Bulan: Oktober 2014

  • Sempat Diliburkan, Persib Kembali Gelar Latihan

    BANDUNG (CT) – Untuk memulihkan fisik dan mental pemain , Firman Utina dan kawan-kawan hari ini diliburkan usai pertandingan melawan Pelita Bandung Raya (PBR) di Si Jalak Harupat. Dan Pagi ini, Jumat (31/10) rencanannya Persib akan kembali berlatih untuk menjada kondisi fisik pemain.

    Usai laga yang menguras tenaga dengan tim sekotanya itu, anak-anak asuh Djadjang Nurdjaman membutuhkan waktu untuk mengembalikan kondisi fisik sebelum kembali fokus untuk menghadapi pertandingan semifinal pada awal November mendatang.

    “Tentunya kita masih punya waktu sebelum menghadapi Arema. Ada waktu tiga hari mengembalikan kondisi fisik karena pertandingan menghadapi PBR cukup melelahkan,” kata pria yang karib disapa Djanur.

    Rencananya Maung Bandung akan kembali berlatih pagi hari di Lapangan Pusdikpom, Cimahi. Latihan itu pula yang akan menjadi awal persiapan menatap semifinal ISL 2014 yang rencananya akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). (CT-116)

  • PBR Dampingi PERSIB ke Semi Final ISL 2014

    BANDUNG (CT)- Ambisi Pelita Bandung Raya (PBR) melaju ke semifinal terpenuhi setelah mengalahkan PERSIB 2-1 pada laga pamungkas Babak Delapan Besar 2014 Grup L di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kamis (30/10).

    PBR keluar sebagi runner-up dengan mengoleksi 8 angka, sedangkan PERSIB tetap keluar sebagai juara grup dengan raihan 13 angka.

    Di semifinal, PBR akan menghadapi Persipura Jayapura sebagai juara Grup K. Sedangkan PERSIB akan menghadapi runner up Grup K, Arema Cronous. Partai semifinal akan digelar pada 4 November 2014.

    Pada pertandingan lainnya di Grup L, Mitra Kukar bermain imbang 3-3 melawan Persebaya Surabaya di Stadion Aji Imbut, Tenggarong. (CT-116)

  • Docang, Kuliner Para Wali yang Masih Lestari

    CIREBON (CT) – Docang, namanya mungkin belum setenar empal gentong atau nasi jamblang. Padahal, makanan khas Cirebon ini termasuk kuliner yang memiliki citra rasa yang berbeda dan terkategori makanan yang sehat. Jadi, sempatkan menyantapnya manakala singgah di Cirebon.

    Nama docang sendiri merupakan singkatan dari kacang dibodo (dibacem) atau tempe bungkil (dage) yang menjadi bahan utama dalam kuah docang ini. Sejarah docang tak lepas dari perjalanan penyebaran agama Islam di tanah Cirebon.

    Dari segi tampilan, docang mirip lontong sayur. Isinya tauge, rajangan daun singkong rebus atau daun pepaya, lontong, dan taburan parutan kelapa di atas kuah kental berwarna kemerah-merahan. Tak ketinggalan kerupuk yang khusus didatangkan dari Kecamatan Plered, Cirebon.

    Rahasia kenikmatan docang adalah kuah rebusan dage atau kacang bungkil. Rasanya gurih menggugah selera. Ingin merasakan nikmatnya docang, coba datang di Warung Docang Bu Aas,yang berada di Pertigaan Pamijahan Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon.

    Warung cukup sederhana, dengan berdindingkan anyaman bamboo ini. Setiap harinya ramai dikunjungi pembeli, mulai dari warga sekitar hingga luar daerah yang sengaja datang ingin menikmati docang sehat selalu, buatan Ibu Aas. Docang Ibu Aas memiliki perbedaan yakni dagenya melimpah ruah dalam setiap porsinya. Tujuannya tak cuma agar rasa gurih berlipat, namun juga wangi rebusan dage merebak.

    Kuah docang yang gurih dan pedas serasi dengan potongan lontong yang lembut. Lontong di warung ini begitu spesial karena wangi. Kemudian keberadaan sayur singkong dan tauge akan memberi cita rasa segar. Daun singkong dan tauge yang direbus setengah matang membuat teksturnya tidak layu. Saat dikunyah masih ada rasa krenyes-krenyes.

    Menurut sang pemilik, docang itu ini makanan para wali di eranya dulu. Selain enak, docang juga makanan yang sehat.

    “Ini makanan, sehat bebas kolestrol, sayuran semua tidak pakai daging dan lemak jeroan,” tutur Aas yang sudah berjualan docang selama 10 tahun.

    Menurutnya, docang terbuat dari lontong yang diiris-iris kecil, ditaburi parutan kelapa muda, irisan daun singkong dicampur dengan toge yang telah direbus. Kemudian disiram kuah panas yang berisi dage  yang dihancurkan, sehingga mengapung di bagian atas kuah.

    Sebelum disajikan, ditaburi kerupuk kecil-kecil berwarna putih, sehingga membuat rasa gurih semakin terasa di lidah. Harganya pun cukup meriah, Ibu Aas membandrolnya hanya dengan Rp. 4000 per porsinya. Bukanya pun mulai pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB.

    “Kalau yang membuat kurang terampil itu rasa kuahnya bisa pahit, dari daun singkongnya itu,” kata Aas.

    Sembari mengiriskan lontong ke piring, Ibu Aas  menceritakan kisah menarik mengenai asal muasal terciptanya makanan tersebut. Ternyata asal muasal Docang berawal sejak jaman para wali. Dikisahkan, saat itu ada seorang pangeran yang sangat membenci para wali karena menyebarkan agama Islam di pelosok Jawa. Pangeran itu berencana untuk meracuni para wali.

    “Pangeran itu yang membuat jenis makanan baru dari sisa-sisa makanan para Sultan yang tidak habis. Setelah itu dia hidangkannya ke para wali yang sedang berkumpul di Masjid Agung Keraton Cirebon,” katanya.

    Akhirnya, rencana jahat itu berhasil. Docang yang disuguhkannya itu dimakan para Wali. Tetapi ajaibnya, racun yang dicampurkan ke dalam docang itu tidak berpengaruh. Bahkan, setelah memakan docang itu, para wali justru menyukai masakan tersebut.

    “Makanya sampai sekarang makanan ini masih menjadi makanan khas Cirebon karena dikenal sebagai makanannya para wali. Apalagi kalau menjelang puasa dan Maulid Nabi Muhammad SAW, pedagang docang pasti banyak kumpul di sekitaran Masjid Agung, dan keraton, karena sejak dulu tradisinya sudah seperti itu,” pungkasnya. (CT.115)

  • Suka Utak-atik Motor Pribadi, Atep Berharap Ikut Kontes Modifikasi

    CIREBON (CT) – Berangkat dari hobi mengutak-atik motornya sendiri, Atep Saefullah (23), pemuda asal Desa Panembahan Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon, sukses membuat motornya menjadi unik dan menarik.

    Hobi yang digelutinya dari tahun 2009, membuat Sapi (sapaan akrabnya,red) sukses memodifikasi motornya yang semula normal menjadi ceper. Diakuinya, dirinya memang suka motor-motor yang modif ceper.

    “Saya dari tahun 2009 sudah hobi utak-atik motor. Sampai sekarang saya masih hobi, akhirnya jadilah motor ini,” ujarnya sambil menunjukan motor hasil modifikasinya.

    Saat ditemui CT di kediamanya, Atep mengakui mengeluarkan modal yang lumayan banyak untuk memodifikasi motornya. “Yang di modifikasi mulai dari cakram, susfidi ban dan spidometer. Saya juga memodifikasi jok dengan latar batik. Kalau di total kurang lebih 5 juta untuk memodifikasi,” Tambahnya.

    Dirinya mengharapkan agar di Cirebon ada kontes untuk modifikasi motor. “Ya saya pengenya di Cirebon ada event-event kontes modiifikasi motor, untuk menampung para pemuda yang punya motor modifikasi,” Jelasnya. (CT1-22)

  • Budiningrum : Olahraga Sarana Pererat Tali Silahturahmi dan Persaudaraan Antar Pegawai LPP RRI

    CIREBON (CT)-Kepala LPP RRI Cirebon Budiningrum S.Sos pada Rabu Sore (29/10) mengaku takjub dan kagum akan kebersamaan yang tercipta dari ajang gelaran kompetisi Olahraga yang mampu mempertemukan sebagian pegawai LPP RRI khususnya di wilayah Jawa dan Lampung.

    Dari ajang Eksibisi dan Laga Persahabatan inilah akan lebih mempererat tali silahturahmi dan persaudaraan antar sesama pegawai LPP RRI. ” Ini salah satu ajang unik untuk pertemukan saudara – saudara dari RRI ” Ujar Budi.

    Sejauh ini jarang sekali para pegawai LPP RRI bertemu dalam suasana kegembiraan dan tentunya berkompetisi. Menang kalah merupakan hal yang wajar, namun yang terpenting adalah silahturahmi antar pegawai lebih baik lagi. Kedepan Budiningrumpun berharap ajang kompetisi Olahraga ini bisa lebih banyak lagi. (CT-113)

  • RRI Semarang dan Solo Juara Eksibisi Bulutangkis dan Tenis Meja Antar RRI Se Jawa dan Lampung

    CIREBON (CT)-Bulutangkis Ganda Putra RRI Semarang berhasil menjadi juara pertama dalam ajang eksibisi Bulutangkis antar RRI Se Jawa dan Lampung yang digelar di RRI Cirebon sebagai rangkaian peresmian Gedung Baru LPP RRI Cirebon. Dalam final yang berlangsung Rabu sore (29/10) di Pemuda Sport Center Kota Cirebon. RRI Semarang berhasil menumbangkan RRI Madiun sebagai juara 2 dan RRI Jember sebagai Juara ke 3.

    Sementara itu dalam eksibisi Tenis Meja, Juara pertama diraih oleh RRI Solo melalui petenisnya Taryono berhasil menumbangkan Endro perwakilan RRI Surabaya yang harus puas sebagai juara ke 2. Sedangkan Juara ke 3 diraih oleh Sulis dari RRI Yogyakarta yang menumbangkan Hariyanto dari RRI Cirebon.

    Kepala LPP RRI Cirebon Budiningrum S.sos mengatakan, bahwa pihaknya bangga akan antusias para pemain bulutangkis dan tenis meja yang hadir di Cirebon, meski turnamen bersifat eksibisi dan persahabatan. ” Saya bangga sekali, ini kan untuk memeriahkan Peresmian gedung baru RRI Cirebon yang baru ” Ujar Budi.

    Yang paling penting tandas Budiningrum adalah nilai kebersamaan dan silahturahmi antar pegawai LPP RRI se wilayah Jawa dan Lampung. Budiningrum berharap ajang turnamen Bulutangkis, Tenis Meja dan lain sebagainya yang berkaitan dalam bidang olahraga kedepan bisa digairahkan kembali antar RRI baik se Jawa ataupun secara Nasional, tentunya dengan itikad dan muara akhir untuk mempererat tali silahturahmi dan persaudaraan dan kerja sama yang lebih baik lagi. (CT-113) 

  • Persib Berharap Laga Semi Final dan Final Di Luar Jakarta

    BANDUNG  (CT) – Manajemen Persib Bandung, inginkan laga Semi Final dan Final ISL 2014, digelar diluar jakarta, hal tersebut dikarenakan pihak manajemen lebih mengutamakan keamanan pemain dan suporter Persib Bandung yang ingin menyaksikan laga semifinal dan final secara langsung . Rabu (29/10).

    Hingga kini PT Liga Indonesia masih belum memastikan tempat pertandingan semi final dan Final akan digelar dimana, namun PT Liga Indonesia menyiapkan dua lokasi cadangan untuk babak semifinal dan final Indonesia Super League (ISL) 2014 diluar Jakarta.

    Selain di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, PT Liga menyiapkan Stadion Gelora Sriwijaya Palembang serta Stadion Palaran Samarinda menjadi cadangan.

    PT Liga pun melakukan revisi terkait jadwal penyelenggaraan yakni menjadi lebih awal dari yang telah ditetapkan. Seperti partai semifinal bakal digelar 4 November, yang sebelumnya dihelat 5 November. Sementara partai final yang semula diagendakan 8 November menjadi 7 November 2014.

    Mengenai keputusan PT Liga, Manajer Persib Umuh Muchtar tidak mempermasalahkannya. Bahkan dia setuju jika laga semifinal dan final digelar di tempat netral seperti Palembang dan Samarinda.

    Umuh mengatakan, faktor keamanan menjadi salah satu alasan ketika pasukan Djadjang Nurdjaman harus bermain di SUGBK.

    “Saya lebih senang jika semifinal dan final di luar Jakarta, karena akan lebih netral. Jujur di Jakarta tidak nyaman juga, apalagi kita selalu mendapat pengalaman buruk ketika bermain di SUGBK,” kata Umuh.

    Namun jika PT Liga tetap memutuskan laga digelar di SUGBK, Umuh tak mampu menolak. Hanya saja pihaknya meminta agar Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan dapat memberi jaminan keamanan selama Persib berada di ibu kota Indonesia Ini.

    “Dulu kita juga selalu diberi janji soal jaminan keamanan, tetapi tetap saja kenyataannya seperti itu. Malah suporter kita sampai meninggal di sana. Jadi kalau memang di Jakarta, harus ada pengamanan khusus. Kalau ragu-ragu mending bermain di luar saja sekalian, seperti di Singapura atau di Hongkong,” ujarnya.

    Sementara mengenai kepastian Persib lolos ke semifinal, Umuh berjanji akan menyiapkan 100 bus gratis untuk mengangkut suporter Persib. Umuh bakal memberikan transportasi gratis bagi bobotoh untuk dapat mendukung Persib di stadion.

    “Kalau bermain di SUGBK saya pribadi bakal memberikan 100 bus untuk bobotoh. Kita bakal sama-sama ikut mendukung Persib di semifinal,” kata dia.(CT-116)

  • Persib Akan Main Lepas Saat Laga Pamungkas 16 Besar

    BANDUNG (CT) – Meski tak akan berepengaruh di laga pamungkas 8 besar ISL 2014, melawan Pelita Bandung Raya,(PBR) di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis (30/10), Persib akan tetap bermain lepas dan tidak akan melepas begitu saja pertandingan Derby Bandung tersebut.

    Menurut pelatih Persib Djadjang Nurdjaman, posisi aman di Grup L menjadikan anak-anak asuhnya tidak terlalu bermain di bawah tekanan. Tapi, bukan berarti pertandingan dengan tim sekotanya itu Firman Cs akan bermain santai dan melupakan poin penuh.

    “Kita akan tetap mengincar kemenangan. Dengan lebih lepas mudah-mudahan bisa lebih enak mainnya. Mudah-mudahan kami bisa bermain lebih rileks, tidak terlalu panas seperti pertandingan biasanya saat menghadapi PBR,” kata Djadjang .

    Djadjang menegaskan, jika dirinya tetap akan menurunkan tim terbaiknya pada pertandingan tersebut. Bahkan ia tidak terlalu khawatir dengan ancaman cedera pemainnya kala menghadapi babak semi final awal bulan depan.

    “Paling kita akan wanti-wanti karena lawan PBR biasa berlangsung keras. Tapi akan tetap fight karena penting dalam menjaga stabilitas mental tim yang lagi on fire,” tegasnya. (CT-116)

  • KONI Optimis Kontingen PORDA Kota Cirebon Raih Target 10 Besar PORDA Jabar

    CIREBON (CT)-Ketua Umum KONI Kota Cirebon Chandra Lukita mengaku Optimis bahwa Kontingen PORDA Kota Cirebon bisa meraih kesuksesan di ajang babak Utama PORDA Jawa Barat tahun 2014, di Wilayah Bekasi dan Sekitarnya. Hal tersebut diungkapkan Chandra Lukita kepada CT usai pengukuhan Tim Kontingen PORDA Kota Cirebon oleh Walikota Cirebon Ano Sutrisno pada Selasa sore (28/10) di Halaman Belakang Balai Kota Cirebon.

    Menurut Chandra, Skuad Kontingen Kota Cirebon sudah onfire untuk bisa mencetak prestasi di ajang PORDA Jawa Barat XII Tahun 2014 di Bekasi. Setelah sebelumnya menjalani sesi penggemblengan atlet secara marathon, sejak berakhirnya PORDA tahun 2010 di Bandung. ” Kita sudah mempersiapkan tim selama 4 tahun mas, jadi berjenjang dan kita optimis akan sukses ” Ujar Chandra Penuh semangat.

    Ke 314 Atlet yang telah resmi menjadi punggawa dan panji – panji daerah Kota Cirebon sudah siap tempur untuk menghadapi lawan – lawan tangguh yang siap menghadang. ” Persaingan pasti ketat dan kita akan menghadapinya dengan sekuat mungkin ” Tutur Chandra.

    Chandra berharap atlet – atlet PORDA Kota Cirebon bisa memberikan perfoma yang terbaik untuk Kota Cirebon tercinta. (CT-113)

  • Persib Bandung Akan Lanjutkan Trend Tak Terkalahan Pada 16 Besar ISL 2014

    BANDUNG (CT) – Mengahadapi laga terkhir di 16 besar ISL 2014, MENGADAPI PELITA Bandung Raya (PBR), Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar menegaskan Pelita Bandung Raya (PBR) tak akan mendapatkan poin ‘gratis’ dari Maung Bandung. Bahkan, Umuh mengatakan bila Persib akan menghadirkan petaka buat PBR di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis 30 Oktober 2014 nanti.

    Menurut Umuh jika muncul anggapan bahwa Persib akan memberi jalan kepada PBR supaya lolos ke semifinal, maka itu adalah salah besar. Hal ini disampaikan Umuh sebagai respon atas pernyataan Pelatih PBR, Dejan Antonic beberapa waktu lalu yang mengatakan tak akan menggantungkan nasib klubnya kepada Persib.

    “Mereka sendiri yang mengatakan tak butuh bantuan. Jika memang seperti itu ya Alhamdulillah. Karena, sekalipun mereka meminta, tidak akan kami kasih,” tegasnya.

    Duel derby Bandung edisi ke empat musim ini, memang tak akan berpengaruh apapun buat Persib. Namun, Umuh menjamin laga tersebut tak akan sekadar jadi hiburan. “Kita ingin menghibur penonton. Jadi dengan kemenangan akan menghibur bobotoh dan kami akan sangat puas jika bisa melakukannya,” ucap Umuh.

    Bahkan, di mata Umuh PBR bukan tim yang ideal untuk tampil di semifinal. “PBR memang tim bagus dan beberapa kali dinaungi keberuntungan. Tapi menurut saya Mitra Kukar atau Persebaya lebih layak lolos ke semifinal,” paparnya.

    Selain sudah memastikan diri lolos ke semifinal, posisi Persib di klasemen Grup L babak 8 Besar kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014, dipastikan sudah tidak bisa diusik lagi oleh tim lain. Namun, Umuh yakin para pemain yang nanti dimainkan Pelatih Djadjang Nurdjaman akan tetap bermain penuh motivasi dan tenaga.

    “Saya minta kepada seluruh pemain supaya nanti lawan PBR tetap tampil all out. Karena seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, Persib bertekad membabad habis seluruh pertandingan di putaran kedua. Sekarang tinggal satu pertandingan lagi dan saya harapkan seluruh pemain tetap fokus dan konsentrasi penuh,” jelasnya.(CT-116)