun kolaborasi, dan memastikan setiap pelayanan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

    Lebih lanjut, Iing menegaskan bahwa kepemimpinan yang dibutuhkan saat ini adalah kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan, adaptif terhadap perubahan, dan mampu menghadirkan inovasi tanpa meninggalkan koridor regulasi yang berlaku.

    Ia juga mendorong seluruh peserta studi lapangan untuk aktif mengkritisi sekaligus mengkaji berbagai proses yang dijalankan Pemerintah Kota Cirebon sebagai bahan pembelajaran.

    “Saya berharap Bapak dan Ibu tidak ragu mengkritisi maupun mengkaji proses yang kami jalankan. Bedah setiap kebijakan yang ada, pelajari tantangan yang kami hadapi, dan jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk melahirkan inovasi yang mungkin selama ini dianggap tidak mungkin dilakukan. Mari ciptakan terobosan yang anti-mainstream, namun tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku,” ungkapnya.

    Melalui kegiatan studi lapangan PKP LAN ini, Pemerintah Kota Cirebon berharap lahir berbagai gagasan dan inovasi baru yang dapat memperkuat tata kelola pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di berbagai daerah. (Haris)

  • Festival Jalur Rempah Cirebon Angkat Jamu Tradisional

    Festival Jalur Rempah Cirebon Angkat Jamu Tradisional

    cirebontrust.id – Festival Jalur Rempah Episode 3 Tahun 2026 kembali mengangkat kekayaan budaya Nusantara melalui Workshop Jamu Tradisional dan Jamu Perawatan Pengantin yang digelar di Keraton Kacirebonan, Kota Cirebon, Selasa (28/7/2026). Kegiatan yang mempertemukan pemerintah, pelaku budaya, organisasi profesi, dan sektor industri ini bertujuan melestarikan tradisi jamu sekaligus mendorongnya menjadi potensi ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

    Workshop tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Cirebon, Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Kota Cirebon, Keraton Kacirebonan, serta berbagai mitra. Festival Jalur Rempah yang telah memasuki episode ketiga dinilai menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga warisan budaya leluhur.

    Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, mengaku bangga karena Festival Jalur Rempah mampu terus diselenggarakan hingga tahun ketiga.

    “Saya sangat bangga dan bahagia karena kegiatan hari ini merupakan bagian dari Festival Jalur Rempah yang sudah memasuki Episode 3. Fakta bahwa kegiatan ini dapat terselenggara hingga tiga kali menunjukkan keseriusan dan komitmen kita bersama dalam melestarikan kebudayaan serta berbagai keterampilan yang diwariskan oleh para leluhur,” ujarnya.

    Menurutnya, jamu tradisional dan jamu perawatan pengantin bukan sekadar produk herbal, melainkan cerminan kecerdasan leluhur dalam memanfaatkan bahan-bahan alami untuk menjaga kesehatan dan kebugaran.

    Ia menilai tren back to nature yang berkembang di berbagai negara justru membuka peluang baru bagi pelaku usaha, khususnya di bidang jasa pernikahan dan ekonomi kreatif.

    Siti Farida juga menegaskan bahwa perias pengantin memiliki peran strategis dalam mengembangkan potensi tersebut. Dengan menguasai keterampilan merias sekaligus pengetahuan mengenai jamu tradisional, layanan yang diberikan akan memiliki nilai tambah sekaligus menjaga identitas budaya bangsa.

    “Kerja sama antara HARPI Melati, Keraton Kacirebonan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta dukungan dari sektor industri merupakan contoh kolaborasi yang sangat tepat. Melalui sinergi seperti inilah budaya lokal dapat memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha jasa pernikahan di Kota Cirebon,” tuturnya.

    Melalui Festival Jalur Rempah Episode 3, Pemerintah Kota Cirebon berharap tradisi jamu tidak hanya tetap lestari sebagai bagian dari identitas budaya, tetapi juga mampu berkembang menjadi potensi ekonomi kreatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Ketua HARPI Melati Kota Cirebon, Wiwit Widyawati, mengatakan workshop tersebut diikuti 75 peserta yang berasal dari wilayah Ciayumajakuning. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.

    “Festival Jalur Rempah bukan hanya menjadi ajang untuk mengenang kejayaan jalur rempah Nusantara, tetapi juga menjadi momentum untuk melestarikan tradisi meracik jamu sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia,” ujarnya.

    Wiwit menambahkan, HARPI Melati Kota Cirebon berkomitmen mendukung pelestarian budaya melalui pemanfaatan bahan-bahan alami untuk perawatan kecantikan, baik dari luar maupun dari dalam tubuh. Ia berharap seluruh peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru sekaligus semakin bangga terhadap kekayaan budaya bangsa.

    “Semoga kolaborasi antara HARPI Melati, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Mustika Ratu, serta Keraton Cirebon dapat terus berlanjut pada berbagai kegiatan pelestarian budaya di masa mendatang,” harapnya.

    Sementara itu, Sultan Keraton Kacirebonan ke-X, Pangeran Sultan Abdul Gani Natadiningrat, menegaskan bahwa Cirebon sejak dahulu memiliki posisi penting sebagai jalur perdagangan rempah karena berada di kawasan pesisir dan memiliki kerajaan. Menurutnya, sejarah tersebut menjadi alasan kuat untuk terus menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang lahir dari tradisi rempah.

    “Sejak dahulu Cirebon merupakan jalur rempah. Karena itu kami mendukung penuh kegiatan ini. Mudah-mudahan menjadi momentum yang produktif, tidak hanya menjaga nilai-nilai kebudayaan, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomi bagi masyarakat. Semoga workshop ini membawa manfaat sekaligus mengangkat kearifan lokal yang kita miliki,” ucapnya.

    Festival Jalur Rempah Episode 3 diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam menjaga tradisi jamu sebagai warisan budaya sekaligus memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya, sehingga nilai-nilai lokal Cirebon terus hidup dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (Haris)

  • Manfaat JKN Dirasakan Kamaludin Saat Dirawat Akibat Tipes

    Manfaat JKN Dirasakan Kamaludin Saat Dirawat Akibat Tipes

    cirebontrust.id – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk dalam menjamin akses pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, dan tanpa hambatan biaya.

    Salah satu penerima manfaatnya adalah Kamaludin, warga Sindanglaut, Kabupaten Cirebon, yang merasakan langsung kemudahan layanan saat menjalani perawatan akibat penyakit tifus (tipes).

    Kamaludin menceritakan, awalnya ia mengalami demam tinggi yang dikiranya hanya demam biasa. Namun, suhu tubuhnya terus meningkat hingga akhirnya memutuskan memeriksakan diri ke puskesmas tempat dirinya terdaftar sebagai peserta Program JKN.

    “Saya mengira mungkin sakit demam biasa saja. Enggak tahunya sorenya panasnya tinggi lagi. Akhirnya paginya dibawa ke IGD,” ujar Kamaludin.

    Setelah mendapatkan pemeriksaan, Kamaludin harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Selama proses pengobatan, ia mengaku tidak mengalami kendala, baik dalam administrasi maupun pelayanan medis. Sebagai peserta Program JKN, seluruh proses berjalan lancar sehingga ia dapat segera memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medisnya.

    “Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Saya bisa langsung mendapatkan pelayanan di rumah sakit,” tuturnya.

    Kemudahan tersebut membuat Kamaludin merasa lebih tenang selama menjalani masa perawatan. Menurutnya, ketika seseorang sedang sakit, fokus utama adalah proses penyembuhan, bukan memikirkan persoalan administrasi atau biaya pengobatan.

    Ia juga mengapresiasi pelayanan tenaga kesehatan yang dinilainya profesional, ramah, dan sigap dalam memenuhi kebutuhan pasien. Selama dirawat, dokter rutin memantau perkembangan kesehatannya, sementara para perawat selalu memberikan bantuan dengan cepat ketika dibutuhkan.

    “Perawatnya ramah dan sigap kalau saya membutuhkan bantuan. Dokter juga rutin datang untuk memeriksa perkembangan kondisi. Saya merasa mendapatkan pelayanan dengan baik tanpa dibedakan selama dirawat,” ungkapnya.

    Kamaludin menilai Program JKN menjadi salah satu bentuk perlindungan kesehatan yang sangat membantu dirinya dan keluarga. Terlebih, iuran kepesertaannya ditanggung pemerintah sehingga memberikan rasa aman ketika sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan.

    Selain pelayanan yang memuaskan, Kamaludin juga mengungkapkan seluruh obat yang diresepkan dokter tersedia di rumah sakit. Selama menjalani perawatan, ia tidak pernah diminta membeli obat di luar fasilitas kesehatan maupun mengeluarkan biaya tambahan.

    “Semua obat tersedia. Saya tidak pernah diminta membeli obat di luar rumah sakit sehingga pengobatan bisa berjalan dengan baik,” katanya.

    Pengalaman tersebut semakin memperkuat keyakinannya bahwa Program JKN mampu mengurangi beban finansial masyarakat melalui prinsip gotong royong. Menurutnya, keberadaan program ini memberikan ketenangan bagi peserta karena akses terhadap pelayanan kesehatan tetap terjamin saat dibutuhkan.

    Kamaludin pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang telah mendaftarkan dirinya beserta keluarga sebagai peserta Program JKN. Ia berharap program tersebut terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat dapat merasakan manfaat perlindungan kesehatan.

    “Semoga Program JKN terus hadir untuk melayani dan membantu setiap masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Bagi saya yang sudah terbantu dan merasakan sendiri manfaatnya, saya berharap semakin banyak masyarakat menjadi peserta JKN dan kepesertaannya tetap aktif. Jika tiba-tiba sakit, tetap tenang karena sudah menjadi peserta Program JKN ini,” pungkas Kamaludin. (Haris)