Bulan: Oktober 2025

  • Pemkab Majalengka Perkuat Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Desa

    Pemkab Majalengka Perkuat Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Desa

    cirebontrust.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), terus mendorong peran bidan desa dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), serta menurunkan stunting melalui berbagai program peningkatan kapasitas dan inovasi pelayanan publik.

    Sebagai langkah nyata, Dinas Kesehatan Majalengka menggelar bimbingan teknis peningkatan kapasitas bidan desa di Aula BKPSDM, Rabu (29/10/2025).

    Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Majalengka, Eman Suherman, dan dihadiri Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan, Ketua TP-PKK Majalengka Iim Maemunah, Kepala Dinas Kesehatan Agus Suratman, para direktur rumah sakit, kepala puskesmas, serta 330 bidan desa se-Kabupaten Majalengka.

    Kepala Dinas Kesehatan Majalengka, Agus Suratman, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, terutama di tingkat desa.

    “Program ini bertujuan memperbaiki dan meningkatkan kualitas layanan publik, terutama fasilitas di puskesmas dan rumah sakit,” ujar Agus Suratman.

    Ia menjelaskan, salah satu inovasi unggulan yang dijalankan adalah program Ngalayan Bakti, dengan tagline “Semangat Revolusi Pelayanan Terbaik dengan Hati.” Program itu difokuskan untuk memperkuat pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan.

    Selain itu, ada pula program Satset yang hadir untuk memastikan setiap kelahiran di fasilitas kesehatan pemerintah tercatat dan terdokumentasi dengan baik, termasuk administrasi kependudukannya.

    Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Majalengka, Iim Maemunah, menegaskan pentingnya peran PKK sebagai mitra pemerintah dalam penguatan pelayanan Posyandu di tingkat desa.

    “PKK berperan penting dalam pelayanan Posyandu untuk menurunkan AKI, AKB, dan stunting melalui pemberdayaan masyarakat, penggerakan kader, fasilitasi kegiatan, pemantauan, penyuluhan kesehatan, serta advokasi program,” tuturnya.

    Ia menambahkan, PKK menjadi ujung tombak pelaksanaan program kesehatan di tingkat desa untuk memastikan ibu hamil mendapatkan pelayanan memadai, bayi memperoleh imunisasi dan asupan gizi yang cukup, serta balita terpantau tumbuh kembangnya.

    Bupati Majalengka, Eman Suherman, dalam kesempatan itu berharap agar para bidan desa mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat di wilayah pedesaan.

    “Bidan desa diharapkan menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan yang mampu memberikan edukasi, melakukan pemantauan berkelanjutan, serta mendeteksi dini risiko pada ibu hamil di desa masing-masing,” kata Eman Suherman.

    Bupati juga menyoroti penurunan Usia Harapan Hidup (UHH) di Kabupaten Majalengka yang pada tahun 2024 mencapai 74,98 tahun, namun pada 2025 turun menjadi 71 tahun.

    “Sesuai dengan RPJMD, diharapkan UHH Majalengka pada 2030 bisa mencapai 76 tahun. Karena itu, peningkatan kualitas kesehatan menjadi hal yang mutlak dan Pemkab Majalengka akan terus mendorongnya,” tegasnya.

    Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Majalengka juga membagikan bingkisan berisi telur dan susu kepada ibu hamil serta ibu menyusui sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan gizi keluarga. (Abduh)

  • Kapolres Cirebon Kota Bantu Pemulangan Keluarga yang Terlunta di Aceh

    Kapolres Cirebon Kota Bantu Pemulangan Keluarga yang Terlunta di Aceh

    cirebontrust.id -/Satu keluarga asal Kampung Kutasirap, Gang Mulya, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, akhirnya bisa kembali ke kampung halaman setelah terlunta-lunta di Aceh selama beberapa waktu.

    Gunawan (46) dan Misriyati (37) bersama anak mereka tiba di Cirebon sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat (31/10/2025). Kepulangan keluarga itu tak lepas dari kerja sama dan kepedulian banyak pihak, mulai dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Cirebon, Polres Cirebon Kota, hingga warga yang peduli terhadap sesama.

    Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, menyampaikan apresiasi terhadap semangat gotong royong masyarakat yang turut membantu proses pemulangan keluarga Gunawan.

    “Ini berkat upaya dan informasi dari Pak Tasrikin dan Ketua KPAID Cirebon. Mereka berkoordinasi dengan rekan kami di Aceh, termasuk Ibu Yuni yang dulu berdinas di Cirebon, dan Pak Iyan dari Kakawil Lapas. Berkat kerja sama mereka, keluarga Pak Gunawan bisa diantar pulang dengan selamat ke Cirebon,” ujar AKBP Eko Iskandar kepada wartawan.

    Ia menilai, kisah itu menjadi contoh nyata bahwa kepedulian sosial tidak mengenal batas profesi maupun status sosial.

    “Pak Tasrikin ini luar biasa. Meski sehari-hari bekerja sebagai pemulung dan tukang becak, jiwa sosialnya sangat tinggi. Banyak membantu tanpa pamrih. Ini pelajaran bagi kita semua bahwa kepedulian tidak mengenal status sosial,” tutur Eko.

    Dalam penyambutan keluarga Gunawan di Cirebon, hadir pula perwakilan Dinas Sosial Kota Cirebon serta Lurah Pegambiran. Momen itu menjadi simbol nyata dukungan pemerintah terhadap warganya yang tengah menghadapi kesulitan.

    Kapolres menegaskan, peristiwa itu menjadi bukti nyata, sinergi antara masyarakat, lembaga sosial, dan pemerintah dapat membawa dampak besar bagi sesama.

    “Inilah bukti bahwa negara benar-benar hadir untuk rakyat. Ketika masyarakat dan aparat bersatu, semua persoalan bisa diatasi dengan baik,” tegasnya.

    Ketua KPAID Cirebon, Fifi Sofiah, mengatakan, pihaknya pertama kali menerima informasi tentang kondisi keluarga Gunawan dari Tasrikin.

    “Saya dapat kabar dari Pak Tasrikin. Memang Pak Gunawan ini warga Cirebon, istrinya orang Aceh. Mereka pulang ke Aceh karena urusan keluarga, tetapi kemudian terjadi selisih paham,” kata Fifi.

    Akibat selisih paham tersebut, keluarga Gunawan terpaksa keluar dari rumah keluarga istrinya dan hidup tanpa tempat tinggal maupun sumber penghidupan yang layak.

    “Mereka sampai terlunta-lunta dan kesulitan makan. Setelah mendapat laporan, kami langsung berkoordinasi dengan aparat di Aceh agar mereka mendapat perlindungan dan bantuan sementara,” jelasnya.

    Fifi menegaskan, KPAID Cirebon akan terus memantau kondisi keluarga tersebut, terutama untuk memastikan anak-anak dalam keluarga Gunawan mendapatkan hak dan perlindungan sesuai ketentuan.

    “Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar keluarga ini bisa kembali hidup layak, dan anak-anaknya terlindungi,” pungkas Fifi. (Haris)

  • Kunjungi Perumahan D’Nirwana Harmoni, Menteri PKP Puji PMPLand Group

    Kunjungi Perumahan D’Nirwana Harmoni, Menteri PKP Puji PMPLand Group

    cirebontrust.id – Warga Perumahan D’Nirwana Harmoni, Desa Siliasih, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, antusias menyambut kedatangan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, Kamis (30/10/2025).

    Maruarar Sirait menyapa dan menyalami satu per satu warga. Ia mendengarkan cerita para penghuni, termasuk para petani bawang dan buruh pabrik yang kini telah menjadi pemilik rumah.

    “Saya senang sekali melihat masyarakat berpenghasilan tidak tetap bisa punya rumah yang layak,” ujar Maruarar.

    Ia menegaskan, rumah bukan sekadar bangunan, melainkan simbol hadirnya negara di tengah rakyat.

    “Kunjungan ini bukan hanya seremonial. Kami datang membawa semangat gotong royong agar rakyat punya rumah yang layak,” katanya.

    Maruarar menambahkan, pembangunan perumahan rakyat merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, pengembang, dan masyarakat. Pemerintah daerah diharapkan aktif menyediakan lahan, infrastruktur dasar, serta mempercepat proses perizinan.

    “Pemerintah pusat tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kerja sama lintas sektor agar manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat,” ucapnya.

    Dalam kunjungan tersebut, Maruarar didampingi oleh CEO PMPLand Group, Yudho Arlianto, selaku pengembang D’Nirwana Harmoni.

    Ia menilai proyek itu mencerminkan semangat “rumah untuk rakyat”, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang ingin memastikan seluruh warga, termasuk yang tidak bergaji tetap, dapat memiliki rumah sendiri.

    “Presiden Prabowo berkeinginan agar rakyat yang tidak punya gaji pun berhak memiliki rumah sendiri, tanpa memberatkan,” tegas Maruarar.

    Menteri PKP Puji PMPLand Group
    Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, didampingi CEO PMPLand Group, Yudho Arlianto, berbincang dengan warga perumahan D’Nirwana Harmoni, Kamis (30/10/2025). (Foto: Haris/cirebontrust.id)

    Ia juga memberikan penilaian positif terhadap kualitas perumahan tersebut.

    “Tadi saya bertanya kepada warga tentang fasilitas di sini. Semuanya bagus. Saya kasih nilai 8,5 untuk perumahan D’Nirwana Harmoni,” ujarnya.

    Ia memuji kinerja PMPLand Group yang dinilai tidak hanya profesional tetapi juga memiliki kepedulian sosial tinggi.

    “Pengembangnya bagus, rendah hati, dan murah hati, seperti PMPLand. Hatinya baik. Mereka bahkan merenovasi rumah rakyat yang tidak layak huni dan tadi nyumbang Rp200 juta,” tutur Maruarar.

    Maruarar juga menegaskan, keberpihakan pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rendah diwujudkan melalui kebijakan seperti pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi penerima rumah subsidi.

    “BPHTB gratis ini bukti bahwa pemerintah berpihak kepada rakyat,” tegasnya.

    Secara nasional, pemerintah masih menghadapi tantangan besar dalam penyediaan hunian. Data menunjukkan terdapat 9,9 juta keluarga yang belum memiliki rumah dan 26,9 juta unit rumah yang dinilai tidak layak huni. Untuk itu, pemerintah menargetkan pembangunan rumah subsidi dan program renovasi secara bertahap.

    “Tahun ini target renovasi 45 ribu rumah, dan tahun depan meningkat menjadi 400 ribu rumah,” ungkapnya.

    Kunjungan Maruarar Sirait di Cirebon malam itu menegaskan bahwa pembangunan perumahan bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya menghadirkan keadilan sosial.

    Di tengah sorak warga yang bersahaja, semangat gotong royong terasa nyata, sebuah tanda bahwa harapan untuk memiliki rumah layak kini semakin dekat bagi rakyat kecil. (Haris)

  • Warga Binuang Harapkan Sentra Pangan Dibangun di Desa

    Warga Binuang Harapkan Sentra Pangan Dibangun di Desa

    cirebontrust.id – Komisi IX DPR RI bersama Badan Gizi Nasional menyosialisasikan program pangan sehat bagi masyarakat di Desa Binuang, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (27/10/2205). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola makan seimbang dan hidup sehat.

    Sosialisasi tersebut dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI, Sahidin, Kepala Desa Binuang, Nazaruddin, Analis Pertahanan Negara Madya Set Batekhan Kemhan, Mistiani, serta masyarakat setempat yang menjadi peserta kegiatan.

    Anggota DPR RI, Sahidin, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah nyata pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan gizi nasional. Menurut dia, edukasi tentang gizi sejak dini menjadi kunci untuk menekan angka stunting dan memastikan anak-anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang memadai.

    “Program ini menjadi prioritas presiden karena masih banyak anak-anak Indonesia yang mengalami stunting. Pemerintah perlu melakukan intervensi melalui pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA. Selain itu, ibu hamil dan menyusui juga menjadi sasaran penting agar anak-anak tumbuh sehat, gizinya tercukupi, dan kelak menjadi generasi yang cerdas serta mampu bersaing di dunia global,” ujar Sahidin.

    Kepala Desa Binuang, Nazaruddin, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut di wilayahnya. Ia menilai, kegiatan ini bukan hanya memperbaiki kualitas gizi anak-anak, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan yang baik.

    “Kami berharap masyarakat Desa Binuang dapat mendukung penuh program ini agar tidak ada lagi anak-anak yang kekurangan gizi. Beberapa sekolah di desa kami sudah merasakan manfaatnya, dan kami berharap ke depan akan dibangun Sentra Penyedia Pangan Gizi agar penerima manfaat lebih merata,” kata Nazaruddin.

    Sementara itu, Analis Pertahanan Negara Madya Set Batekhan Kemhan, Mistiani, menuturkan bahwa program pangan sehat ini tidak hanya berfokus pada anak-anak, tetapi juga berperan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

    “Program ini mencakup peserta didik dan non-didik. Selain meningkatkan gizi, pelaksanaannya juga berdampak positif bagi ekonomi lokal karena sentra pangan dapat memanfaatkan hasil bumi dari sekitar wilayah. Agar program berjalan optimal, dibutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku UMKM,” jelas Mistiani.

    Melalui sosialisasi di Kabupaten Kampar ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperluas cakupan program pangan sehat di berbagai daerah. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu memastikan keberlanjutan program serta mewujudkan generasi muda Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

  • DPR Dorong Pola Makan Sehat

    DPR Dorong Pola Makan Sehat

    cirebontrust.id – DPR RI bersama Badan Gizi Nasional terus mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat melalui kegiatan sosialisasi di Sekolah Advent Kairagi, Kecamatan Tikala, Kota Manado, pada Kamis (30/10/2025). Langkah itu menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, Tenaga Ahli Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Badan Gizi Nasional, Abdullah Kamil, serta Kepala Sekolah SD dan SMP Advent Kairagi, Wolter Terok.

    Dalam sambutannya, Felly Runtuwene menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh mengawal pelaksanaan program ini agar tepat sasaran dan berkelanjutan. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan lahirnya generasi emas yang sehat dan cerdas.

    “Program ini tidak hanya menyediakan makanan sehat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar sekolah penyedia pangan,” ujar Felly. “Kami berharap manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita,” tambahnya.

    Ia menegaskan, Komisi IX DPR RI akan terus mendorong evaluasi dan peningkatan kualitas pelaksanaan program agar semakin efektif.

    “Kami ingin seluruh pihak ikut mengawasi dan memastikan program ini berjalan dengan baik demi masa depan anak-anak Indonesia,” ujarnya.

    Sementara itu, Abdullah Kamil menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun Generasi Emas Indonesia 2045. Ia menekankan, kualitas pangan menjadi fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia unggul.

    “Program ini menyentuh langsung aspek kesehatan dan pendidikan anak bangsa. Kami berkomitmen memastikan proses dari dapur hingga pendistribusian berjalan baik agar setiap anak Indonesia mendapat makanan sehat dan layak,” kata Abdullah.

    Kepala Sekolah Wolter Terok turut menyampaikan apresiasi atas kepedulian pemerintah terhadap peningkatan gizi anak-anak di sekolah.

    “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Ibu Felly dan Bapak Abdullah. Program ini memberi harapan besar bagi kami dan merupakan langkah positif untuk melahirkan generasi sehat dan cerdas,” ungkapnya.

    Ia mengajak seluruh pihak untuk terus bekerja sama agar pelaksanaan program berjalan optimal dan berkelanjutan.

    Melalui kegiatan sosialisasi ini, DPR RI dan Badan Gizi Nasional berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna menciptakan masa depan Indonesia yang kuat, sehat, dan berdaya saing.

  • Pemenuhan Gizi Seimbang Kunci Wujudkan Generasi Emas

    Pemenuhan Gizi Seimbang Kunci Wujudkan Generasi Emas

    cirebontrust.id – Upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia terus diperkuat melalui program pangan sehat yang diinisiasi DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN). Program ini menjadi langkah awal untuk membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif.

    Sosialisasi program tersebut digelar di Saladara Convention Hall, Kota Cirebon, pada Kamis (29/10/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani, Anggota DPRD Kota Cirebon Yusuf, serta Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi BGN Teguh Suparngadi.

    Dalam sambutannya, Netty Prasetiyani menegaskan bahwa stunting masih menjadi tantangan serius yang harus ditangani secara menyeluruh. Menurutnya, program pangan sehat ini sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas.

    “Stunting adalah akibat kekurangan gizi kronis pada 1.000 hari pertama kehidupan. Melalui program ini, pemerintah berupaya memastikan setiap anak memperoleh asupan gizi yang cukup dan seimbang. Dengan pelaksanaan yang konsisten, kita bisa menurunkan angka stunting sekaligus mencetak generasi muda yang sehat dan produktif,” ujar Netty.

    Ia juga menambahkan pentingnya penerapan konsep Isi Piringku sebagai pedoman baru gizi seimbang yang menggantikan konsep lama “4 Sehat 5 Sempurna.” Menurut Netty, konsep ini lebih menekankan keseimbangan jenis dan porsi makanan sesuai kebutuhan tubuh.

    Sementara itu, Anggota DPRD Kota Cirebon Yusuf menilai bahwa program pangan sehat merupakan langkah nyata mendukung prioritas Presiden dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

    “Program ini dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memastikan makanan sehat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat. Sinergi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat sangat penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh generasi penerus bangsa,” kata Yusuf.

    Dalam kesempatan yang sama, Teguh Suparngadi menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini berbasis empat prinsip utama, yakni kecukupan kalori, keseimbangan gizi, higienitas, dan keamanan pangan.

    “Menu disusun oleh ahli gizi lokal agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi pangan daerah. Dengan cara ini, program tidak hanya memperbaiki gizi, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal melalui keterlibatan petani, nelayan, dan pelaku UMKM,” tutur Teguh.

    Sosialisasi di Cirebon ini menegaskan bahwa program pangan sehat bukan sekadar bantuan konsumsi, melainkan gerakan nasional yang mengintegrasikan peningkatan kesehatan, ketahanan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi lintas sektor, program ini diharapkan menjadi pondasi bagi lahirnya generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing global. (Haris)

  • Kolaborasi Wujudkan Ketahanan Gizi Nasional

    Kolaborasi Wujudkan Ketahanan Gizi Nasional

    cirebontrust.id – Pemerintah terus memperkuat langkah strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui program pangan sehat nasional. Program ini menjadi bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang unggul dan produktif.

    Sosialisasi program tersebut digelar di GOR Desa Jaya Sampurna, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (28/10). Acara dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari; perwakilan Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional (BGN), Mistiani; serta Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Darissalam.

    Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari, dalam sambutannya menegaskan bahwa program pangan sehat ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

    “Melalui program ini, masyarakat tidak hanya berpartisipasi dalam membangun kesadaran gizi bagi anak-anak, tetapi juga memiliki kesempatan memperbaiki ekonomi melalui dapur-dapur yang dikelola masyarakat. Kami berharap inisiatif ini menjadi gerakan bersama untuk menumbuhkan ekonomi lokal dan membangun generasi sehat,” ujarnya.

    Sementara itu, Mistiani dari Badan Gizi Nasional menekankan pentingnya membangun kesadaran gizi sejak usia dini. Menurutnya, gizi yang tepat di masa pertumbuhan berperan besar dalam perkembangan otak, kemampuan berpikir, konsentrasi, serta pertumbuhan fisik anak.

    “Untuk menuju Indonesia Emas 2045, generasi penerus harus tumbuh optimal dan produktif. Dengan mulai sadar akan pentingnya asupan gizi yang seimbang bagi anak-anak, kita memperbaiki kualitas generasi masa depan. Selain itu, dapur program ini juga diharapkan bisa membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Mistiani.

    Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Darissalam, mengajak masyarakat untuk aktif mendukung keberhasilan program tersebut.

    “Melalui program ini, anak-anak kita mendapatkan asupan gizi yang baik dan teratur, sementara masyarakat memperoleh manfaat ekonomi. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat akan berdampak besar bagi generasi masa depan,” ungkapnya.

    Melalui kegiatan sosialisasi ini, para pemangku kepentingan berharap masyarakat semakin memahami bahwa pencegahan stunting dimulai dari rumah tangga melalui pola makan seimbang, menjaga kebersihan, serta perhatian terhadap tumbuh kembang anak. Sinergi antara DPR RI, BGN, dan seluruh elemen masyarakat menjadi fondasi dalam mewujudkan Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

  • Pemerintah Dorong Partisipasi Warga dalam Program Sehat

    Pemerintah Dorong Partisipasi Warga dalam Program Sehat

    cirebontrust.id- Pemerintah terus berupaya memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui program pangan sehat yang dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pelibatan masyarakat dalam penyediaan bahan baku dan pengelolaan dapur sehat.

    Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menyampaikan hal tersebut saat sosialisasi program pangan sehat di GMAHK Paal Dua, Kecamatan Tikala, Kota Manado, pada Kamis (30/10/2025). Ia menjelaskan, program ini membawa dampak ganda bagi masyarakat.

    “Program ini bukan sekadar menyediakan makanan sehat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar lokasi penyediaan makanan,” ujar Felly Estelita.

    Menurutnya, masyarakat memiliki peluang besar untuk meningkatkan perekonomian keluarga dengan berpartisipasi langsung dalam program ini, salah satunya melalui peran aktif di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

    Setiap dapur program pangan sehat akan dikelola oleh seorang kepala SPPG yang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional. Kepala SPPG akan bekerja sama dengan ahli gizi dan akuntan guna memastikan kualitas gizi dan kelancaran distribusi makanan di setiap daerah.

    Selain itu, SPPG juga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kebersihan, mengelola gizi, serta mengawasi pengelolaan limbah dapur secara ketat agar kualitas layanan tetap terjaga.

    Melalui keterlibatan lintas sektor dan partisipasi masyarakat yang kuat, program ini diharapkan berjalan optimal serta memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kesehatan masyarakat.

    Dengan adanya kolaborasi antara DPR RI, Badan Gizi Nasional, Dinas Kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat, pemerintah menargetkan program pangan sehat ini menjadi langkah strategis dalam menanggulangi masalah gizi di berbagai daerah secara berkelanjutan.

    Program tersebut tidak hanya fokus pada pencegahan stunting dan gizi buruk sejak masa kehamilan hingga anak usia tumbuh kembang, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya konsumsi pangan yang aman dan menyehatkan.

  • Legislatif Dorong Kesadaran Gizi Masyarakat

    Legislatif Dorong Kesadaran Gizi Masyarakat

    cirebontrust.id -;Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui Program Makan Sehat, sebuah inisiatif nasional yang berfokus pada percepatan penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

    Sosialisasi program ini kembali digelar di GOR Rokib Hasbi, Desa Karang Reja, Kecamatan Pabayuran, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (28/10/2025). Acara tersebut dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari, bersama perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN).

    Dalam sambutannya, Putih Sari menegaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk memperkuat ketahanan gizi masyarakat. Ia juga mengajak masyarakat aktif berpartisipasi dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

    “Kita harus bersama-sama menekan angka stunting di Indonesia dengan mencukupi kebutuhan gizi bagi anak-anak. Dengan sama-sama memahami pentingnya gizi, kita bisa melahirkan generasi yang lebih sehat dan cerdas,” ujar Putih Sari.

    Sementara itu, perwakilan Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi BGN, Mistiani, menyampaikan bahwa kesadaran masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.

    “Melalui program ini, kami berharap masyarakat semakin paham akan pentingnya kebutuhan makanan sehat bagi anak-anak kita. Dengan bersama-sama berperan aktif, kita bisa menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

    Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Darissalam, juga menyoroti manfaat ganda dari pelaksanaan program tersebut.

    “Dengan adanya program ini, anak-anak kita memperoleh asupan gizi yang cukup dan teratur sehingga bisa tumbuh menjadi generasi yang produktif. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang kerja bagi masyarakat yang turut menopang perekonomian daerah,” ujarnya.

    Melalui kegiatan sosialisasi ini, para pemangku kepentingan menegaskan pentingnya sinergi antara DPR RI, Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan gizi nasional.

    Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan sehat, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa pencegahan stunting dimulai dari rumah tangga melalui pola makan seimbang, kebersihan, serta perhatian terhadap tumbuh kembang anak.

    Dengan semangat kolaborasi tersebut, program ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing menuju Generasi Emas 2045.

  • Legislatif Tegaskan Komitmen Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas

    Legislatif Tegaskan Komitmen Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas

    cirebontrust.id – Pemerintah memastikan program penyediaan pangan bagi pelajar berjalan aman dan sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan. Program yang diinisiasi oleh DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) ini menjadi langkah awal untuk melahirkan generasi sehat, cerdas, dan produktif.

    Sosialisasi program tersebut digelar di Gedung The Castle, Depok, pada Rabu (29/10). Acara dibuka oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, yang menegaskan bahwa program ini aman dikonsumsi dan menjadi bagian dari strategi menuju Indonesia Emas 2045. Ia juga membantah berbagai isu negatif terkait keamanan pangan dalam pelaksanaannya.

    “Banyak isu di media yang menakut-nakuti masyarakat tentang program ini, termasuk isu keracunan. Insya Allah program ini aman, karena setiap dapur dikelola oleh tenaga ahli gizi dan diawasi secara ketat oleh BPOM serta Dinas Kesehatan. Pemerintah secara rutin melakukan inspeksi ke dapur-dapur penyedia agar makanan yang diberikan tetap higienis dan layak konsumsi,” ujar Nuroji.

    Ia juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam menanggapi berbagai insiden yang sempat terjadi. “Permohonan maaf dari pemerintah atas kasus keracunan massal beberapa waktu lalu adalah bentuk tanggung jawab negara. Ini bukti keseriusan pemerintah menjaga kepercayaan masyarakat dan memastikan target zero incident dapat tercapai,” tambahnya.

    Sementara itu, Tenaga Ahli Direktorat Kerja Sama dan Kemitraan BGN, Imam Bachtiar Farianto, menjelaskan bahwa program tersebut lahir dari kebutuhan mendesak untuk menangani masalah stunting, anemia, serta ketimpangan akses pangan sehat di masyarakat.

    “Program ini tidak hanya fokus pada peningkatan asupan gizi anak sekolah, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat. Program ini mendukung bidang pendidikan, ekonomi, dan kesehatan sebagai pilar menuju Indonesia Emas 2045,” kata Imam.

    Melalui kegiatan sosialisasi ini, para peserta menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program tersebut. Upaya bersama ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, dan produktif sebagai fondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045.