Bulan: Desember 2025

  • Penyelesaian Perkara Polres Cirebon Kota Meningkat

    Penyelesaian Perkara Polres Cirebon Kota Meningkat

    cirebontrust.id – Polres Cirebon Kota memaparkan capaian kinerja sepanjang 2025 dalam Konferensi Pers Akhir Tahun yang digelar di Aula Sanika Satyawada Polres Cirebon Kota, Rabu (31/12/2025).

    Kegiatan itu menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat.

    Konferensi pers dipimpin langsung oleh Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar didampingi para pejabat utama, di antaranya Kepala Satuan Reserse Kriminal, Kepala Satuan Narkoba, Kepala Satuan Lalu Lintas, serta Kepala Seksi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto.

    Dalam pemaparannya, AKBP Eko Iskandar menyampaikan, keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Cirebon Kota sepanjang periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025 secara umum berada dalam kondisi terkendali dan kondusif.

    Berbagai potensi gangguan kamtibmas yang muncul dapat diantisipasi serta ditangani secara cepat dan tuntas oleh jajaran kepolisian.

    “Selama periode 2024 hingga 2025, Polres Cirebon Kota pada umumnya mampu mengantisipasi dan mengatasi setiap perkembangan situasi kamtibmas melalui upaya pembinaan dan penegakan hukum. Kami mengedepankan langkah preemtif dan persuasif, namun tetap tegas dan tidak mentolerir setiap pelanggaran hukum,” ujar Eko.

    Di bidang penegakan hukum, Satuan Reserse Kriminal Polres Cirebon Kota mencatat jumlah tindak pidana pada 2025 berada pada kisaran 555 hingga 557 kasus. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang berada di rentang 463 hingga 483 kasus.

    Meski demikian, peningkatan jumlah kasus tersebut diiringi dengan kenaikan signifikan pada tingkat penyelesaian perkara. Pada 2024, perkara yang berhasil diselesaikan tercatat sekitar 285 hingga 297 kasus, sedangkan pada 2025 meningkat menjadi sekitar 341 hingga 345 kasus atau bertambah sekitar 60 perkara.

    “Ini menunjukkan komitmen kami untuk memberikan kepastian hukum dan menjawab harapan masyarakat agar setiap laporan dapat segera ditangani dan dituntaskan,” kata Eko.

    Menurut dia, peningkatan jumlah perkara yang ditangani tidak semata-mata mencerminkan meningkatnya angka kejahatan. Kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh meningkatnya kecepatan dan responsivitas anggota kepolisian dalam menindaklanjuti laporan masyarakat, termasuk penyelesaian perkara yang tertunda dari tahun sebelumnya.

    Sebagian besar peningkatan kasus didominasi perkara bersifat administratif dan bukan kejahatan jalanan.

    Berdasarkan perbandingan data indeks kriminalitas 10 jenis perkara pada periode 2024–2025, sejumlah tindak pidana justru mengalami penurunan. Kasus perjudian menurun dari tiga kasus pada 2024 menjadi satu kasus pada 2025.

    Kasus pencurian dengan pemberatan turun dari 80 menjadi 71 kasus, pencurian dengan kekerasan dari 12 menjadi delapan kasus, pengeroyokan dari 39 menjadi 35 kasus, penganiayaan dari 75 menjadi 70 kasus, serta pencurian kendaraan bermotor dari 35 menjadi 30 kasus.

    Penurunan juga terjadi pada perkara jaminan fidusia atau materiel yang berkurang dari 20 kasus pada 2024 menjadi 10 kasus pada 2025. Sementara itu, kasus di bidang minyak dan gas bumi mengalami peningkatan dari satu kasus pada 2024 menjadi dua kasus pada 2025.

    AKBP Eko Iskandar mengingatkan bahwa data kejahatan yang tercatat masih berpotensi lebih tinggi karena adanya perkara yang belum dilaporkan oleh masyarakat kepada kepolisian.

    Kapolres juga menegaskan komitmen Polres Cirebon Kota untuk terus menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

    “Kami berkomitmen untuk terus menjadi lebih baik ke depan dan hadir sebagai pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat,” tuturnya. (Haris)

  • Libur Akhir Tahun, Penumpang Daop 3 Cirebon Tembus 192.829 Orang

    Libur Akhir Tahun, Penumpang Daop 3 Cirebon Tembus 192.829 Orang

    cirebontrust.id – KAI Daerah Operasi 3 Cirebon mencatat telah melayani sebanyak 192.829 penumpang selama 13 hari masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, terhitung sejak 18 hingga 30 Desember 2025.

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 93.239 penumpang diberangkatkan dari berbagai stasiun di wilayah Daop 3 Cirebon, sementara 99.590 penumpang tercatat datang ke wilayah tersebut.

    Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan, jumlah penumpang menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api selama libur akhir tahun.

    “Secara akumulatif selama 13 hari masa Angkutan Nataru, KAI Daop 3 Cirebon melayani 192.829 penumpang dengan pergerakan yang relatif seimbang antara keberangkatan dan kedatangan,” ujar Muhibbuddin, Selasa (30/12/2025).

    Pada hari terakhir masa Angkutan Nataru, Selasa (30/12/2025), KAI Daop 3 Cirebon melayani total 14.697 penumpang. Rinciannya, sebanyak 7.603 penumpang berangkat dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 3 Cirebon dan 7.094 penumpang tercatat tiba.

    Muhibbuddin menambahkan, selama periode tersebut terdapat 10 stasiun dengan jumlah keberangkatan penumpang tertinggi. Stasiun Cirebon menempati posisi teratas dengan 39.685 penumpang, disusul Stasiun Cirebon Prujakan sebanyak 15.379 penumpang dan Stasiun Jatibarang dengan 12.359 penumpang.

    Selanjutnya, Stasiun Brebes mencatat 9.321 penumpang, Stasiun Haurgeulis 6.249 penumpang, Stasiun Pegadenbaru 2.472 penumpang, Stasiun Babakan 2.001 penumpang, Stasiun Arjawinangun 1.488 penumpang, Stasiun Tanjung 1.361 penumpang, serta Stasiun Ciledug sebanyak 1.230 penumpang.

    Selain Angkutan Nataru, KAI Daop 3 Cirebon juga mencatat tingginya pemesanan tiket untuk masa Angkutan Lebaran 2025.

    Berdasarkan pantauan pada 2 April 2025 pukul 15.00 WIB, tiket kereta api jarak jauh yang telah terjual mencapai 69.088 tiket atau sekitar 92 persen dari total kapasitas 74.988 tiket yang disediakan.

    “Angka tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi terhadap layanan kereta api, khususnya untuk perjalanan jarak jauh pada masa Lebaran,” kata Muhibbuddin. (Haris)

  • Manfaat Nyata Program JKN Jamin Akses Pelayanan Kesehatan Berkualitas

    Manfaat Nyata Program JKN Jamin Akses Pelayanan Kesehatan Berkualitas

    cirebontrust.id – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dirasakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah. Hal tersebut dirasakan langsung oleh Rini Mulyani (43), warga Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

    Ia mengaku, kehadiran JKN memberikan rasa aman dan kepastian dalam mengakses layanan kesehatan bagi dirinya dan keluarga.

    Sejak terdaftar sebagai peserta aktif JKN, Rini menyebut dirinya telah beberapa kali memanfaatkan layanan kesehatan, baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun di rumah sakit. Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah saat harus menjalani operasi sesar pada proses persalinan anaknya.

    Rini menyadari bahwa tindakan medis berupa operasi sesar membutuhkan biaya yang tidak sedikit apabila harus ditanggung secara mandiri. Namun, dengan kepesertaan JKN yang aktif, seluruh proses pelayanan dapat dijalani dengan tenang selama sesuai dengan prosedur dan indikasi medis.

    “Waktu itu saya merasa sangat terbantu, karena kalau harus membayar sendiri pasti berat. Kami sekeluarga sangat bersyukur karena semua biaya ditanggung JKN, jadi saya bisa lebih tenang menjalani proses persalinan dan pemulihan,” ujar Rini, Jumat (19/12/2025).

    Selain operasi sesar, Rini juga kerap memanfaatkan Program JKN untuk pengobatan lainnya, seperti flu dan keluhan kesehatan ringan. Ia menuturkan bahwa setiap kali berobat ke puskesmas, pelayanan yang diterima selalu berjalan lancar tanpa kendala berarti.

    “Kalau flu atau sakit ringan seperti itu biasanya saya ke puskesmas. Alhamdulillah selalu dilayani dengan baik,” katanya.

    Rini juga menilai pelayanan kesehatan yang diberikan, baik di puskesmas maupun rumah sakit, tidak pernah membeda-bedakan peserta JKN. Meski terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), ia merasa tetap mendapatkan pelayanan yang optimal dari tenaga medis.

    “Saya merasa tidak dibeda-bedakan. Dari awal pemeriksaan sampai selesai dan pulang ke rumah semuanya diurus dengan baik. Dokter dan perawatnya juga ramah,” ucapnya.

    Dari sisi administrasi, Rini mengaku tidak mengalami kesulitan selama memanfaatkan layanan kesehatan melalui JKN. Proses rujukan dari puskesmas ke rumah sakit dinilainya berjalan lancar, sementara obat-obatan yang diresepkan juga selalu tersedia di fasilitas kesehatan tanpa harus membeli di luar.

    Menurut Rini, kehadiran Program JKN sangat membantu masyarakat agar tetap dapat memperoleh layanan kesehatan yang layak tanpa terbebani biaya besar. Ia pun berharap program tersebut terus berlanjut dan semakin meningkatkan kualitas pelayanannya.

    “Harapan ke depannya pelayanan Program JKN semakin baik. Semoga program ini terus berjalan lancar, sukses, dan tetap hadir membantu masyarakat,” pungkasnya. (Haris)

  • Peserta JKN Puas Layanan FKTP, Mudah dan Tanpa Biaya Tambahan

    Peserta JKN Puas Layanan FKTP, Mudah dan Tanpa Biaya Tambahan

    cirebontrust.id – Kepastian memperoleh layanan kesehatan tanpa kendala menjadi pengalaman yang dirasakan Elin Meliana saat memanfaatkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kabupaten Kuningan.

    Terdaftar sebagai peserta JKN sejak 2017 ketika masih bekerja, kini Elin tercatat sebagai peserta aktif segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Ia menilai alur pelayanan yang diterimanya berjalan jelas dan konsisten dari awal hingga akhir.

    Elin mengungkapkan, selama menjalani pengobatan dengan menggunakan JKN, ia tidak pernah dibebani biaya tambahan. Kondisi tersebut memberikan rasa aman dan ketenangan, terutama saat membutuhkan layanan medis.

    “Selama berobat pakai Program JKN, saya tidak mengeluarkan biaya. Prosesnya juga mudah, ruangan puskesmasnya nyaman, jadi saya merasa tenang,” ujar Elin.

    Menurut Elin, pengalaman positif tersebut sudah ia rasakan sejak pertama kali datang ke fasilitas kesehatan. Ia menuturkan, petugas pendaftaran bersikap ramah dan sigap dalam memberikan arahan.

    Penjelasan mengenai alur pelayanan di FKTP disampaikan secara jelas sehingga peserta dapat mengikuti setiap tahapan tanpa kebingungan.

    “Dari awal sudah dijelaskan alurnya. Jadi saya tahu harus ke mana dan apa saja tahapannya,” katanya.

    Pelayanan kemudian berlanjut pada pemeriksaan medis. Elin menilai dokter yang bertugas tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga memberikan penjelasan menyeluruh terkait kondisi kesehatannya.

    Edukasi mengenai pengobatan hingga langkah pencegahan disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

    “Dokternya menjelaskan kondisi saya, sampai bagaimana mencegah supaya tidak sakit lagi,” ungkap Elin.

    Usai pemeriksaan, proses pengambilan obat berlangsung relatif cepat. Elin menyebutkan obat yang diresepkan tersedia lengkap dan sesuai dengan kebutuhan medisnya. Petugas farmasi juga memberikan penjelasan mengenai jenis obat serta aturan konsumsinya.

    “Tidak menunggu lama, obatnya lengkap. Cara minum obatnya juga dijelaskan dengan jelas,” tambahnya.

    Untuk mendukung kelancaran layanan, Elin juga memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN. Ia menuturkan, informasi jadwal praktik dokter yang tercantum di aplikasi sesuai dengan kondisi di lapangan sehingga dapat membantu meminimalkan waktu tunggu.

    Fitur Info Peserta dan Antrean Online menjadi layanan yang paling sering ia gunakan. Dalam kondisi tertentu, Elin juga pernah menjalani proses rujukan.

    Menurutnya, administrasi rujukan berjalan lancar dan diberikan sesuai dengan kebutuhan medis yang ditetapkan oleh dokter.

    “Kalau memang perlu pemeriksaan lanjutan, rujukan diberikan sesuai kondisi saya,” ujarnya.

    Berdasarkan pengalaman tersebut, Elin berharap kualitas layanan JKN yang telah ia rasakan dapat terus dijaga secara konsisten.

    Ia menilai kepastian alur pelayanan dan kemudahan akses menjadi faktor penting agar peserta semakin nyaman dan terbantu dalam memanfaatkan Program JKN, baik saat mengakses pelayanan di fasilitas kesehatan maupun layanan kepesertaan. (Haris)

  • JKN Bantu Terapi Wicara Anak Widya

    JKN Bantu Terapi Wicara Anak Widya

    cirebontrust.id – Keberlanjutan layanan kesehatan keluarga menjadi alasan utama Widya Siskawati (37), warga Kabupaten Kuningan, setia memanfaatkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

    Terdaftar sebagai peserta JKN segmen mandiri sejak 2014, Widya merasakan langsung manfaat program tersebut sejak proses persalinan anak pertamanya hingga mendukung kebutuhan terapi kesehatan anaknya yang dijalani secara rutin.

    Widya mengatakan, Program JKN memiliki peran penting dalam memastikan keluarganya tetap memperoleh akses layanan kesehatan yang dibutuhkan.

    Ia mengaku jarang mengakses layanan kesehatan untuk dirinya sendiri karena kondisi tubuh yang relatif stabil, namun kebutuhan layanan medis lebih sering muncul ketika anak-anaknya mengalami gangguan kesehatan.

    “Kalau saya pribadi jarang berobat, alhamdulillah belum pernah sakit yang serius. Tapi kalau anak-anak sakit, saya selalu menggunakan Program JKN,” ujar Widya.

    Salah satu layanan yang hingga kini masih rutin dimanfaatkan adalah terapi wicara untuk anaknya. Terapi tersebut dijalani secara berkala setiap dua minggu sekali dan membutuhkan konsistensi dalam jangka panjang.

    Menurut Widya, keberadaan Program JKN memungkinkan terapi tersebut tetap berjalan tanpa kendala pembiayaan.

    Ia mengungkapkan, biaya terapi wicara tergolong cukup besar apabila harus ditanggung secara mandiri. Dengan adanya jaminan dari Program JKN, keluarganya dapat menjalani terapi secara rutin tanpa harus menunda atau mengurangi frekuensi layanan.

    “Kalau harus umum, satu sesi terapi saja biayanya sudah terasa. Dengan Program JKN, terapi bisa dijalani rutin dan itu sangat membantu kami,” katanya.
    Selain dari sisi pembiayaan, Widya juga menyoroti pengalaman pelayanan di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

    Ia menilai pelayanan yang diterimanya telah berjalan sesuai dengan alur pelayanan yang berlaku. Tenaga medis dinilainya bersikap komunikatif dan memberikan penjelasan yang jelas selama proses pemeriksaan maupun tindakan medis.

    “Saya merasa nyaman selama mengakses layanan. Dokter juga menjelaskan kondisi anak dan penanganannya, jadi saya bisa memahami proses yang dijalani,” ungkapnya.

    Dalam mengakses layanan kesehatan, Widya juga memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN, khususnya fitur Antrean Online. Menurutnya, fitur tersebut sangat membantu dalam mengatur waktu kunjungan ke fasilitas kesehatan.

    Ia menyebutkan petugas rumah sakit turut memberikan arahan saat pertama kali menggunakan layanan antrean online tersebut.

    Berkat pemanfaatan Aplikasi Mobile JKN, Widya juga merasakan kemudahan dari sisi administrasi. Ia menyebut peserta cukup menunjukkan KTP atau Kartu Indonesia Sehat (KIS) digital untuk memperoleh pelayanan tanpa prosedur yang berbelit.

    Berbagai pengalaman tersebut semakin menguatkan harapan Widya agar kualitas layanan Program JKN yang selama ini telah berjalan konsisten dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

    Ia berharap ke depan layanan JKN semakin optimal sehingga peserta dapat mengakses layanan kesehatan secara lebih tepat waktu, mudah, dan nyaman. (Haris)

  • Komitmen Anti Fraud JKN, Kabupaten Kuningan Borong Penghargaan INAHAFF 2025

    Komitmen Anti Fraud JKN, Kabupaten Kuningan Borong Penghargaan INAHAFF 2025

    cirebontrust.id – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus memegang peran strategis dalam memastikan akses layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi masyarakat.

    Seiring meningkatnya pemanfaatan layanan JKN, penguatan tata kelola dan integritas penyelenggaraan menjadi agenda penting agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan.

    Komitmen tersebut tercermin dalam ajang The First Indonesian Healthcare Anti Fraud Forum (INAHAFF) Conference 2025 yang menjadi momentum strategis penguatan pencegahan dan penanganan kecurangan di sektor kesehatan.

    Pada forum nasional tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan berhasil menorehkan prestasi dengan meraih dua penghargaan bergengsi, yakni Penghargaan Kategori Tim Pencegahan dan Penanganan Kecurangan JKN Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota sebagai Terbaik II, serta Penghargaan Kategori Pemerintah Kabupaten/Kota dengan Komitmen Anti Kecurangan Terbaik sebagai Terbaik II.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, Edi Martono, mengapresiasi capaian tersebut dan menegaskan bahwa penghargaan yang diraih merupakan hasil kerja kolaboratif antara BPJS Kesehatan, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan Program JKN.

    “Saya menyampaikan terima kasih atas pencapaian Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam penyelenggaraan INAHAFF 2025. Pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama para pemangku kepentingan dalam Program JKN untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kecurangan di layanan kesehatan,” ujar Edi Martono, Jumat (12/12/2025).

    Menurut Edi, Pemerintah Kabupaten Kuningan secara konsisten menjalankan berbagai langkah perbaikan yang berorientasi pada tata kelola layanan kesehatan yang akuntabel dan transparan. Pemanfaatan data yang semakin presisi terus dioptimalkan sebagai dasar pengambilan kebijakan sekaligus instrumen pengawasan dalam pelaksanaan JKN di daerah.

    Upaya tersebut membuahkan hasil positif, salah satunya melalui pengakuan nasional pada ajang INAHAFF Conference 2025. Edi menilai capaian ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam membangun budaya anti kecurangan di sektor kesehatan.

    Ia menegaskan, penguatan integritas layanan JKN tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

    “Seluruh langkah ini selaras dengan arah pembangunan daerah, termasuk prinsip Kuningan MELESAT yang mendorong peningkatan kapasitas, keberlanjutan, dan ketangguhan sistem layanan,” kata Edi.

    Lebih lanjut, Edi menekankan bahwa INAHAFF dipandang sebagai forum strategis untuk memperluas wawasan dan memperkuat sinergi lintas sektor. Kehadiran forum tersebut dinilai mampu menyempurnakan mekanisme pencegahan kecurangan, baik di tingkat daerah maupun nasional, sehingga manfaat Program JKN dapat semakin optimal dirasakan oleh masyarakat.

    “Kami mendukung penuh penyelenggaraan INAHAFF 2025. Ke depan, kami berkomitmen menjaga konsistensi upaya yang telah dilakukan agar layanan JKN di Kabupaten Kuningan semakin memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” tutup Edi Martono. (Haris)

  • Legislatif Apresiasi Kinerja Wali Kota Cirebon 2025

    Legislatif Apresiasi Kinerja Wali Kota Cirebon 2025

    cirebontrust.id – Keseriusan Pemerintah Daerah Kota Cirebon dalam menata dan membangun infrastruktur sepanjang 2025 menuai apresiasi dari berbagai kalangan.

    Di bawah kepemimpinan Wali Kota Effendi Edo dan Wakil Wali Kota Siti Farida, komitmen pembangunan yang berlandaskan Visi SETARA dinilai memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan publik dan pertumbuhan ekonomi daerah.

    Sepanjang 2025, Pemerintah Kota Cirebon mencatat sejumlah capaian strategis, mulai dari normalisasi sungai, perbaikan drainase, jalan dan trotoar, penataan pedagang kaki lima, pemasangan lampu penerangan jalan, peningkatan layanan kesehatan, penataan taman kota, bantuan pendidikan melalui program Kartu Idola, hingga perbaikan jalan lingkungan dan penerangan jalan umum.

    Apresiasi tersebut disampaikan Anggota DPRD Kota Cirebon dari Fraksi Golkar, Ana Susanti, SE. Ia menilai kinerja Pemerintah Kota Cirebon selama 2025 berjalan dinamis dan produktif, dengan hasil yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

    “Secara umum, kinerja Pemerintah Kota Cirebon di tahun 2025 menunjukkan progres yang positif. Hal ini terlihat dari perbaikan infrastruktur, meningkatnya realisasi investasi, terjaganya stabilitas ekonomi, serta berbagai inovasi dalam tata kelola pemerintahan,” ujar Ana Susanti.

    Ia menambahkan, perbaikan infrastruktur menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya daya tarik investasi di Kota Cirebon. Kondisi tersebut turut berkontribusi terhadap penguatan pertumbuhan ekonomi daerah.

    Selain itu, Ana menyoroti keberhasilan pemerintah daerah dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    Pelibatan UMKM dalam berbagai agenda strategis, termasuk Cirebon Festival (Cifest) 2025, dinilai mampu membuka ruang promosi sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi lokal.

    “Pelibatan UMKM dalam event besar seperti Cifest 2025 merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mendorong ekonomi masyarakat. Ini menjadi ruang promosi sekaligus penguatan ekonomi lokal,” katanya.

    Di bidang stabilitas ekonomi, Ana mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Cirebon dalam menjaga inflasi tetap terkendali sepanjang 2025. Menurutnya, pengendalian inflasi merupakan fondasi penting untuk menjaga daya beli masyarakat serta menciptakan iklim usaha yang sehat.

    “Upaya pemerintah daerah dalam menjaga inflasi agar tetap sesuai target nasional sangat penting untuk menjamin kesejahteraan masyarakat dan keberlangsungan dunia usaha,” ujarnya.

    Sementara itu, pada sektor pemerintahan dan birokrasi, Ana menilai inovasi dalam tata kelola aparatur sipil negara menjadi salah satu kunci keberlanjutan pembangunan. Pemerintah Kota Cirebon dinilai aktif mendorong percepatan implementasi manajemen talenta ASN sebagai bagian dari reformasi birokrasi.

    “Transformasi digital pemerintahan dan penerapan sistem manajemen talenta ASN menunjukkan komitmen Pemkot Cirebon untuk membangun birokrasi yang profesional, modern, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas,” tegas Ana.

    Pada akhir 2025, kepemimpinan Wali Kota Effendi Edo dan Wakil Wali Kota Siti Farida juga memperoleh penghargaan Kabar Cirebon Award 2025 dari media massa atas komitmen dalam perencanaan tata ruang, pembangunan infrastruktur, serta kebersihan lingkungan kota.

    Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kerja nyata pemerintah daerah dalam membangun Kota Cirebon secara berkelanjutan.

    “Capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Kami di DPRD, khususnya Fraksi Golkar, siap terus mendukung kebijakan dan program pembangunan yang berpihak kepada rakyat serta membawa kemajuan nyata bagi Kota Cirebon ke depan,” tandas Ana Susanti.

    Capaian Pembangunan Daerah Kota Cirebon Tahun 2025:

    1. Normalisasi Sungai Cikenis dan Cikalong Sukalila
    2. Perbaikan dan normalisasi drainase Jalan Cipto
    3. Perbaikan trotoar di Jalan Kartini, kawasan Stasiun–Kejaksaan Cirebon, dan ujung Tuparev
    4. Penataan lampu penerangan Jalan Kartini
    5. Pengecoran Jalan Ciremai Raya
    6. Penataan dan penertiban pedagang kaki lima Sukalila–Kalibaru dan Stadion Bima
    7. Perbaikan 26 ruas jalan dengan total panjang 7,28 kilometer
    8. Perbaikan 28 titik saluran drainase
      Pengaspalan jalan di kawasan Stadion Bima
    9. Pembuatan kolam penampungan limbah TPA Kopiluhur
    10. Peningkatan pelayanan kesehatan
      Penataan taman kota
    11. Bantuan anak sekolah melalui Program Kartu Idola
    12. Perbaikan jalan lingkungan
      Penerangan Jalan Umum (PJU)
  • ICMI Majalengka Dukung Tumbuh Kembang Anak Berkebutuhan Khusus

    ICMI Majalengka Dukung Tumbuh Kembang Anak Berkebutuhan Khusus

    cirebontrust.id – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah Majalengka menunjukkan kepedulian terhadap pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, khususnya anak berkebutuhan khusus, melalui kegiatan advokasi sekaligus pemberian bantuan dan donasi.

    Kegiatan tersebut digelar di Lembaga Magical Children Treatment Center yang berlokasi di Kelurahan Babakan Jawa, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Selasa (30/12/2025).

    Lembaga Magical Children Treatment Center merupakan sekolah sekaligus pusat pendampingan yang berfokus pada tumbuh kembang anak-anak berkebutuhan khusus.

    Kehadiran ICMI Orda Majalengka dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya peningkatan kualitas hidup anak-anak dengan kebutuhan khusus.

    Ketua ICMI Orda Majalengka, Dr. H. Diding Bajuri, mengatakan, ICMI memiliki perhatian besar terhadap masa depan anak-anak agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang bermanfaat bagi bangsa, negara, dan agama.

    Ia menegaskan, advokasi dan perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan salah satu fokus utama organisasi tersebut.

    “Kami memberikan advokasi dan perlindungan bagi perempuan dan anak, termasuk perlindungan dari perundungan, serta mendorong bagaimana tumbuh kembang anak-anak berkebutuhan khusus dapat berjalan secara optimal,” ujar Diding.

    Dosen Pascasarjana Universitas Majalengka itu menambahkan, anak-anak berkebutuhan khusus membutuhkan perhatian dan kesadaran bersama dari seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah maupun nonpemerintah.

    Menurut dia, keberadaan terapis dan dukungan lingkungan sangat penting dalam menunjang proses tumbuh kembang anak.

    “Oleh karena itu, ICMI hadir dengan aksi nyata sebagai bentuk kepedulian. Mudah-mudahan langkah ini dapat menginspirasi semua pihak untuk ikut berkontribusi,” katanya.

    Psikolog pendamping di Lembaga Magical Children Treatment Center, Shefira Chandra Rahayu, M.Psi., menyampaikan, kepedulian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus masih perlu terus ditingkatkan. Ia menilai, perhatian masyarakat terhadap kelompok anak tersebut belum sepenuhnya optimal.

    “Padahal, anak-anak berkebutuhan khusus sangat membutuhkan perhatian dari semua pihak, terutama dari orang tua. Pola asuh yang baik dari keluarga akan sangat membantu mereka berkembang dengan lebih maksimal,” ujar Shefira.

    Shefira juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kunjungan serta bantuan yang diberikan oleh ICMI Orda Majalengka.

    Menurut dia, dukungan tersebut memiliki makna besar bagi lembaga dan anak-anak yang didampingi.

    “Baru kali ini kami menerima kunjungan dari organisasi yang tidak hanya peduli dan membuka mata hati, tetapi juga memberikan aksi nyata dalam mendukung tumbuh kembang anak. Semoga ICMI semakin maju dan terus menjadi organisasi yang berkontribusi bagi kemaslahatan masyarakat,” tuturnya. (Abduh)

  • Refleksi Akhir Tahun, PAN Kota Cirebon Gelar Doa Bersama

    Refleksi Akhir Tahun, PAN Kota Cirebon Gelar Doa Bersama

    cirebontrust.id – DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Cirebon menggelar doa bersama akhir tahun yang dirangkaikan dengan santunan kepada anak yatim piatu sebagai ikhtiar spiritual untuk keselamatan bangsa.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dan menjadi bagian dari agenda nasional PAN.

    Ketua DPD PAN Kota Cirebon, Aldyan Fauzan R.S. mengatakan, doa bersama akhir tahun diikuti oleh seluruh kader PAN, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, sebagai wujud kebersamaan dan refleksi menjelang pergantian tahun.

    “Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar dari tingkat nasional, provinsi, hingga daerah. Di Kota Cirebon, kami menghadirkan kurang lebih 100 anak yatim piatu untuk menerima santunan. Semoga ini menjadi keberkahan bagi kita semua,” ujar Aldyan saat ditemui di Kantor DPD PAN Kota Cirebon, Selasa (30/12/2025).

    Menurut Aldyan, kegiatan sosial dan keagamaan seperti doa bersama dan santunan anak yatim memiliki nilai penting, tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi penguatan nilai-nilai kebersamaan di internal partai.

    “Insyaallah harapan kami kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan. Doa bersama dan santunan anak yatim adalah kegiatan yang baik, penuh keberkahan, serta menjadi pengingat bagi kami untuk terus hadir dan berbuat bagi masyarakat,” katanya.

    Ia menambahkan, melalui doa bersama akhir tahun, PAN berharap dapat terus mengedepankan kepentingan rakyat serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan negara.

    “Harapannya, PAN selalu menjadi yang terdepan, dan setiap nadi serta napas perjuangannya benar-benar diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat,” tutur Aldyan.

    Kegiatan doa bersama dan santunan anak yatim piatu tersebut berlangsung khidmat dan diikuti oleh jajaran pengurus serta kader PAN Kota Cirebon. (Haris)

  • Wisatawan Mancanegara Kian Andalkan Kereta Api

    Wisatawan Mancanegara Kian Andalkan Kereta Api

    cirebontrust.id – Kereta api semakin diminati wisatawan mancanegara sebagai moda transportasi utama selama berwisata di Indonesia. Layanan berbasis rel dinilai menawarkan kenyamanan, ketepatan waktu, serta kemudahan akses ke berbagai destinasi unggulan, termasuk di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon mencatat, sepanjang Januari hingga Desember 2025 terdapat 21.760 penumpang warga negara asing yang menggunakan layanan kereta api jarak jauh dari sejumlah stasiun di wilayah Daop 3 Cirebon.

    Angka tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan wisatawan mancanegara terhadap layanan transportasi kereta api di Indonesia.

    Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan, tren positif tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelanggan asing terhadap kualitas layanan yang disediakan KAI.

    “Hal ini menunjukkan peningkatan kepercayaan semua pihak, termasuk pelanggan mancanegara, terhadap layanan KAI yang selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu serta mampu menghubungkan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan,” ujar Muhibbuddin.

    Menurut dia, mayoritas wisatawan mancanegara menggunakan kereta api jarak jauh dengan tujuan kota-kota besar dan destinasi wisata favorit, seperti Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Bandung, Jakarta, hingga Banyuwangi.

    Adapun kereta api jarak jauh yang paling banyak diminati antara lain KA Ranggajati relasi Cirebon–Surabaya Gubeng–Jember, KA Cakrabuana relasi Gambir–Cirebon–Purwokerto, serta KA Gunungjati relasi Gambir–Cirebon–Semarang.

    Muhibbuddin menjelaskan, ketepatan waktu keberangkatan, pelayanan di atas kereta, serta kemudahan pemesanan tiket menjadi faktor utama yang membuat wisatawan asing memilih kereta api.

    “Wisatawan menyukai jadwal keberangkatan yang tepat waktu, pelayanan di atas kereta, serta kemudahan pemesanan tiket secara daring yang tersedia dalam bahasa Inggris melalui aplikasi Access by KAI,” kata dia.

    Ia menambahkan, KAI terus melakukan inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh pelanggan, termasuk wisatawan mancanegara. Digitalisasi layanan, peningkatan fasilitas stasiun dan kereta, serta promosi yang dilakukan secara masif di dalam dan luar negeri dinilai berkontribusi terhadap peningkatan jumlah penumpang asing.

    “Kami melihat tren positif ini sebagai hasil dari peningkatan fasilitas, digitalisasi layanan, dan promosi yang berkelanjutan,” ucap Muhibbuddin.

    Selain itu, peningkatan infrastruktur transportasi dan konektivitas antarmoda turut menjadi faktor penting dalam menarik minat wisatawan internasional. Efisiensi waktu dan kemudahan berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain menjadi pertimbangan utama wisatawan, dan kereta api dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut.

    Muhibbuddin menegaskan, transportasi kereta api tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menawarkan pengalaman budaya yang khas.

    “Wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal, baik di stasiun maupun di dalam kereta, sehingga memberikan pengalaman yang tidak diperoleh dari moda transportasi lain,” tutupnya. (Haris)