Bulan: Desember 2024

  • Pemda Kuningan Jaga Kepastian Perlindungan Kesehatan dengan Program JKN

    Pemda Kuningan Jaga Kepastian Perlindungan Kesehatan dengan Program JKN

    cirebontrust.id – Pemerintah Kabupaten Kuningan memberikan perlindungan kesehatan bagi warganya dengan mendaftarkannya sebagai peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja Pemerintah Daerah (PBPU BP Pemda).

    Upaya itu dilakukan dalam rangka mewujudkan kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial melalui pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang berkualitas dan efektif.

    Hal itu ditandai dengan ditandatanganinya Nota Kesepakatan dan Rencana Kerja lanjutan antara Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan dengan BPJS Kesehatan Cabang Cirebon tentang Optimalisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional, Senin (30/12/2024).

    Pj. Bupati Kuningan, Agus Toyib, mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kuningan terus berupaya untuk menjaga kesinambungan Universal Health Coverage (UHC) yang telah dicapai sejak bulan September tahun 2024.

    “Per 1 Desember tahun 2024, sebanyak 68.417 penduduk telah didaftarkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan untuk segmentasi peserta PBPU dan BP Pemda yang iurannya ditanggung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan,” ujar Agus.

    Agus mengungkapkan, capaian UHC tersebut, tentu tidak terlepas dari adanya sinergi dan kolaborasi yang optimal antara berbagai pihak terutama antara Pemerintah Kabupaten Kuningan, BPJS Kesehatan serta seluruh elemen masyarakat.

    Ia pun mengapresiasi atas upaya peningkatan mutu layanan yang terus dilakukan oleh BPJS Kesehatan dan juga fasilitas kesehatan, sehingga Program JKN dapat berjalan dengan baik di Kabupaten Kuningan.

    “Sudah menjadi tugas kita bersama memberikan pelayanan yang terbaik. Dengan terjaganya capaian UHC di Kabupaten Kuningan, diharapkan masyarakat yang membutuhkan mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal sesuai ketentuan yang berlaku,” ucap Agus.

    Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cirebon, Adi Darmawan menjelaskan, saat ini, kepesertaan JKN di Kabupaten Kuningan terus bertambah.

    Per tanggal 1 Desember dari berbagai segmentasi kepesertaan JKN, sebanyak 1.216.183 penduduk Kabupaten Kuningan telah terdaftar sebagai peserta JKN atau sekitar 98,41 persen dari total penduduk Kabupaten Kuningan Semester 1 tahun 2024.

    Untuk itu, dibutuhkan juga kerja sama dengan fasilitas kesehatan agar akses peserta terhadap pelayanan kesehatan semakin mudah.

    “Saat ini, sebanyak 105 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 15 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) telah bermitra dengan BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan menyampaikan ucapan terima kasih akan setiap langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan untuk mempertahankan capaian UHC,” jelas Adi.

    Menurut Adi, meskipun sudah mencapai 98,41 persen kepesertaan Program JKN, pihaknya menyampaikan bahwa agar UHC dapat memberikan manfaat yang optimal.

    Tidak hanya mengutamakan cakupan penduduk yang telah terdaftar sebagai peserta JKN saja, melainkan juga tingkat keaktifan peserta JKN, serta pengelolaan keuangan dan anggaran yang optimal. Hal itu sebagaimana diamanatkan oleh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    “Apabila hal tersebut telah tercapai, terdapat keistimewaan bagi pemerintah daerah, masyarakat, dan fasilitas kesehatan yang disediakan dalam Program JKN. Penduduk yang didaftarkan sebagai Peserta PBPU dan BP Pemda, dapat langsung aktif kepesertaanya dan langsung mendapatkan penjaminan pelayanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku,” tutur Adi.

    Adanya upaya transformasi mutu layanan yang mudah, cepat, dan setara dalam Program JKN terus diupayakan berjalan secara optimal oleh berbagai pihak, diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas layanan yang berdampak pada kemudahan pada saat peserta JKN membutuhkan layanan kesehatan.

    “Kami mendukung program yang memberi manfaat bagi masyarakat, termasuk pemberian manfaat perlindungan kesehatan dan pelayanan kesehatan. Mudah akses pelayanan, akses layanan kesehatan dan administrasi layanan kesehatan. Cepat dalam antrean pelayanan di fasilitas kesehatan baik itu pelayanan medis, tindakan medis, pelayanan obat serta respons pelayanan informasi dan pengaduan. Serta memberikan kesetaraan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang berarti tidak terdapat perbedaan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan,” pungkas Adi.

  • Polres Cirebon Kota Terapkan Rekayasa Lalin Malam Tahun Baru

    Polres Cirebon Kota Terapkan Rekayasa Lalin Malam Tahun Baru

    cirebontrust.id – Polres Cirebon Kota, melalui Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas), akan melaksanakan rekayasa lalu lintas pada malam pergantian tahun baru untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan di beberapa titik strategis di Kota Cirebon.

    Rekayasa lalu lintas itu akan dimulai pada Minggu, 31 Desember 2024, pukul 18.00 WIB, dan akan dilakukan secara situasional sesuai dengan kondisi di lapangan.

    Kasat Lantas Polres Cirebon Kota, AKP Ngadiman, mengungkapkan, rekayasa lalu lintas akan difokuskan pada sejumlah jalur utama yang dikenal rawan kepadatan, seperti Jalan Kartini, Jalan Siliwangi, Jalan Tuparev, dan Jalan Dr. Cipto.

    “Rekayasa lalu lintas akan dimulai di Jalan Kartini dan Jalan Siliwangi sejak pukul 18.00 WIB. Apabila kepadatan terjadi di jalur lain, seperti Jalan Tuparev atau Jalan Dr. Cipto, kami juga akan melakukan rekayasa di area bundaran Kedawung dan simpang Latpri,” jelas AKP Ngadiman.

    Selain rekayasa, pihak Polres Cirebon Kota juga akan menempatkan petugas di sejumlah lokasi strategis untuk mengatur arus lalu lintas.

    Beberapa titik yang akan dijaga petugas antara lain simpang Kedawung, simpang Latpri, serta titik lainnya di dalam kota.

    “Jika terjadi kepadatan, kami akan segera menerapkan rekayasa lalu lintas untuk kelancaran arus,” tambahnya.

    AKP Ngadiman juga mengimbau seluruh pengendara, terutama pengguna sepeda motor, untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas guna menjaga keselamatan bersama.

    “Kami mengajak seluruh pengendara, baik warga Kota Cirebon maupun pengunjung luar kota, untuk tertib berlalu lintas, menjaga keselamatan, dan menghindari aksi berbahaya di jalan,” tegasnya.

    Polres Cirebon Kota juga berharap agar masyarakat yang merayakan malam tahun baru di kawasan kota dapat mengikuti arahan petugas di lapangan.

    Dengan adanya kolaborasi yang baik antara petugas dan masyarakat, diharapkan perayaan malam tahun baru dapat berjalan dengan lancar dan aman.

    “Keselamatan adalah prioritas utama kami. Mari bersama-sama menjaga ketertiban, agar perayaan malam tahun baru di Kota Cirebon berlangsung aman dan nyaman,” pungkas AKP Ngadiman. (Haris)

  • Polres Cirebon Kota Rilis Laporan Kinerja 2024

    Polres Cirebon Kota Rilis Laporan Kinerja 2024

    cirebontrust.id – Polres Cirebon Kota menggelar konferensi pers untuk merilis laporan capaian kinerjanya sepanjang tahun 2024. Laporan tersebut mencakup berbagai aspek evaluasi, seperti perkembangan kriminalitas, kecelakaan lalu lintas, dan pengungkapan kasus narkoba.

    Dalam konferensi pers yang digelar Selasa (31/12/2024), Kapolres Cirebon Kota, AKBP Muhammad Rano Hadiyanto, mengungkapkan komitmen pihaknya dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga keamanan di Kota Cirebon.

    AKBP Muhammad Rano Hadiyanto menjelaskan, sepanjang tahun 2024, Polres Cirebon Kota mencatatkan peningkatan jumlah kasus kriminal umum sebesar 101 persen, dengan total 424 tindak pidana yang terdaftar.

    Meskipun demikian, tingkat penyelesaian kasus justru lebih tinggi, yakni mencapai 430 kasus. Sementara itu, kriminal khusus mengalami penurunan 80 persen, dari 37 kasus pada tahun sebelumnya menjadi hanya 31 kasus, dengan 25 kasus di antaranya berhasil diselesaikan.

    Beberapa kasus menonjol yang menjadi sorotan adalah dugaan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan dana desa dengan kerugian negara mencapai Rp607 juta.

    Selain itu, Polres Cirebon Kota berhasil mengungkap kasus pencabulan anak dan pembunuhan, dengan pelaku sudah ditangkap dan diproses hukum.

    Dalam bidang lalu lintas, Polres Cirebon Kota melaporkan adanya penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas sebesar 5 persen, dengan korban meninggal dunia turun hingga 13 persen. Namun, kerugian material akibat kecelakaan justru mengalami peningkatan sebesar 31 persen.

    Selain itu, jumlah tilang dan teguran juga mengalami kenaikan, masing-masing sebesar 35 persen dan 23 persen, sebagai upaya untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas di masyarakat.

    Di bidang pemberantasan narkoba, Polres Cirebon Kota mencatatkan peningkatan signifikan dalam pengungkapan kasus narkoba.

    Pada tahun 2024, jumlah kasus narkoba yang terungkap mencapai 102 kasus, naik dari 66 kasus pada tahun 2023. Jumlah tersangka pun meningkat dari 79 menjadi 131 orang. Polisi juga menemukan modus operandi baru dalam beberapa kasus, di antaranya penggunaan boneka mainan untuk menyimpan narkotika jenis sabu.

    Sebagai bagian dari upaya pemberantasan narkoba dan miras, Polres Cirebon Kota bersama dengan Pemerintah Kota Cirebon melakukan pemusnahan barang bukti.

    Pemusnahan itu meliputi 8.186 botol minuman keras berbagai merek, ratusan gram narkotika, dan ribuan butir obat keras tertentu.

    Kegiatan itu menegaskan komitmen Polres Cirebon Kota dalam memberantas peredaran narkoba dan minuman keras di masyarakat.

    AKBP Muhammad Rano Hadiyanto menegaskan, berbagai capaian itu merupakan bukti nyata komitmen Polres Cirebon Kota dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Pihaknya bertekad untuk terus memberantas kriminalitas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga Kota Cirebon, guna mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (Haris)

  • Padukan Teknologi dengan Layanan Kesehatan, Ernawati Puji Mobile JKN

    Padukan Teknologi dengan Layanan Kesehatan, Ernawati Puji Mobile JKN

    cirebontrust.id – Ernawati, (32), asal Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, yang berprofesi sebagai karyawan swasta, berbagi pengalamannya sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.

    Terdaftar sebagai peserta segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), Ernawati bercerita bahwa kala itu ia memerlukan pemeriksakan kesehatan karena sakit demam dan batuk.

    “Karena dirasa membuat tidak nyaman saat saya beraktivitas dan menggangu waktu istirahat, saya berobat ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat saya terdaftar. Di sana, cukup menggunakan KTP dengan menunjukan Nomor Induk Kependudukan (NIK), saya dapat mengakses pelayanan di FKTP tanpa dikenakan biaya tambahan atau iur biaya. Pelayanannya cepat, ramah, dan alhamdulillah dari mulai pendaftaran sampai dengan menerima obat, saya terlayani dengan baik, tidak dikenakan biaya tambahan,” ucap Ernawati (13/12/2024).

    Ernawati menyebutkan, salah satu keuntungan dari layanan Program JKN adalah tidak adanya perlakuan berbeda terhadap peserta. Baik pasien umum, maupun pasien yang memanfaatkan Program JKN mendapatkan layanan yang sama. Ini membuatnya semakin yakin program ini ditujukan untuk semua golongan masyarakat.

    “Yang saya rasakan, tidak ada perbedaan dari sisi perlakuan fasilitas kesehatan (faskes) baik pasien umum maupun pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan. Semua dilayani dengan baik dan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan ditetapkan di faskes,” ujar Ernawati.

    Ernawati mengakui juga merasakan manfaat dari adanya Aplikasi Mobile JKN. Ia sudah mencoba beberapa fitur yang terdapat pada Aplikasi Mobile JKN, di antaranya, fitur Antrean Online dan Skrining Kesehatan.

    Menurutnya, fitur tersebut sangat membantu dan mempermudah akses pelayanan medis. Bukan hanya itu, beragam fitur yang terdapat di Aplikasi Mobile JKN juga memudahkan peserta dalam memenuhi kebutuhan administrasi.

    “Saya sudah coba beberapa fitur yang ada, seperti Antrean Online yang sangat membantu saya dalam mengambil antrean, lalu Skrining Kesehatan yang memungkinkan saya untuk mengetahui atau mendeteksi penyakit yang dimungkinkan saya alami sejak dini. Sehingga saya bisa melakukan tindakan preventif seperti menjaga pola hidup sehat dan olah raga teratur untuk meminimalisir penyakit yang mungkin timbul di usia nanti,” ungkap Ernawati.

    Ia berharap, fitur-fitur digital itu bisa terus dikembangkan untuk kenyamanan semua pengguna. Ernawati mengapresiasi inovasi lain yang ada di Aplikasi Mobile JKN yang mempermudah peserta, seperti pengaturan jadwal kunjungan, informasi tagihan, dan riwayat layanan kesehatan.

    Menurutnya, aplikasi itu dirancang untuk memenuhi kebutuhan peserta di zaman digital, sehingga peserta tidak perlu repot mengakses layanan kesehatan secara manual.
    Meski merasa puas, Ernawati tetap berharap agar pelayanan kesehatan dalam Program JKN terus ditingkatkan.

    “Semoga ke depannya petugas medis dan staf lainnya dapat terus meningkatkan layanan. Saya juga berharap inovasi di FKTP dan FKRTL bisa berlanjut,” ujar Ernawati.

    Ernawati juga menekankan pentingnya memberikan informasi kepada masyarakat tentang cara memanfaatkan Program JKN. Ia merasa banyak peserta yang belum sepenuhnya mengerti cara menggunakan layanan ini dengan baik, termasuk fitur-fitur digital yang ada.

    “Jika lebih banyak orang memahami, mereka akan lebih mudah untuk mengakses layanan kesehatan yang tersedia,” ucap Ernawati.

    Sebagai bagian dari masyarakat yang merasakan langsung manfaat program tersebut, Ernawati berharap BPJS Kesehatan dapat terus meningkatkan kualitas layanan. Ia yakin, perpaduan antara teknologi dan layanan kesehatan yang baik dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Program JKN.

  • Program JKN Dampingi Ratna Sembuhkan Penyakitnya

    Program JKN Dampingi Ratna Sembuhkan Penyakitnya

    cirebontrust.id – Salah satu peserta JKN, Ratna Ningsih, merasa bersyukur telah didaftarkan menjadi peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Menurutnya, iuran yang dibayarkan oleh pemerintah itu menjadi bukti kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakatnya.

    Terdaftar sejak tahun 2019, Ratna merasa tenang karena terlindungi jaminan kesehatannya lewat Program JKN. Ia merasa terbantu dengan memanfaatkan pelayanan kesehatan untuk pengobatan kista yang ia derita. Ratna mengakui, prosedur pengobatan yang ia jalani dilakukan secara berjenjang mengikuti alur yang berlaku.

    “Awalnya saya mencoba untuk diperiksa terkait sakit yang saya rasakan. Saya pergi ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat saya terdaftar. Di sana saya diperiksa oleh dokter, kemudian dikarenakan butuh penanganan lebih lanjut oleh dokter spesialis, saya dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) dengan beberapa indikasi medis yang perlu ditangani secara kompleks. Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan medis, ternyata terdapat kista dan memerlukan proses pengangkatan kista tersebut agar tidak semakin memburuk untuk kesehatan saya,” ungkap Ratna.

    Ratna mengungkapkan pengalamannya saat rawat inap di rumah sakit. Saat dirawat, ia diperlakukan dengan sangat baik tanpa dibeda-bedakan. Dokter maupun susternya ramah. Selalu memberikan penjelasan yang mudah dimengerti ketika kunjungan, baik dari sisi kesehatan maupun obat yang diberikan.

    “Obat yang diresepkan oleh dokter yakin sudah sesuai ketentuan dan sesuai dengan diagnosa penyakit saya agar bisa membaik. Jadi Alhamdulillah, obat yang diberikan semua tersedia di rumah sakit, tidak perlu mencari obat di apotek luar karena alasan obat kosong. Sehingga sampai dengan kepulangan tidak ada tambahan biaya atau iur biaya yang saya keluarkan,” tambah Ratna.

    Menurutnya, pelayanan kesehatan yang ia rasakan membuat ia merasa tenang dan yakin bahwa kehadiran Program JKN ini akan terus menjamin kesehatannya hingga ia pulih. Setelah rawat inap, Ratna menjalani kontrol rutin untuk memastikan penyakitnya benar-benar sembuh.

    Untuk kemudahan pendaftaran, Ratna menggunakan Aplikasi Mobile JKN pada fitur Antrean Online. Pada fitur tersebut, ia dapat memantau urutan antrean layanan cukup lewat genggaman.

    “Antrean Online ini membuat ringkas waktu tunggu ya. Jadi tidak perlu berlama-lama menumpuk di poli untuk mendapat giliran antrean. Cukup dilihat dari handphone, kita bisa mengestimasi waktu datang ke rumah sakit. tidak membuang waktu percuma, karena ia tidak perlu duduk terlalu lama untuk menunggu pelayanan. Dokternya pun praktek tepat waktu sesuai jadwal yang tertera pada aplikasi Mobile JKN,” jelasnya.

    Ratna juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah karena telah mendaftarkan dirinya beserta keluarganya menjadi peserta JKN. Menurutnya ia sangat terbantu sekali, apalagi ekonomi keluarganya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bersyukur semua dijamin, ia tenang menjalani pengobatan sampai pulih.

    Ia berharap, BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara jaminan kesehatan bagi penduduk Indonesia terus menghadirkan Program JKN untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

    Selain itu, ia berharap BPJS Kesehatan terus berinovasi dalam memberikan kemudahan layanan bagi peserta JKN guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan.

    “Saya dan keluarga merasa terlindungi sebagai peserta Program JKN ini. Kita semua pasti ingin selalu sehat, namun jika harus mendapatkan pelayanan kesehatan karena adanya indikasi medis, harapannya faskes dan BPJS Kesehatan tidak henti untuk terus meningkatkan mutu layanan dan selalu memberikan layanan terbaik kepada peserta. Terima kasih BPJS Kesehatan,” tandas Ratna.

  • Atlet Taekwondo Kabupaten Cirebon Taklukan Piala Gubernur 2024

    Atlet Taekwondo Kabupaten Cirebon Taklukan Piala Gubernur 2024

    cirebontrust.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet Taekwondo Kabupaten Cirebon dalam ajang bergengsi Piala Gubernur 2024.

    Penjabat (PJ) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, secara langsung memberikan apresiasi kepada para atlet yang berhasil membawa pulang satu medali emas, tiga perak, dan tujuh perunggu.

    “Alhamdulillah, ini merupakan prestasi yang luar biasa. Setelah sekian lama, akhirnya kita mampu meraih medali emas di Piala Gubernur Taekwondo. Selain itu, tiga perak dan tujuh perunggu juga diraih oleh putra-putri terbaik Cirebon, mulai dari tingkat SD hingga SMP. Meskipun untuk kategori SMA belum ada, tetapi kami tetap bangga atas pencapaian ini,” ujar Wahyu Mijaya dalam sesi silaturahmi bersama para atlet dan pelatih di Cirebon, Selasa (31/12/2024).

    Wahyu mengungkapkan, keberhasilan itu merupakan bukti kerja keras dan dedikasi para atlet, pelatih, serta dukungan dari pihak keluarga.

    Ia berharap, prestasi itu dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus berlatih dan meraih hasil yang lebih gemilang pada masa depan.

    “Para atlet ini masih sangat muda, ada yang masih SD dan SMP. Kami harap, mereka terus semangat, berlatih lebih giat, dan tidak cepat puas dengan hasil yang diraih. Mereka adalah kader-kader unggulan yang Insyaallah akan membawa nama baik Kabupaten Cirebon di kancah yang lebih tinggi,” tambahnya.

    Pada kesempatan itu, Wahyu juga membahas pentingnya peningkatan sarana dan prasarana olahraga, termasuk fasilitas latihan bagi para atlet.

    Bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Cirebon, ia berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan yang telah disampaikan oleh para pengurus dan pelatih Taekwondo.

    “Kami mendengar banyak masukan terkait fasilitas latihan. Hal ini akan kami tindak lanjuti agar para atlet memiliki tempat yang layak untuk mengembangkan potensi mereka. Kami juga harus memberikan perhatian yang seimbang, tidak hanya kepada atlet, tetapi juga para pelatihnya. Mereka memiliki peran penting dalam pembinaan,” jelas Wahyu.

    Wahyu juga menyoroti fenomena banyaknya atlet berbakat dari Cirebon yang “direkrut” oleh daerah lain.

    Ia menegaskan pentingnya perhatian dan dukungan yang konsisten dari pemerintah daerah agar para atlet tetap bangga dan bersedia mengabdikan kemampuannya untuk Kabupaten Cirebon.

    “Kalau kita memberikan perhatian penuh kepada atlet dan pelatih kita, saya yakin mereka akan tetap bertahan dan membela daerahnya sendiri. Dukungan ini harus terus kita tingkatkan agar tidak ada lagi atlet potensial yang memilih pindah ke daerah lain,” tuturnya.

    Melalui prestasi di Piala Gubernur 2024, Wahyu optimistis, Taekwondo Kabupaten Cirebon akan semakin berkembang. Ia berharap, dengan dukungan yang tepat, para atlet muda itu dapat mencatatkan prestasi yang lebih gemilang di tingkat nasional, bahkan internasional. (Haris)

    “Ini baru awal. Kita punya potensi besar untuk lebih berprestasi. Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelatih, dan masyarakat, kita bisa membawa Taekwondo Cirebon ke level yang lebih tinggi,” kata Wahyu.

    Sementara, Ketua Cabor Taekwondo Kabupaten Cirebon, Teguh Rusiana Merdeka, mengatakan, pihaknya terus menggembleng para atlet saat latihan. Sehingga ketika ada kejuaraan, mental para atlet sudah terbentuk.

    Selain itu, ia terus melakukan pembinaan dan pencarian bibit atlet Taekwondo yang ada di Kabupaten Cirebon.
    Berikut adalah perbaikan kalimat yang lebih jelas dan tepat:

    “Sejak awal, kami fokus pada pembinaan dan memberikan kesempatan sebesar-besarnya kepada warga Kabupaten Cirebon yang memiliki potensi dalam Taekwondo. Kami telah melakukan pembinaan beberapa kali dan memanfaatkan setiap momen untuk melibatkan mereka dalam berbagai kejuaraan,” katanya.

    Teguh menambahkan. pada Piala Gubernur Jabar di Majalengka 2024, Taekwondo Kabupaten Cirebon menyabet beberapa medali, yang sebelumnya tidak mendapatkan sekali medali tersebut.

    “Kami menerjunkan 18 atlet Taekwondo dan 11 atlet yang mendapatkan medali baik emas, perak dan perunggu. Ini capaian yang luar biasa. Target ke depan, kami perbanyak medali emas,” ucapnya. (Haris)

  • Anak Muda Andalkan Program JKN untuk Jamin Pelayanan Kesehatan

    Anak Muda Andalkan Program JKN untuk Jamin Pelayanan Kesehatan

    cirebontrust.id – Risky Rahmayani, (20), warga Kabupaten Cirebon, merupakan Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmentasi peserta Pekerja Penerima Upah (PPU). Ia terdaftar sebagai peserta PPU dikarenakan merupakan anak dari seorang abdi negara yang bertugas di Kepolisian Negara Republik Indonesia.

    Ia mengungkapkan pentingnya terdaftar sebagai peserta JKN untuk berjaga-jaga apabila sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan.

    “Dari awal JKN ada, saya sudah terdaftar sebagai peserta. Ya untuk jaga-jaga kalau sewaktu waktu membutuhkan jaminan pelayanan kesehatan,” jelas Risky, Jumat (27/12).

    Risky menceritakan, jika sedang dalam kondisi tidak enak badan dikarenakan sakit, tak segan ia ataupun anggota keluarganya memeriksakan kondisi kesehatannya ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempatnya terdaftar.

    .Jika memang diperlukan penanganan lebih lanjut, maka tak jarang ia ataupun anggota keluarganya tersebut diberikan rujukan untuk dapat melanjutkan pengobatannya di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

    “Asal sesuai prosedur berobat di FKTP terdaftar, jika memang di perlukan untuk dirujuk, nanti biasanya dirujuk ke rumah sakit,” ucap Risky.

    Banyak manfaat yang didapat apabila terdaftar sebagai peserta JKN aktif. Selain melaksanakan kewajibannya, peserta JKN juga memperoleh berbagai manfaat lainnya. Pertama, proteksi diri terhadap risiko finansial apabila sewaktu-waktu memerlukan pelayanan kesehatan dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

    Manfaat kedua, sebagai wujud dari gotong royong dan semangat saling membantu antar peserta JKN itu sendiri. Program JKN mengusung prinsip gotong royong, di mana iuran peserta yang sehat digunakan untuk membiayai pelayanan kesehatan peserta yang sakit.

    “Yang pasti kita harus sehat. Kalau kita sakit, terus kepesertaan JKN-nya aktif, ya kita pasti manfaatkan untuk kita berobat, tetapi kalau kita sehat, biar iuran yang kita bayarkan setiap bulannya, berguna bagi yang lain untuk berobat,” ujar Risky.

    Menurutnya dari waktu ke waktu, pelayanan yang diberikan kepadanya dan keluarganya sudah sangat baik. Tak pernah ia ataupun anggota keluarganya merasakan adanya perbedaan pelayanan saat mengakses pelayanan kesehatan.

    “Enggak pernah merasa ada perbedaan, ya sama aja. Kalau sesuai prosedur, tidak ada biaya tambahan yang dimintakan,” ungkap Risky.

    Risky Turut mengapresiasi berbagai peningkatan kualitas layanan yang terus dilakukan baik oleh BPJS Kesehatan maupun fasilitas kesehatan. Hadirnya berbagai inovasi memanfaatkan perkembangan teknologi informasi seperti Aplikasi Mobile JKN sangat mempermudah dalam mengakses pelayanan kesehatan.

    Selain itu, adanya pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai identitas peserta JKN juga menjadi salah satu kemudahan yang dirasakan manfaatnya oleh dirinya ataupun keluarganya.

    “Sekarang terbilang cukup mudah untuk mengakses layanan kesehatan karena sudah ada JKN yang menjamin pelayanan kesehatan kita. Kalau kita enggak sempat bawa Kartu Indonesia Sehat ini, ya kita cukup tunjukan NIK berarti sebagai identitas peserta JKN,” tutur Risky

    Adanya pemanfaatan NIK sebagai identitas JKN merupakan salah satu cara untuk mengoptimalkan transformasi mutu layanan yang mudah, cepat, dan setara yang terus digalakkan dalam Program JKN. Mudah akses layanan kesehatan dan administrasi layanan kesehatan.

    Cepat dalam antrean pelayanan di fasilitas kesehatan, seperti pelayanan medis, tindakan medis, pelayanan obat, serta respons pelayanan informasi dan pengaduan. Setara yang berarti tidak terdapat perbedaan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan.

    Meskipun telah melihat berbagai inovasi yang dikembangkan dalam Program JKN, Risky tetap berharap agar BPJS Kesehatan dapat terus berinovasi memberikan pelayanan yang terbaik, sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan jaminan pelayanan kesehatan akan terbantu.

  • Rasakan Manfaat Langsung, Ahmad Syukuri Kehadiran Program JKN

    Rasakan Manfaat Langsung, Ahmad Syukuri Kehadiran Program JKN

    Rasakan Manfaat Langsung, Ahmad Syukuri Kehadiran Program JKN

    Kabupaten Cirebon (31/12/2024)

    Sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berasal dari segmentasi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), Ahmad Fanani (33) mengaku sangat bersyukur dengan kehadiran Program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan itu.

    Tak jarang Program JKN sering kali menganggung biaya pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh ia dan anggota keluarganya. Ahmad pun berbagi pengalamannya mengakses berbagai layanan kesehatan yang dibutuhkannya.

    “Selama lebih dari enam tahun saya terdaftar sebagai peserta JKN, sudah sering saya mengakses pelayanan di fasilitas kesehatan,” tutur Ahmad, Jumat (27/12).

    Yang paling teringat di benaknya yaitu ketika ia diharuskan untuk berobat di salah satu rumah sakit di Kabupaten Cirebon. Saat itu ia didiagnosis dokter menderita penyakit lambung yang cukup parah, sehingga mengharuskannya untuk di rawat inap.

    Selama mendapatkan pelayanan kesehatan atas penyakit yang dideritanya tersebut, ia mengaku tidak merasakan ada perbedaan ataupun diskriminasi.

    “Alhamdulillah terbantu adanya Program JKN untuk penyakit saya. Awalnya sempat khawatir akan dibeda-bedakan karena saya kan peserta PBI, tapi ternyata tidak kok semua sama. Dari pertama berobat, sampai diizinkan untuk pulang, semuanya lancar-lancar saja. Selama saya di sana juga dokter sama perawatnya ramah dan baik-baik, jadi masih nyaman meskipun lambung sayanya sedang sakit,” jelas Ahmad.

    Begitu pula ketika anaknya yang pertama diharuskan untuk berobat di rumah sakit dikarenakan indikasi penyakit usus buntu. Dokter yang menangani anaknya tersebut sangat informatif, sehingga memberikan berbagai solusi untuk pengobatan anaknya tersebut.

    “Sangat terbantu sekali untuk pelayanan kesehatan, saya mengapresiasi dokter dan tenaga medis yang sudah memberikan pelayanan kesehatan kepada kita semua yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” ujar Ahmad.

    Selama memperoleh pelayanan kesehatan sebagai peserta JKN, Ahmad mengaku tidak pernah dikenakan biaya tambahan apa pun untuk berbagai penyakit yang ia dan anggota keluarganya derita. Hal tersebut dikarenakan ia sedikit memahami bagaimana prosedur pemanfaatan layanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

    “Ya selama kita berobat sesuai prosedur dan indikasi medis, pasti kita enggak diminta biaya apa-apa sih,” ucap Ahmad Fanani.

    Hadirnya aplikasi Mobile JKN yang diluncurkan oleh BPJS Kesehatan sejak beberapa tahun lalu, membuatnya penasaran untuk dapat ikut memanfaatkan aplikasi tersebut. Terlebih belakangan ini, semakin banyak orang memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN untuk memperoleh berbagai layanan administrasi kepesertaan JKN dan juga layanan kesehatan.

    “Saya datang ke kantor BPJS Kesehatan bertanya Aplikasi Mobile JKN. Ya sebenarnya bisa saja saya cari tahu lewat internet bagaimana cara mengaksesnya. Tapi supaya bisa saya tanya-tanya yang lain juga, jadi saya datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

    Dirinya turut mengapresiasi berbagai perkembangan peningkatan kualitas yang terus dilakukan oleh BPJS Kesehatan dan juga fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan beragam inovasi yang diciptakan, banyak masyarakat dapat terbantu dengan hadirnya Program JKN ini.

    Meskipun merasakan berbagai manfaat dari hadirnya Program JKN, Ahmad sangat berharap berbagai pihak untuk bersama-sama mendukung keberlangsungan Program JKN. Menurutnya dengan hadirnya Program JKN, tidak hanya dirinya dan keluarganya yang merasakan langsung manfaatnya, tapi banyak peserta JKN lain juga yang merasakan langsung manfaatnya.

    “Bersyukur sekali saya terdaftar sebagai peserta JKN. Semoga Program JKN ini terus hadir membantu kami masyarakat yang membutuhkan jaminan pelayanan kesehatan,” pungkas Ahmad.

  • KAI Show Your Move Temani Penumpang di Stasiun Cirebon

    KAI Show Your Move Temani Penumpang di Stasiun Cirebon

    cirebontrust.id – Kenaikan volume penumpang pada masa liburan Natal dan Tahun Baru 2025, merupakan kesempatan bagi KAI untuk melakukan engagement dan memberikan experience yang berbeda kepada pengguna jasa kereta api.

    Untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang di Stasiun Cirebon, KAI Daop 3 Cirebon menyuguhkan hiburan selama liburan Natal dan Tahun Baru 2025 bertajuk KAI Show Your Move.

    Acara itu berlangsung selama enam hari, 28-31 Desember 2024 serta 4-5 Januari 2025.

    Manager Humas Daop 3 Cirebon, Rokhmad Makin Zainul, menjelaskan, KAI Show Your Move digelar di Hall Stasiun Cirebon mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB.

    Melalui event itu, KAI mengajak generasi muda dan pelaku seni untuk menyalurkan bakat mereka. Show You Move menampilkan berbagai pertunjukan seperti tari tradisional, tari modern, musik akustik, story telling, pantomim, seni lukis, dan lain sebagainya.

    Hiburan yang ditampilkan diharapkan dapat menyampaikan nilai-nilai budaya, ekspresi artistik, melatih kepercayaan diri dan keberanian generasi muda untuk tampil di depan publik, serta diharapkan dapat menjadi sarana penyaluran bakat.

    Inisiatif itu menjadi bentuk apresiasi bagi penumpang sekaligus mendukung pelaku seni di Cirebon.

    “Kami ingin mengapresiasi pelaku seni dan bakat-bakat generasi muda di Cirebon, sembari menghadirkan hiburan bagi penumpang di lingkungan stasiun,” ujar Rokhmad, Selasa (31/12/2024).

    Rokhmad berharap, kehadiran KAI Show Your Move dapat menciptakan suasana stasiun yang lebih hangat dan ramah selama liburan Nataru. Penumpang dapat menikmati setiap penampilan bakat sambil menunggu keberangkatan, menjadikan momen lebih santai dan menyenangkan.

    Tidak hanya itu, KAI juga turut membagikan souvenir menarik kepada penumpang. Kegiatan itu menambah keakraban antara KAI dan pelanggan. Penumpang juga diimbau menjaga kebersihan dan mematuhi aturan selama berada di area stasiun.

    “Kami berharap, penumpang merasa terhibur dan nyaman saat menggunakan layanan kereta api. Kehadiran Show Your Move ini adalah wujud komitmen KAI untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” tutup Rokhmad.

    Menjelang malam pergantian Tahun Baru 2025, KAI Daop 3 Cirebon memberikan imbauan penting kepada para pelanggan setia kereta api.

    Dalam situasi perayaan yang penuh antusiasme itu, calon penumpang diharapkan mengalokasikan waktu yang cukup untuk perjalanan menuju stasiun. Hal itu agar dapat menghindari kemungkinan tertinggalnya kereta akibat kemacetan di beberapa titik Kota Cirebon.

    Perayaan malam pergantian tahun biasanya diwarnai dengan aktivitas masyarakat yang tinggi, termasuk pesta kembang api, acara musik, dan keramaian di berbagai lokasi ikonis Kota Cirebon. Hal ini sering menyebabkan kepadatan lalu lintas di area sekitar stasiun, seperti Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan.

    Manager Humas Daop 3 Cirebon, Rokhmad Makin Zainul, menyampaikan, pengguna jasa kereta api sebaiknya mengatur waktu keberangkatan dari rumah dengan cermat.

    “Kami imbau para pelanggan untuk menghindari ruas-ruas jalan yang berpotensi menjadi titik kemacetan akibat adanya penutupan jalan ataupun pemberlakuan jalan searah,” katanya.

    Selain itu, penumpang diimbau agar memperhatikan jadwal keberangkatan kereta yang tertera pada tiket, agar dapat menyediakan waktu yang cukup sehingga tidak tergesa-gesa ataupun terlambat datang ke stasiun.

    Tercatat hingga Selasa (31/12/2024) siang, total 161 ribu penumpang gunakan kereta api dari dan menuju Cirebon. Selama masa angkutan Nataru 2024/2025, sebanyak 83 ribu penumpang turun dan 78r ibu penumpang naik dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 3 Cirebon.

    Jumlah itu akan terus bertambah hingga libur akhir tahun 2024 serta awal tahun 2025 yang bertepatan juga dengan momen liburan sekolah. Selama 18 hari masa angkutan libur Nataru, KAI Daop 3 Cirebon menyediakan 78.408 tiket dan telah terjual 33ribu tiket atau sekitar 42 persen. Daop 3 Cirebon mengoperasikan tiga perjalanan KA Argo Cheribon, tiga perjalanan KA Kaligung, dan satu perjalanan KA Ranggajati.

    Guna meningkatkan minat masyarakat menggunakan angkutan kereta api, khususnya pada momen liburan akhir tahun, KAI Daerah Operasi 3 Cirebon memberikan promo spesial bertajuk Years End Sale Deals. Promo itu berlaku hingga tanggal 5 Januari 2025 untuk pembelian tiket KA Argo Cheribon.

    Adapun tarif promo tersebut berlaku pada:

    1. KA 29F Argo Cheribon relasi Cirebon – Gambir* dengan jadwal keberangkatan pukul 20.00 WIB.

    2. KA 30F Argo Cheribon relasi Gambir – Cirebon dengan jadwal keberangkatan pukul 23.30 WIB.

    KAI berharap, masyarakat dapat segera memesan tiket KA dengan memperkirakan waktu liburannya dengan lebih terencana. Saat ini, tiket KA masa Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 masih banyak tersedia.

    Sebagai informasi, pelayanan pembelian tiket kereta api sudah bisa dibuka sejak 45 hari sebelum jadwal keberangkatan kereta api.

    Untuk informasi lebih lanjut terkait promo tersebut, masyarakat dapat menghubungi customer service KAI di stasiun atau Contact Center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai. id, atau media sosial KAI121. (Haris)

  • Masuk Usia Pensiun, Dessy Akses Layanan Kesehatan dengan Program JKN

    Masuk Usia Pensiun, Dessy Akses Layanan Kesehatan dengan Program JKN

    cirebontrust.id – Terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), membuat Dessy Ary Susanty menjadi aman karena ia merasa kesehatannya terlindungi. Jika sewaktu-waktu sakit, ia tidak perlu khawatir untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) ataupun di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

    Menurut pengalaman yang ia rasakan, memanfaatkan pelayanan kesehatan tidak sulit seperti yang ia takutkan sebelumnya. Dessy mengakui, sejauh yang ia rasakan, pelayanan yang diberikan di fasilitas kesehatan diperlakukan sama dengan baik tanpa pembedaan, itu meyakinkan ia bahwa pelayanan kesehatan yang ia manfaatkan telah menghilangkan stigma negatif di luar sana.

    “Saya pernah saat sedang bekerja, saya seperti mengalami alergi karena timbul bintik-bintik semacam bentol. Waktu itu FKTP terdaftar saya di dekat rumah tinggal, sedangkan saya butuh pengobatan. Akhirnya saya berkunjung ke fasilitas kesehatan dekat kantor, Alhamdulillah tetap dilayani tanpa ada kendala,” ujar Dessy.

    Awalnya, Dessy terdaftar pada segmentasi peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) dan ia sudah tidak bekerja lagi. Dessy tetap bersyukur sebab ia tetap memperoleh jaminan kesehatan paling lama enam bulan sejak tidak bekerja dan sekarang telah terdaftar sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah Daerah Kota Cirebon (PBPU BP Pemda).

    “Bagi saya yang sekarang berpenghasilan tidak menentu, sangat khawatir jika sakit atau ada anggota keluarga yang jatuh sakit. Sebab langsung terpikir bagaimana dengan biayanya nanti kalau berobat dan kemudian harus dirawat di rumah sakit. Pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” jelas Dessy.

    Dessy menyampaikan rasa syukurnya karena ia dan keluarganya tetap dapat memperoleh jaminan kesehatan dengan terdaftar sebagai peserta program JKN, di mana iurannya dibayarkan oleh Pemerintah Daerah. Ia juga merasa lega karena tidak perlu lagi khawatir tentang biaya pelayanan kesehatan, mengingat semuanya dijamin oleh BPJS Kesehatan.

    Ia mengapresiasi pelayanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan kepada peserta JKN. Menurutnya pelayanan kesehatan yang diberikan sudah sangat baik. Seperti yang ia alami, di FKTP tetap melayani peserta yang berada di luar wilayah FKTP terdaftarnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan melayani peserta dengan ramah tanpa diskriminasi.

    Hal itu sejalan dengan implementasi Janji Layanan JKN yang merupakan komitmen pemberian pelayanan oleh fasilitas kesehatan kepada peserta JKN.

    Banyak kemudahan yang ia dirasakan sebagai peserta JKN. Salah satunya kemudahan melakukan pendaftaran pelayanan melalui antrean online pada Aplikasi Mobile JKN. Ia tidak perlu mengantre lama di fasilitas kesehatan jika ingin berobat atau memanfaatkan pelayanan kesehatan.

    “Sekarang cukup lewat HP, saya sudah dapat nomor antrean dan bisa memperkiraan waktu kapan saya harus datang ke sana. Tidak perlu datang pagi-pagi sekali untuk mengambil nomor antrean. Kalau ada antre atau menunggu sebentar, itu hal yang wajar karena peserta lain juga membutuhkan layanan,” imbuh Dessy.

    Dessy mengucapkan terima kasih karena dengan adanya Program JKN ini, kesehatan ia dan keluarga tetap terjamin, sehingga dapat dengan mudah mengakses pelayanan kesehatan saat dibutuhkan tanpa adanya kendala.

    “Saya berharap, banyak masyarakat yang senantiasa dalam keadaan sehat. Walaupun jika tiba-tiba sakit, tetap tenang karena sudah memiliki JKN ini. Bagi kami peserta yang sudah terbantu dan merasakan sendiri manfaatnya, selalu menaruh kepercayaan besar agar program JKN ini terus hadir untuk setiap masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” ucap Dessy.